Ubah Cara Belajar, Salah Satu Cara Bertahan di Era Robot
Pengembangan kemampuan bisa membantu bertahan di era teknologi AI.
JAKARTA (Lampost.co) -- Teknologi kecerdasan buatan (AI) merupakan salah satu teknologi yang digadang sebagai teknologi masa depan, sebab akan mampu menghadirkan berbagai kemudahan bagi masyarakat, baik individu maupun organisasi atau perusahaan.


Di fase awal kemunculannya, yang saat ini masih masyarakat Indonesia dan sejumlah negara lain alami, kehadiran teknologi AI menjadi momok, sebab dinilai menghilangkan lahan pekerjaan mereka.
Namun sejumlah ahli menyebut bahwa kehadiran teknologi AI ini bukan hal yang dapat dielakan, sebab diprediksi akan menjadi salah satu teknologi yang banyak dimanfaatkan manusia dalam menghadirkan kemudahan dalam hidup mereka.
Mengutip buku The Globotics Upheaval: Globalization, Robotics, and the Future of Work (Oxford 2019) karya Richard Baldwin, untuk menghadapi ancaman transformasi digital yang didukung oleh teknologi AI, manusia perlu mempersiapkan diri dalam tiga hal.
Hal pertama adalah menghindari berkompetisi dengan AI di bidang yang paling dapat mereka lakukan dengan baik, salah satunya yaitu memproses informasi. Hal kedua adalah dengan mengembangkan kemampuan dalam hal yang hanya dapat dilakukan manusia dengan cakap.
Sedangkan hal ketiga, Baldwin menyebut penting bagi manusia untuk menyadari bahwa manusia merupakan ujung tombak dan kehadiran teknologi AI tidak menjadikan manusia sebagai pihak tanpa kemampuan atau cacat.
Disrupsi yang dihadirkan teknologi AI hanya akan menggantikan peran manusia dalam pekerjaan yang repetitif atau berulang. Manusia harus meningkatkan kemampuan mereka untuk dapat bersaing dengan AI, salah satunya di bidang berpikir kreatif.
Bidang ini disebut sejumlah ahli menjadi salah satu ranah yang tidak akan bisa dilakukan teknologi kecerdasan buatan sebaik kemampuan manusia. Selain itu, dengan peningkatan kemampuan ini, manusia justru akan dapat memanfaatkan AI untuk keuntungan mereka.
IDC sempat berpendapat bahwa pemanfaatan AI dalam bisnis juga memungkinkan bisnis dalam mempercepat inovasi mereka, serta meningkatkan produktivitas karyawan dan meningkatkan daya saing perusahaan.
Sementara itu, penulis Metaskills: Five Talents for the Robotic Age Marty Neumeir menyebut terdapat lima kemampuan meta yang dapat membantu manusia dalam bertahan di tengah gempuran teknologi AI.
Lima kemampuan tersebut adalah perasaan yaitu empati dan intuisi, pengamatan yang terkait kemampuan menganalisa bahwa satu hal akan sesuai untuk tujuan versi besar, bermimpi yang terkait dengan pengaplikasian imajinasi dan kemampuan memilkirkan hal baru.
Kemampuan lainnya yaitu pembuatan yang terkait dengan kreativitas, desain, prototipe dan pengujian, serta pembelajaran yang terkait dengan kemampuan untuk belajar dan faktor terpenting yang bertolak belakang dengan kemampuan meta lainnya.
Selain itu, manusia pada umumnya, juga harus mengubah cara mereka dalam belajar. Sebab di era saat ini, belajar tidak lagi hanya sekadar konten dan pengetahuan, namun telah mengacu pada pengalaman dan pengaplikasian.
Pengalaman dan pengaplikasian menjadi hal penting baru di era Revolusi 4.0 ini. Ahli dan praktisi menyadari pembelajaran secara keseluruhan tidak hanya sekadar pelatihan formal, namun juga terkait dengan belajar dengan pihak lain dan secara praktis menyoal pengalaman di pekerjaan.
Dan kemampuan untuk belajar, yaitu keinginan dan kapabilitas untuk mengembangkan kemampuan yang dibutuhkan industri sehingga dapat dipekerjakan dalam jangka waktu panjang, menjadi hal penting untuk mencapai kesuksesan, baik bagi perusahaan maupun individu.
Pigeon bot. LENTINK LAB/STANFORD UNIV.
TEMPO.CO, Jakarta - Peneliti dari Department of Mechanical Engineering, Stanford University, Amerika Serikat, menciptakan robot burung bersayap bulu burung merpati. Pigeonbot, namanya, adalah robot pertama yang mampu mengubah bentuk sayap dengan merentangkan bulu-bulunya atau saling membuatnya lebih dekat, seperti cara kerja sayap burung aslinya, saat terbang.
Tim penelitinya pigeonbot terdiri dari Eric Chang, Laura Y. Matloff, Amanda K. Stowers dan David Lenthink. Mereka mempelajari gerakan merpati, mengamati dengan cermat sendinya dan bagaimana mengendalikan sebaran bulu sayapnya. Mereka kemudian mengembangkan robot menggunakan seperangkat sayap biohibrid yang bisa berubah bentuk. Setiap sayap terdiri dari 40 helai bulu, 20 di atas dan 20 di lapisan bawahnya.
Dalam makalahnya yang diterbitkan Jurnal Science Robotics beberapa hari lalu, David dkk menyatakan mempelajari merpati terbang, mengamati persendiannya dan bagaimana burung itu mengendalikan kerja sayapnya. Mereka lalu mengembangkan pigeonbot menggunakan sepasang sayap lentur biohybrid dari bulu-bulu merpati itu.
“Kami membuat penanda ke setiap sayap dan mengukur secara hati-hati hubungan antara gerakan bulu dan gerakan tulang," kata David. 
Penelaahan mereka terhadap sistem biologi dari bulu-bulu itu menemukan bahwa sudut dua sendi di sayap, yakni tulang sayap dan bulu-bulu, memiliki peran terbesar untuk terbang si burung. Merpati menggunakan tulang 'pergelangan' ketika sayapnya sebagian ditarik atau dilipat, dan tulang 'jemari' ketika dibentangkan. Seluruhnya berguna untuk mengendalikan terbang.
Pergerakan sendi-sendi itu juga memungkinkan bulu-bulu berinteraksi konstan, memungkinkan kedua sayap bergerak kontinyu selama terbang. Dengan menguji bulu asli, para peneliti itu juga menemukan bahwa bulu yang berdekatan akan tetap pada posisinya dan tidak sampai tergelincir ke satu arah tertentu menggunakan molekul yang dideskripsikan penelitinya sebagai 'velcro penentu arah'.
Karena gerakan yang dibuat sayap burung itu superior daripada sayap pesawat, temuan robot merpati ini bisa membuka peluang perubahan desain pesawat di masa depan. "Bulu burung juga unik karena mereka ringan namun kukuh untuk muatan aerodinamik dam mereka musah diperbaiki," kata David.

Perusahaan pembuat mesin pesawat Rolls Royce mengembangkan mesin pesawat Ultrafan yang ramah lingkungan. Mereka mengatakan mesin ini cenderung tidak berisik dan hemat bahan bakar.
“Saya belum pernah melihat skala mesin sebesar ini,” kata Lorna Carter, yang baru saja bekerja di unti baru penelitian dan pengembangan mesin Rolls-Royce di dekat kota Bristol, Inggris.
Ia bekerja dengan robot-robot raksasa yang bertugas meletakkan ribuan strip pita serat karbon untuk membentuk silinder dengan diameter sekitar 3,7meter.
Silinder tersebut membentuk cangkang luar bagi mesin baru Rolls-Royce yakni Ultrafan.Perusahaan pembuat mesin penerbangan Rolls-Royce mengungkapkan mesin ini cenderung tidak berisik dan hemat bahan bakar dibanding mesin-mesin yang dibuat sebelumnya.Mesin ini jelas ukurannya lebih besar.
“Komponen yang kami buat sangat besar, benar-benar melampaui batas yang bisa kami lakukan, namun kami mampu membuatnya,” kata Carter.
Rolls Royce juga mengembangkan robot yang bisa membuat kipas mesin dari serat karbon, yang membutuhkan waktu lebih dari 10 tahun agar terbentuk dengan sempurna.
Fasilitas penelitian Rolls Royce ini sendiri dibangun dengan biaya senilai £25 juta (atau sekitar Rp436 milyar).
Membuat penutup dan bilah kipas dari serat karbon seharusnya bisa menghemat sekitar 20% dibandingkan bahan sebelumnya.
Dan itu penting karena industri kedirgantaraan saat ini berada di bawah tekanan untuk mengurangi dampak lingkungannya. Pesawat memang semakin efisien, namun perjalanan udara berkembang lebih pesat.
Rolls-Royce memperkirakan sebanyak 37.000 pesawat komersial baru akan dibutuhkan selama 20 tahun ke depan.
“Kami sudah lama membuatnya, namun tantangannya adalah memisahkan perkembangan emisi dari perjalanan udara yang berkembang pesat,” kata Alan Newby, direktur program Rolls-Royce.
Mesin baru ini juga akan menggabungkan gearbox, yang akan mendorong kipas sehingga menghasilkan mesin yang lebih efisien.
Inovasi ini sudah digunakan pada mesin yang lebih kecil dari Pratt & Whitney Engine yang berbasis di AS, PW1000G.
Meski Rolls-Royce dan industri dirgantara lainnya tengah mengerjakan sistem propulsi listrik dan hibrid untuk pesawat terbang, utamanya pesawat jarak jauh, di mana saat ini mesin jet masih merupakan satu-satunya pilihan.
Mengingat teknologi ini sudah ada sejak Perang Dunia Kedua, seberapa efisien yang dapat dikeluarkan dari mesin jet?
Cukup banyak, menurut Profesor Pericles Pilidis, kepala departemen tenaga dan propulsi di Pusat Teknik Propulsi Universitas Cranfield.
Departemennya bekerja sama dengan beberapa proyek penelitian dengan perusahaan luar angkasa termasuk Airbus dan Rolls-Royce.
“Saya harap ada kemajuan,” katanya. Bahan-bahan yang lebih baik, dengan bentuk lebih efisien, dan bahan pelapis yang lebih baik, semuanya bisa berkontribusi untuk membuat mesin lebih ringan dan lebih kuat.
Ia juga menggarisbawahi bahwa dengan mesin yang lebih ringan struktur pesawat pun bisa lebih enteng karena bobotnya tidak terlalu berat.
Perubahan semacam itu kemungkinan belum banyak dikenal, tetapi dalam bisnis penerbangan perubahan tersebut dapat membuat perbedaan besar.
“Perubahan evolusioner, kedengarannya tidak mengesankan – 10% di sini 12% di sana. Tetapi dalam bisnis penerbangan dengan margin yang sangat tipis, itulah perbedaan antara hidup dan mati,” kata Richard Aboulafia, wakil presiden analisis di Teal Group.
Salah satu perusahaan Inggris sedang membuat langkah perubahan dalam propulsi. Reaction Engine sedang mengembangkan mesin roket, Sabre, untuk digunakan pada pesawat berkecepatan tinggi dan pesawat ruang angkasa.
Pada kecepatan yang diinginkan ReactionMach 5 (lima kali kecepatan suara) udara yang masuk ke mesin dapat mencapai suhu 1.000C.
Temperatur udara akan menghancurkan mesin, sehingga Reaction mengembangkan sistem pendingin yang dapat mendinginkan udara yang masuk dalam sepersekian detik.
Yang disebut pre-cooler terbuat dari tabung berukuran kecil, setebal kurang dari 1mm, yang dapat menyalurkan pipa pendingin di bawah tekanan tinggi, sekaligus mengurangi panas.
“Sabre ini benar-benar unik, tidak ada orang yang sadar akan hal ini, mengembangkan mesin roket bermuatan udara,” kata Mark Thomas, kepala eksekutif Reaction Engines.
“Teknologi pra-pendingin kami berada di kelas yang berbeda dengan apa pun di luar sana. Ini kinerja sangat tinggi, sangat ringan, dan bentuknya sangat miniatur.
Reaction Engines berencana mulai membuat mesin Sabre pada tahun ini dan mengujinya pada 2021.Pre-cooler Reaction juga berpotensi digunakan untuk mesin jet konvensional supaya membuatnya lebih efisien, sebuah ide yang tengah diuji Rolls-Royce.
Menurut Prof Pericles, kita akan melihat perubahan pesat dalam pesawat penumpang ini dalam 30 tahun mendatang.
Saat itu ia berpikir akan ada transisi dari rancangan pesawaat saat ini, yang awalnya merupakan sebuah tabung, dengan mesin tergantung di bawah sayap, kepada rancangan berupa “blended wing“.Pesawat ini hanya memiliki satu sayap, dengan mesin terletak di atas.
Hidrogen kemungkinan merupakan bahan bakarnya, yang berpotensi menjadi bahan bakar dengan emisi sangat rendah.
“Bahan bakar hidrogen tidak dapat dihindari,” kata Prof Pilidis. “Ini adalah solusi jangka panjang untuk sepenuhnya mendekarbonisasi penerbangan.
Namun demikian, para pecinta lingkungan mengatakan upaya itu harus segera dilakukan.
“Teknologi selalu berperan dalam mengurangi emisi, namun memecahkan krisis iklim adalah sesuatu yang perlu kita tuntaskan saat ini,” kata Jenny Bates, juru kampanye organisasi Friends of the Earth.
“Prioritasnya bukan pengurangan emisi dengan memiliki lebih sedikit pesawat di udara. Ini adalah bagian penting untuk mencegah kerusakan iklim lebih lanjut.”
Tampak samping Yamaha XMAX tema Gundam Vidar
Tampak samping Yamaha XMAX tema Gundam Vidar


Otomotifnet.com - Semifinal Customaxi Yamaha 2020 di Bekasi telah terpilih juara kategori daily dari kelas XMAX.

Yakni milik Reynaldi dengan konsep robot Gundam yang sudah full airbrush di sekujur bodinya.

Beberapa komponen juga diganti yang enggak hanya dari merek aftermarket , tapi juga ada yang dicustom sendiri.

Itu lah yang menjadi nilai plus dari XMAX milik Reynaldi hingga juara di semifinal Customaxi Bekasi.


Yamaha XMAX konsep Gundam pemenang kelas Daily Customaxi Bekasi
Yamaha XMAX konsep Gundam pemenang kelas Daily Customaxi Bekasi
Kostum Gundam Vidar yang dibuat dengan proses airbrush terlihat dibuat menyatu dengan corak warna biru, silver dan emas.

"Untuk pengerjaan cat bodi ini memang yang paling istimewa, karena begitu banyak detail sehingga perlu waktu sekitar 3 minggu," ungkap Reynaldi.

Pemilihan konsep robot dari Jepang ini memang dianggap paling pas dengan tampilan motor yang terlihat futuristik.

Sedangkan untuk part pendukung yang melekat mampu mendongkrak tampilan motor jadi tampak mewah.







SUMEDANG.ONLINE
– Dinas Komonikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Diskominfo Sanditik) melakukan gebrakan pada tahun 2020 ini. Salahsatunya, Diskominfo Sanditik menyanangkan pengubahan sistem surat menyurat dan adminitrasi perkantoran dari sistem manual ke digital.


”Dari more papers menjadi less papers dengan penggunaan aplikasi e-office. Sehingga ini pun kiranya dapat menurunkan penggunaan kertas dan ATK (alat tulis kantor, Red.) yang signifikan di semua lingkungan birokrasi di seluruh wilayah Kabupaten Sumedang. Pada hari ini, saya menyampaikan informasi dibentuknya desk e-office di bidang informatika sehingga setiap SKPD atau kecamatan dan kelurahan dapat setiap hari berkunjung ke Dinas Kominfo Sanditik untuk pelatihan dan konsultasi penggunaaan e-office,” kata Kepala Dinas Kominfo Sanditik, DR. Iwa Kuswaeri di kantornya, Senin, 20 Januari 2020.

Apalagi sebutnya, pada Minggu 19 Januari 2020 kemarin. Diskominfo Sandistik merayakan hari jadi pengubahan nama dari Diskipas ke Diskominfo Sandistik. Karena itu sebut dia, tugas yang diembannya pun semakin hari terus.

“Momen ulang tahun ini juga, seyogyanya dijadikan momen kita untuk cek, ricek, crosschek dan balanching kembali semua program dan kinerja selama ini. Terus tingkatkan kekompakan terus tingkatkan semangat. Sekarang kedepan sing caringcing pageuh kancing sing saringset pageuh iket, karena tahun-tahun ke depan akan semakin dinamis. Selamat ulang tahun yang ke-3 Dinas Kominfo Sanditik, semoga allah senantiasa memberi kita lindungan dan pertolongan Nya,” ungkapnya.

Lanjut Iwa, empat bagian, dari mulai bagian komunikasi, informatika, persandian dan statistik ditambah kesekretariatan. Hari ini, menggawangi tugas yang cukup signifikan dan strategis di Kabupaten Sumedang.

Bahkan, dikatakan dia, dari sembilan program unggulan Bupati Sumedang yang terbalut dalam Visi Misi Sumedang Simpati, menempatkan Dinas Kominfo Sanditik sebagai SKPD utama yang diharapkan mampu mendukung dan menyukseskan program unggulan tersebut.

“Dinas Kominfo Sanditik, dengan program besarnya menjadi garda terdepan untuk mewujudkan Sumedang Digital Region, transformasi digital ataupun Sumedang Smart City. Kita semua membawa peran penting dalam upaya pengubahan robah rongkahna lembur Sumedang,” jelasnya.

Selain itu sebut Iwa, pihaknya juga menyebutkan telah melakukan pendampingan program sapa warga. Menurut dia hal itu, sebagai bagian dari program Gubernur Jawa Barat yang menyapa langsung 2 Ribulebih RW di seluruh wilayah Kabupaten Sumedang.

“Pada Bidang Persandian, kami sudah mulai dengan menggaungkan pemakaian tanda tangan elektronik sebagai pengganti tanda tangan dan cap basah manual. Ini merupakan sebuah pekerjaaan yang tidak bisa hanya dilakukan dengan sila ipis. Ini dilakukan dengan segenap upaya dan kerja keras kita. Ratusan aplikasi secara bertahap, sekarang mulai kita amankan dari serangan tangan tangan jahil cyber,” imbuhnya.

Sementara untuk bidang statistik sbut dia, pihaknya memanggul beban strategis sebagai wali data dalam rangka satu data Indonesia. ”Sehingga kelak kita dapat mewujudkan satu data Sumedang, dan sebagai rujukkan data yang kelak akan menjadi bahan dasar kebijakan dan rencana strategis pembangunan. Ini juga merupakan tantangan kita dalam menjawab kebutuhan dan pelayanan publik,” jelasnya.

Dibidang Kesekretariatan, lanjut Iwa, Diskominfo Sanditik juga menjadi sang pembawa samurai kedua yang mengawangi dinas. Karena pihaknya, sebagai pimpinan pelayanan adminstrasi perkantoran, pembuatan SAKIP, pembuatan renstra, pembuatan surat menyurat administrasi kepegawaian, keuangan, program kerja dalam rangka menunjang keberhasilan Dinas Kominfo Sanditik juga telah bekerja sepenuh hati untuk mendukung beralihnya Sumedang dari budaya manual menuju budaya digitala.

Sementara Bidang Komunikasi, mengelola media sosial resmi Kabupaten Sumedang dari mulai liputan pimpinan, kegiatan, dan semua hal terkait dengan Kabupaten Sumedang.

“Kita menjadi mata dan telinga sekaligus menjadi ‘hidung’ dan ‘mulut’ bagi pemberitaan di Kabupaten Sumedang. Kita menjadi pewarta bagi masyarakat, betapa seriusnya para pimpinan kita dan segenap birokrasi kita, memberi pelayanan kepada masyarakat. Termasuk hal yang membahagiakan hari ini, adalah Perda LPPL yang konon katanya sudah dari tahun 2008, akhirnya akhir tahun kemarin bisa kita tuntaskan dengan membentuk Dewan Pengawas LPPL eRKS. Karena itu program program unggulan bupati kita, menjadi garis depan dalam upaya menyosialisaikannya kepada masyarakat,” tandasnya.

Pada Bidang Informatika, dalam beberapa tahun terakhir ini pihaknya mulai bergerak dalam pengelolaan website resmi pemerintah, sumedangkab.go.id. Termasuk juga pemetaan aplikasi, pemetaaan jaringan telekomunikasi, pengelolaan server.

“Dan dalam setahun terakhir ini kita dipacu untuk dapat menuntaskan integrasi jaringan yang terpusat sehingga kita dapat menghemat/mengefisienkan anggaran pemakaian internet dari yang tadinya sekitar 6.4 miliar menjadi kurang dari 3 miliar. Jaringan wifi gratis sebanyak 77 titik dan tahun ini ditambah 50 titik lagi, kita sebarkan di berbagai titik keramaian, pusat-pusat pertumbuan, dan destinasi wisata. Sebanyak 365 buah tower telekomunikasi yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Sumedang sekarang dalam kendali dan pengawasan kita, termasuk lembaga penyiaran publik lokal eRKS, Radio Komunitas, ORARI, dan lainnya,” pungkasnya. (FITRI)

Sumber : https://www.sumedang.online/2020/01/ultah-ke-3-diskominfo-sanditik-ubah-sistem-manual-ke-digital/
Ben Marvin Tan Country Manager Indonesia, Zebra Technologies Asia Pasifik
Ben Marvin Tan Country Manager Indonesia, Zebra Technologies Asia Pasifik


INDUSTRY.co.id - Jakarta-Seiring kita memasuki dekade yang baru, para CIO dan manajer teknologi terus mencari tren teknologi teratas berikutnya yang akan mendorong daya saing, efektivitas, kepuasan pelanggan, dan profitabilitas yang lebih besar bagi perusahaan mereka

Ben Marvin Tan, Country Manager Indonesia, Zebra Technologies Asia Pasifik berbagi tren teknologi terbesar di tahun 2020, yang meliputi blockchain, otomatisasi cerdas, dan teknologi pelacakan canggih.

Tahun 2020 sering disebut-sebut oleh para futurolog dan pakar teknologi sebagai "tahun di mana fiksi ilmiah akan menjadi kenyataan”, jalan beraspal akan diganti oleh tabung pneumatik yang menghubungkan wilayah, manusia akan berjalan di Mars atau setiap orang akan memiliki sejenis kendaraan terbang.

Visi untuk tahun 2020 bukanlah visi yang bisa dengan jelas terlihat. Meskipun ada kemajuan yang baik yang membawa kita ke sana, mari kita lihat beberapa tren teknologi yang akan segera terjadi (dan masuk akal) yang akan kita lihat di masa depan. Kami sangat bersemangat akan peluang-peluang yang dapat dihadirkan oleh teknologi-teknologi ini bagi perusahaan enterprise, baik itu di industri ritel, transportasi dan logistik, manufaktur, maupun layanan kesehatan, guna membantu mereka meraih keunggulan kinerja dengan memberdayakan pekerja lini depan mereka.

Peningkatan penggunaan teknologi blockchain


Meskipun berada pada tahap awal di ranah enterprise, tidak diragukan lagi bahwa kita akan melihat pertumbuhan penggunaan blockchain di berbagai industri untuk meningkatkan ketertelusuran di berbagai bidang seperti antipemalsuan, operasi rantai pasokan, dan data pasien. Menjadi penting bagi perusahaan untuk menguasai kepemilikan data mereka terkait hak penggunaan, privasi data, dan keamanan karena pengalaman pelanggan terbaik di kelasnya menjadi semakin didorong oleh data.

Para pemain rantai pasokan yang dapat mewujudkan manfaat langsung dari blockchain mencakup industri farmasi, produsen makanan dan barang, penyedia jasa transportasi dan logistik, lembaga kesehatan, dan bahkan pebisnis ritel barang-barang mewah. Blockchain akan digunakan di mana pun "kepercayaan" abadi yang didorong oleh peristiwa perlu dibangun atau di mana ada kebutuhan untuk berbagi data tertentu dengan cara yang aman dan demokratis.

Dalam industri manufaktur makanan, akan ada pengetatan undang-undang tentang kepatuhan keamanan makanan dan obat-obatan secara global untuk mengamankan rantai pasokan dan meningkatkan transparansi dan keamanan bagi konsumen akhir. Blockchain akan menjadi pilar utama ekosistem yang akan membantu perusahaan mencapai tujuan ini, dan mereka akan membutuhkan teknologi pelacakan seperti label sensitif suhu, barcode, dan radio-frequency identification (RFID).

Teknologi-teknologi ini akan memungkinkan pengguna untuk mendapatkan catatan atau data yang aman dan dapat diverifikasi. Peningkatan fokus pada blockchain ini telah meningkatkan minat pada salah satu landasan Application Programming Interfaces (API) Layanan Data Zebra yang dikenal sebagai Blockchain Traceability. API ini dapat memberikan penelusuran aset yang lancer mulai dari penciptaan hingga konsumsi untuk menyelesaikan tantangan seputar barang palsu, keamanan pangan, dan keseluruhan asal barang dan aset.

Pertumbuhan otomatisasi cerdas


Mengingat jumlah tenaga kerja yang tidak bertumbuh pada tingkat yang dibutuhkan untuk memenuhi permintaan yang semakin berkembang, perusahaan mencari solusi teknologi yang dapat memungkinkan penugasan cerdas otomatis dari para pekerja mereka yang diberdayakan oleh data yang dapat ditindaklanjuti dari teknologi pelacakan canggih dan analitik preskriptif.

Teknologi-teknologi otomatisasi cerdas ini akan mencakup:


Kecerdasan buatan berbasis visi komputer yang dihadirkan melalui modalitas seperti pemindai, sensor dan robot berbasis visi. Ketika teknologi kamera menjadi "cerdas", perusahaan akan dapat memantau lingkungan dan alur kerja mereka untuk membuat keputusan otomatis guna meningkatkan pengalaman pelanggan.

Di industri ritel, hal ini bisa berarti menerapkan pembayaran di kasir tanpa kontak (atau kasir mandiri) atau kontrol rak inventaris otomatis dengan menggunakan asisten robot. Di industri manufaktur, penggunaan teknologi berbasis visi ini dapat membantu meningkatkan kontrol kualitas dan kecepatan penyelesaiannya.

Teknologi Augmented Reality (AR) yang mengarahkan pekerja untuk menyelesaikan tugas mereka secara lebih efektif atau membimbing pekerja baru di tempat kerja, yang semuanya dapat dilakukan dari perangkat yang dapat dikenakan atau komputer mobile.

Ini akan sangat berguna untuk perusahaan yang sangat bergantung pada karyawan musiman atau kasual di gudang mereka, lantai pabrik atau lini depan toko.

Robot yang akan hidup berdampingan dengan pekerja manusia, untuk membimbing dan membantu mereka dalam pekerjaan sehingga para pekerja manusia ini dibebaskan dari melakukan pekerjaan-pekerjaan berulang yang mudah dan berfokus pada tugas yang bernilai lebih tinggi. Bayangkan R2D2 atau C3PO di film Star Wars. Kita harus melihatnya sebagai "mengeluarkan sisi robot dari manusia", yang akan memungkinkan perusahaan untuk merealokasi tenaga kerja manusia yang berharga ke area kebutuhan terbesar dengan dampak tertinggi.

Sebagai contoh, karyawan ritel tidak perlu lagi melakukan aktivitas pengambilan stok, dan sebaliknya dapat mengembalikan sisi "layanan" dalam istilah "layanan pelanggan" guna meningkatkan pengalaman berbelanja bagi konsumen. Demikian pula, di rumah sakit, obat atau spesimen dapat dilacak dan diangkut dengan robot sehingga penyedia layanan kesehatan dapat meningkatkan tingkat perawatan pasien rawat inap.

Dengan munculnya teknologi-teknologi yang lebih baru ini ke permukaan, sebagian besar solusi optimisasi alur kerja saat ini tidak mengikuti perkembangan zaman, dan biasanya berfokus pada alur kerja manusia atau alur kerja otomatis, dengan sedikit bahkan tidak ada sama sekali persilangan atau sinergi antara keduanya.

Seiring perusahaan berupaya untuk mengadopsi otomatisasi yang lebih cerdas, ada kebutuhan mendesak untuk mengembangkan titik sentral orkestrasi yang umum dari sensor, perangkat, dan platform otomasi yang berbeda secara sinergis di seluruh rantai nilai untuk menghasilkan transformasi yang berhasil. Orkestrasi kooperatif antara sistem otomatisasi dan pekerja manusia ini akan sangat penting dalam mencapai tingkat peningkatan produktivitas tertinggi di masa depan yang tidak lama lagi akan terjadi.

Adopsi yang lebih luas dari RFID dan analitik lanjutan


Perusahaan saat ini membutuhkan visibilitas yang lebih besar dalam hal tingkat inventaris mereka, status pekerjaan dalam proses, dan lokasi staf mereka untuk mendapatkan keunggulan kompetitif. Perusahaan mengharapkan lebih dari penangkapan data terutama dengan menggunakan barcode 2D, visi komputer, dan RFID.

Barcode 2D kini ada di mana-mana, mulai dari label pengiriman, di toko grosir, gelang pasien, dan pembayaran mobile, dan adopsi barcode persegi ini tidak diragukan lagi akan terus bertumbuh.

Tapi yang lebih menarik, kita akan melihat peningkatan penggunaan teknologi RFID dan visi komputer mulai dari lapangan sepak bola hingga lantai pabrik dan toko ritel. Adopsi RFID meningkat dengan kecepatan pesat karena pelanggan berupaya meningkatkan visibilitas aset secara real-time. Penerapan RFID Electronic Product Code (EPC) terus berkembang, dengan pertumbuhan pasar lebih dari 30 persen pada tahun 2019, dua kali lipat pertumbuhan dibandingkan pada tahun 2018.

Dan dengan data real-time yang dapat ditawarkan oleh teknologi RFID dan visi komputer, perusahaan perlu menerapkan solusi lengkap yang dapat mengumpulkan data dan memproses data mentah tersebut menjadi wawasan yang dapat ditindaklanjuti secara otomatis sehingga meningkatkan efisiensi.

Peningkatan visibilitas operasi bisnis mana pun hanya akan bermanfaat jika data yang dikumpulkan dapat diubah menjadi wawasan yang dapat ditindaklanjuti dalam jangka waktu yang wajar. Bahkan, semakin cepat hal ini dapat dilakukan, semakin bermanfaat data tersebut bagi bisnis. Inilah sebabnya mengapa perusahaan enterprise mencari solusi lengkap yang akan memungkinkan mereka untuk mengumpulkan data, menghimpun wawasan dari data itu dan bahkan menawarkan analitik preskriptif yang membantu mereka membuat keputusan bisnis yang lebih cepat dan lebih akurat.

Orang Kaya Ini Sesumbar Bisa Hidup Kekal dengan Robot, Masuk Akal?

Kronologi, Jakarta – Setiap yang hidup di dunia, pasti akan mati. Itulah keyakinan mayoritas manusia, sejak dulu. Tapi, ada juga ada yang berkeyakinan bahwa dia bisa hidup kekal selamanya di dunia ini.

Seperti angan-angan seorang miliarder asal Rusia ini, Dmitry Itskov. Dengan sesumbar, ia meyakini bisa hidup kekal selamanya di dunia.

Pria berkekayaan USD 1 Miliar tersebut mengklaim tahu kuncinya dan akhirnya meluncurkan proyek ambisius bernama 2045 Initiative untuk menciptakan manusia yang bisa hidup selamanya.

Proyek yang melibatkan ahli saraf, robotika dan pakar kesadaran manusia itu menargetkan hidup abadi bisa dicapai manusia dalam 30 tahun mendatang. Caranya dengan menciptakan robot yang dapat menyimpan kepribadian.

“Para ilmuwan menyebutnya sebagai upload atau transfer pikiran. Sedangkan saya lebih suka menyebutnya sebagai transfer kepribadian,” kata Dmitry, berdasarkan laporan Telegraph, yang dilansir Detik.com, pada Minggu 19 Januari 2020.

Orang Kaya Ini Sesumbar Bisa Hidup Kekal dengan Robot, Masuk Akal? 1

Ia dan timnya meyakini robot bisa menyimpan pikiran dan perasaan seseorang karena otak berfungsi dengan cara yang sama seperti komputer. Nantinya, versi digital dari pikiran akan di-upload ke robot yang meniru wujud manusia atau mungkin hologram.

Dmitry yang sekarang berusia 35 tahun menyatakan ia seratus persen yakin proyek ambisius ini bakal berhasil. Langkah pertama adalah dengan menciptakan robot yang bisa dikendalikan oleh pikiran manusia.

Banyak yang meragukan ambisi Dmitry akan jadi kenyataan, bahwa adalah tidak mungkin untuk melakukan hal semacam itu. Tapi ia jalan terus dan telah menghabiskan jutaan dolar demi kelangsungan proyeknya.

“Kita mungkin mengimplementasikan karakteristik seseorang dan beberapa pengalaman hidupnya ke robot android, dan android itu kemudian akan menjadi orang itu ketika ia meninggal. Maka jika kita mau, kita bisa hidup di masyarakat selamanya,” yakinnya.

Salah satu yang skeptis dengan Dmitry adalah Miguel Nicolelis, pakar otak manusia. “Sederhana saja, itu tidak bisa dilakukan. Ini adalah proyek buang-buang waktu dan uang,” ketusnya.

Welcome to My Blog

Popular Post

Search This Blog

Ubah Cara Belajar, Salah Satu Cara Bertahan di Era Robot

Pengembangan kemampuan bisa membantu bertahan di era teknologi AI. JAKARTA (Lampost.co) --  Teknologi kecerdasan buatan (AI) merupaka...

- Copyright © Pusat Robotika Indonesia -Robotic Notes- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -