Jakarta - Masa depan yang kita biasa kita lihat di film-film fiksi ilmiah telah jadi kenyataan, meski tidak sepenuhnya akurat, yakni pertarungan samurai antar dua robot.
Saluran ROBO-ONE di YouTube melalui video unggahann terbarunya perlihatkan peragaan pertarungan samurai antara dua robot, yakni Bluethunder dengan Metallic Fighter. (inilah.com)
Penasaran seperti apa pertarungannya? Tonton videonya di bawah ini:



The Walking Rover, robot penjelajah berbentuk laba-laba. Dok: spacebit.com
Robot penjelajah (rover) yang dikirim untuk misi luar angkasa biasanya berbentuk seperti mobil golf. Namun kali ini berbeda, di mana Spacebit akan mengirimkan robot penjelajah berbentuk seperti laba-laba ke luar angkasa.

Robot tersebut digadang-gadang akan siap berjalan di Bulan pada kuartal ketiga 2021 melalui misi United Launch Allience Vulcan.

Robot penjelajah ini memiliki empat kaki yang menopang tubuh CubeSat (satelit miniatur) sehingga disebut sebagai "The Walking Rover". Demikian seperti dikutip dari laman Space, Selasa (12/11/2019).

Dengan berat yang ringan sekitar 1 kg, robot ini akan sangat ideal untuk menjelajahi celah-celah sempit dan gua di permukaan Bulan.

Ditambah dengan adanya empat kaki yang bisa membuat robot penjelajah ini melompat, kaki-kaki tersebut menambah ketangkasan robot dalam segala kondisi dataran Bulan

Dilengkapi Panel Surya

The Walking Rover, robot penjelajah berbentuk laba-laba. Dok: spacebit.com
Walaupun tidak secepat robot yang menggunakan roda, nantinya akan ada kendaraan induk yang dapat memuat hingga empat The Walking Rover dan membantu mobilitas di Bulan.

Robot ini memiliki panel surya monocrystalline dan konsumsi daya yang rendah sehingga dapat menjelajahi permukaan Bulan dengan waktu yang cukup lama.

Antariksawan juga dapat melihat secara langsung visual yang didapatkan robot penjelajah ini melalui kamera high definition yang terdapat di tubuh kotaknya.

Berkelompok

Pada 13 Desember 1972, astronaut ilmuwan NASA, Harrison Schmitt, berdiri di sebelah batu besar selama misi Apollo 17. Mosaik ini dibuat dari dua foto yang diambil oleh sesama penjelajah Bulan, Eugene Cernan. (NASA)

Ukuran yang kecil tidak akan menghalangi robot penjelajah ini untuk mempelajari permukaan Bulan. Pasalnya, robot penjelajah ini nanti akan bertugas secara berkelompok.

Kumpulan robot penjelajah ini nantinya akan terintegrasi dengan kecerdasan buatan yang terdapat pada masing-masing robot.

Masing-masing robot penjelajah memiliki navigasi LiDAR, yang menggunakan sensor akurat dan dimensi yang luas untuk melihat sekitar.

Proses Pembuatan Lebih Cepat

Robot penjelajah Yutu bertugas mengeksplorasi Bulan (Weibo)
Spacebit berencana menjual robot tersebut dengan harga USD 3 juta atau sekitar RP 42 milliar, dengan menargetkan universitas dan badan antariksa untuk membeli produk mereka.

Diestimasikan pembuatan robot ini akan memakan waktu 6 hingga 12 bulan. Hal ini jauh lebih cepat daripada pembuatan robot penjelajah lainnya.

(Foto: Screenshot/YouTube)
JAKARTA - Biomimetic Robotics Labratory MIT menciptakan robot menyerupai anjing. Robot ini memiliki kaki empat, bisa melakukan gerakan backflips, bahkan pandai menggiring bola.

Dilansir CNN Business, robot dengan empat kaki ini didukung dengan 12 motor. Mereka dapat berlari tanpa kabel dan dikendalikan oleh peneliti terdekat menggunakan pengontrol mirip RC.

"Hobi saya menonton video cheetah di YouTube," kata MIT Associate Professor of Mechanical Engineering Sangbae Kim.

Terinspirasi oleh keindahan hewan tercepat di dunia, Kim menantang dua mahasiswa pascasarjananya, Ben Katz dan Jared Di Carlo untuk membuat robot yang dapat bergerak seperti kucing Afrika.

Sepuluh tahun kemudian, tim telah menciptakan tiga versi robot cheetah yang lebih besar selain mini cheetah.

Tidak seperti cheetah sebenarnya, yang memiliki kecepatan tertinggi hingga 75 mil per jam, robot mini cheetah hanya dapat berlari sekitar 9 mil per jam. Akan tetapi, keduanya memiliki apa yang disebut Kim "kecerdasan fisik".

"Orang tidak menyadari betapa sulitnya untuk tetap seimbang," jelasnya.

Agar tetap tegak, mini cheetah harus membuat lebih banyak 30 keputusan per detik, kata Kim. Fleksibilitas itu, dan ketahanan jika jatuh, adalah apa yang membuat robot ini istimewa.


sumber: https://techno.okezone.com/read/2019/11/09/56/2127812/canggih-robot-menyerupai-anjing-ini-bisa-bermain-bola

Foto: istimewa
Jakarta - Kapal pesiar tentu saja memiliki fasilitas lengkap dan mewah. Tapi kapal pesiar terbesar di dunia ini menghadirkan robot canggih yang bertugas membuatkan minuman.

Dilansir dari Insider (9/11) kapal pesiar Symphony of the Sea diakui sebagai kapal pesiar terbesar di dunia. Dengan embel-embel nama ini tentu saja fasilitas yang dihadirkan tak boleh dianggap remeh.

Kapal pesiar ini menghadirkan banyak kejutan untuk para penumpangnya. Salah satu yang jadi andalan yakni Bionic Bar, sebuah area bar koktail yang sepenuhnya dioperasikan oleh dua robot canggih. Robot ini bertugas menjadi bartender yang meracik minuman pesanan pelanggan. Keren!

Foto: istimewa
Bionic Bar berada di atas kapal Symphony of the Seas milik Royal Caribbean. Robot yang 'bekerja' di dalam bar ini memiliki nama Rock Em dan Sock Em. Keduanya seolah sudah paham soal cara meracik minuman pesanan pelanggan.

Dua robot ini mampu meracik 21 jenis minuman berbeda yang tentunya bisa disesuaikan dengan selera pelanggan. Karena terbilang canggih, robot ini mampu membuat dua minuman sekaligus hanya dalam waktu satu menit saja.

Untuk bisa memesan minuman, pelanggan harus lebih dulu memasukkan kode kunci kamar Anda. Tujuannya agar tagihan minuman yang dipesan bisa langsung masuk ke kartu kredit pelanggan. Ya, tidak ada transaksi pembayaran manual di di bar ini.

Foto: istimewa
Setelah itu barulah Anda bisa memesan minuman yang diinginkan. Manfaatkan iPad yang disediakan di bar untuk melihat tampilan dan racikan minuman yang ditawarkan. Sistem pada iPad terhubung langsung dengan robot sehingga secara otomatis dua robot ini bisa mengetahui minuman yang dipesan.

Pengunjung bisa melihat langsung proses pembuatan minuman. Setelah menunggu beberapa saat, minuman pesanan akan langsung disajikan dan siap dinikmati.

Dengan mengandalkan tenaga robot, bar ini menjamin minuman yang disajikan memiliki konsistensi rasa yang sama. Tapi sayangnya karena sudah memiliki patokan racikan, Anda tak bisa memesan minuman secara khusus seperti saat dilayani bartender manusia.

sumber: https://food.detik.com/info-kuliner/d-4777359/kapal-pesiar-terbesar-di-dunia-sajikan-minuman-yang-diracik-robot
Robo-C buatan Promobot didesain mempunyai struktur morfologi hingga mimik mirip manusia. (Promobot)
Tokoh fisikawan, Stephen Hawking pernah memperingatkan era super AI sepenuhnya akan dikendalikan oleh robot. Kini ilmuwan modern berhasil menciptakan sebuah robot yang merupakan hasil dari ''kloningan'' manusia.

Semoga saja deretan robot terbaru tidak mendekatkan kita kepada era film fiksi ilmiah Terminator atau era yang ditakutkan oleh Stephen Hawking.

Startup Rusia bernama Promobot kini menjual robot android otonom yang mempunyai struktur morfologi yang hampir mirip manusia.

Ini bukan kloningan 100 persen, namun setidaknya data digital manusia yang dikloning bisa dimasukkan semuanya ke dalam memori robot.

"Semua orang dapat memesan robot dengan penampilan apa pun untuk penggunaan profesional atau pribadi," kata Aleksei Iuzhakov, Ketua Dewan Direktur Promobot.

Dinamakan dengan Robo-C, perusahaan mengklaim bahwa robot ini bisa menirukan mimik muka yang sangat mirip dengan manusia asli.

Menurut situs resmi Promobot, Robo-C tidak bisa berjalan namun ia memiliki leher dan dada yang masing-masing memiliki kebebasan bergerak tiga derajat.

Wajahnya memiliki 18 bagian yang bergerak sehingga memungkinkan robot untuk menghasilkan 600 ekspresi mikro.
Sementara AI atau kecerdasan buatan bisa menawarkan 100 ribu modul bicara mirip manusia yang sebelumnya dikloning secara digital.
"Momen kunci dalam pengembangan Robo-C adalah digitalisasi kepribadian dan penciptaan penampilan individu. Itu menghasilkan adalah keabadian digital, yang dapat kami tawarkan kepada pelanggan kami," kata pendiri Promobot Oleg Kivokurtsev.

Dikutip dari Futurism, saat ini perusahaan sudah mulai membangun empat klon robot pesanan pelanggan.

Salah satu robot akan ditempatkan di pusat layanan pemerintah Rusia sementara robot lain akan menjadi tiruan dari Albert Einstein untuk pameran robot.

Dua robot lainnya adalah klon robot ayah ibu dalam sebuah keluarga kaya raya di Timur Tengah.





Startup asal Rusia bernama Promobot menjual robot otonom. Menariknya, setiap pembeli bisa secara bebas memilih wujud si robot. Pembeli bisa memesan robot seperti manusia dalam bentuk apapun, alias ‘robot kloningan’.

“Semua orang sekarang dapat memesan robot dengan penampilan apapun. Anda bahkan bisa menggunakannya untuk semua keperluan, baik profesional maupun pribadi,” jelas Aleksei Iuzhakov, Ketua Dewan Direksi Promobot.

Ia melanjutkan, Promobot membuka pasar cukup besar dalam layanan, pendidikan, dan hiburan. Seperti dilansir New York Post, Promobot siap memenuhi permintaan pesanan robot mirip Michael Jordan atau William Shakespeare.

Dikutip Telset.id, Rabu (6/11/2019), robot kloningan milik perusahaan bernama Robo-C ini memiliki leher dan dada yang masing-masing memiliki kebebasan bergerak sampai tiga derajat. Sayang, robot tersebut tidak bisa berjalan seperti manusia.

Wajah Robo-C memiliki 18 bagian yang bergerak, memungkinkannya untuk membuat 600 ekspresi mikro. Yang cukup menarik, robot itu memiliki teknologi Artificial Intelligence atau kecerdasan buatan berisi 100 ribu modul bicara.

“Promobot percaya bahwa robot seperti itu mampu menghilangkan penghalang dalam interaksi manusia-mesin. Robot tersebut mampu menggantikan posisi karyawan di tempat-tempat ramai, semisal kantor pos dan bank,” ujarnya.

Namun demikian, tetap masih ada kelemahan yang dimiliki oleh robot buatan startup Rusia ini. Android, yang oleh Promobot disebut sebagai mesin antropomorfik, ternyata hanya memiliki masa pakai atau daya baterai untuk delapan jam.

Kemajuan teknologi robotic memang semakin pesat. Bahkan kemampuan robot telah berubah berkat ilmuwan gila di Boston Dynamics. Robot Humanoid Atlas, yang mereka ciptakan telah menunjukkan kemampuan mirip manusia dan hasilnya sangat mengesankan.

Robot selalu memiliki keunggulan tertentu atas manusia. Mereka biasanya terbuat dari bahan yang lebih tahan lama daripada jaringan lunak yang menutupi tubuh manusia.

Sebab, robot dapat diperbaiki jika terjadi kerusakan, sehingga mereka pada dasarnya dapat “hidup” selamanya.

Tetapi robot biasanya masih kikuk ketika bergerak. Sementara, manusia selalu unggul dalam hal ketangkasan.

Namun, kemampuan robot telah berubah berkat ilmuwan gila di Boston Dynamics. Robot Atlas humanoid, yang telah menunjukkan kemampuan mirip manusia dan hasilnya sangat mengesankan.

sumber: https://telset.id/280109/mau-punya-robot-startup-rusia-ini-jual-robot-kloningan/
Rancangan Kota Neom di Arab Saudi (NEOM)
Jakarta - Banyak buruh migran Indonesia kerja di Arab Saudi. Tapi di masa depan, Saudi mau punya kota yang pembantunya robot.

Selamat datang di Neom, kota masa depan Arab Saudi super canggih yang akan segera diwujudkan jadi nyata. Kepanjangannya adalah Neo Mustaqbal atau New Future. Ini adalah mega proyek ambisius Saudi untuk beralih dari negara minyak, ke negara penuh teknologi di masa depan.

Di bawah komando Pangeran Mahkota Mohammad Bin Salman, proyek ini nilainya USD 500 miliar (Rp 6.999,9 triliun). Gila banget sih ini jumlahnya. Neom mulai digembar-gemborkan sesuai visi baru negara Arab Saudi 2030. Neom ditargetkan selesai tahun 2025, namun tahap satunya akan selesai 2020.

Dari situs resmi Neom yang dilihat detikInet, Rabu (6/11/2019) NEOM akan dibangun di Barat Laut Arab Saudi berbatasan dengan Mesir dan Yordania. Kota pinggir laut ini luasnya 26.500 km 2 atau 35 kali ukuran Singapura.

Yang digembar-gemborkan adalah, ini akan jadi kota paling canggih di dunia. Kecanggihannya meliputi energi terbarukan, teknologi air paling canggih di padang pasir, bioteknologi, manufaktur, media, teknologi digital, makanan, wisata, olahraga, pendidikan, kesehatan, hiburan dan budaya, serta jasa.

sumber: https://inet.detik.com/cyberlife/d-4775113/arab-saudi-mau-bikin-kota-pembantunya-robot-bukan-tkw
Welcome to My Blog

Popular Post

Search This Blog

Seperti Ini Pertarungan Samurai Antar-Robot

Jakarta - Masa depan yang kita biasa kita lihat di film-film fiksi ilmiah telah jadi kenyataan, meski tidak sepenuhnya akurat, yakni pe...

- Copyright © Pusat Robotika Indonesia -Robotic Notes- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -