Robot Milik NASA Terdeteksi di Planet Mars
Curiosity, kendaraan robot milik NASA. [NASA]


Curiosity, kendaraan robot milik NASA terdeteksi sedang menjelajahi planet Mars. Aksinya itu terlihat dalam pencitraan satelit yang memperlihatkan wahana rover tersebut sebagai titik kecil dari luar angkasa.

Foto terbaru yang ditangkap NASA Mars Reconnaissance Orbiter yang mengorbit di NASA itu menunjukkan titik terang di permukaan Planet Merah. Kemungkinan besar, benda itu adalah bagian kepala Curiosity.

Meski terlihat kecil dari pencitraan satelit, Curiosity sebenarnya memiliki bobot 2 ton. Foto tersebut mengungkap, robot milik lembaga antariksa Amerika Serikat ini tengah berjalan di dekat Mount Sharp untuk melakukan penelitian.

Gunung tersebut teridentifikasi memiliki lapisan bebatuan yang bisa menjelaskan informasi seputar sejarah kawasan itu, termasuk kemungkinan adanya air.

Rencananya, misi penelitian Curiosity di Mount Sharp akan berlangsung selama beberapa tahun. Lewat penelitian ini, NASA diharapkan bisa lebih memahami kondisi wilayah yang terlihat tandus tersebut.

Sementara itu, Space melaporkan bahwa penampakkan Curiosity dapat terdeteksi dari pantulan sinarnya yang tertangkap kamera High Resolution Imaging Science Experiment (HiRISE). Kamera racikan University of Arizona itu sangat sensitif dan dapat menjepret detail kecil di permukaan Mars.

Sebagai informasi, Curiosity pertama kali mendarat di Mars tahun 2012 dan dimotori oleh daya nuklir, sehingga dapat beroperasi dalam waktu yang lama.

Ukurannya sendiri sebesar mobil off-road agar bisa menjelajahi medan bebatuan, plus dilengkapi aneka perangkat penelitian canggih untuk memuluskan misinya.

Sumber : https://www.suara.com/tekno/2019/07/14/120417/robot-milik-nasa-terdeteksi-di-planet-mars
Gudang logistik semrawut, robot cerdas bisa mengemas paket dengan cermat
Gambar Robot


Tim ilmuwan Universitas Rutgers yang didanai oleh National Science Foundation menggunakan artificial intelligence untuk mengontrol lengan robot yang dapat mengemas kardus sehingga dapat menghemat waktu dan biaya.

Mempekerjakan robot di sektor logistik, ritel, dan warehouse sedang menjadi trend. Namun, di lain sisi, perusahaan masih melakukan cara manual untuk mengambil barang yang dikemas rapat di tumpukan yang tidak rapi. Ini masih menjadi kritik terhadap efisiensi gudang.

Alhasil, mengotomatiskan pekerjaan tersebut penting untuk daya saing perusahaan serta mengurangi jumlah tenaga kasar.

Selama penelitian, para peneliti menggunakan lengan robot untuk memindahkan objek dari tempat sampah ke dalam kardus pengiriman berukuran kecil serta menyusun objek dengan rapat.

Para peneliti mengembangkan software dan algoritma untuk lengan robot. Mereka juga menggunakan data visual dan dua mangkok penyedot sebagai jari untuk mendorong objek tersebut.

Hasilnya, sistem dapat menjatuhkan objek untuk ditangkap permukaan dan menggunakan data sensor untuk menarik objek sampai ke area target dan menekan objek bersama. Sistem ini didesain untuk mengatasi kesalahan dalam pengemasan.

Kajian penelitian para ilmuwan dipublikasikan di IEEE International Conferance on Robotics and Automation, tempat para finalis The Best Paper Award in Automation.

Penelitian didukung oleh The Robust Intelligence program in NSF's Division of Information and Intelligent Systems. Robust Intelligence (RI) meliputi spektrum luas dari komputasi dasar penelitian yang dibutuhkan pengertian dan memperbolehkan sistem intelligence dalam konteks yang kompleks dan realistis.

Sumber : https://industri.kontan.co.id/news/gudang-logistik-semrawut-robot-cerdas-bisa-mengemas-paket-dengan-cermat-1


Dalam kegiatan kali ini diadakan di Novotel Gajah Mada Jakarta, didukung oleh Dirjen Otonomi Daerah - Kemendagri dan Jakarta Smart City - Diskominfotik Jakarta.

Robot BEAUTY WAITRESS bertugas membawa microphone ke Ketua Umum APTIKNAS Soegiharto Santoso untuk membuka acara.



Pembukaan dengan menggunakan Robot Service dari PT Kota Cerdas Indonesia (anggota APTIKNAS) kepada Ketua Umum Soegiharto Santoso




Suasana peserta Seminar



Penyampaian materi dari Bapak Gensly, SE MPA, Kasubdit Peningkatan Kapasitas Daerah, Direktorat EKPKD - Ditjen OTDA Kemendagri


Penyampaian materi dari Bapak Billy Alkadia, Kasubag TU UP Jakarta Smart City



Foto bersama dengan Robot Service


Foto bersama dengan robot service

Silahkan kontak kami : Nurma 0881-8867333 apabila memerlukan layanan sewa Robot BEAUTY WAITRESS



Robot ini lancar berjalan di permukaan yang tidak rata
Source: IHMC via Engadget

Ketika Boston Dynamics menciptakan robot Atlas pada 2013, robot ini dapat berjalan tetapi langkah-langkahnya harus ditentukan oleh operator manusia dan dinput melalui antarmuka pengguna.

Sejak saat itu, robot telah mengalami peningkatan dan menunjukkan tingkat kelincahan yang lebih tinggi, tetapi masih memiliki kecenderungan untuk jatuh ketika berjalan. Kesulitan ini mereka alami, terutama ketika permukaan tidak rata. Sulit bagi robot untuk mengira-ngira di mana menempatkan kakinya agar dapat seimbang.

Ada sebuah software baru dari Institute for Human and Machine Cognition (IHMC) yang memungkinkan Atlas berjalan dengan instruksi manusia. Dilansir dari Engadget (5/7), software tersebut mendeteksi lingkungan sekitar menggunakan sensor robot dan mengelompokkannya menjadi beberapa bagian. Setiap bagian kemudian diinterpretasikan ke dalam serangkaian poligon untuk membuat model lingkungan, sehingga robot dapat merencanakan setiap langkahnya dari titik awal ke tujuannya.

Cara itu berarti Atlas dapat menangani medan tidak rata di antara ruang sempit. Robot dengan sistem seperti ini penting untuk tujuan membantu di daerah bencana, di mana puing-puing yang jatuh bagi layanan penyelamatan tradisional untuk mendapatkan akses.

Robot lain yang dikembangkan oleh Johnson Space Center NASA, yang disebut Valkyrie, memiliki trik yang sama, hanya merencanakan beberapa langkah ke depan ketika bergerak. Ini berarti ia dapat beradaptasi dengan perubahan di jalur atau tujuannya dengan sangat cepat.

Menggabungkan dua wawasan dari Atlas dan Valkyrie, kini robot bisa berjalan di tanah yang datar, melangkahi batu-batu, tangga dan tumpukkan balok batu. Sepertinya robot bisa bertindak sebagai responden pertama dan mengirimkan paket lebih cepat dari yang kita duga.

Sumber : https://www.tek.id/future/robot-ini-lancar-berjalan-di-permukaan-yang-tidak-rata-b1Xjl9eOH
Mahasiswa UI meraih Juara 3 Dunia pada kompetisi robot Kapal Tanpa Awak di Amerika, beberapa waktu lalu.
Mahasiswa UI meraih Juara 3 Dunia pada kompetisi robot Kapal Tanpa Awak di Amerika, beberapa waktu lalu.

Mahasiswa Universitas Indonesia yang tergabung dalam Autonomous Marine Vehicle Team UI (AMV UI),kembali mengharumkan nama bangsa pada ajang Kompetisi Robot kapal Internasional bertajuk “12th AUVSI Roboboat International” yang diselenggarakan di Florida, Amerika, beberapa waktu lalu.

Tim AMV UI berhasil meraih Juara 3 Dunia dengan mempertandingkan karya inovasi mahasiswa terkait Autonomous Surface Vehicle (ASV), berupa robot kapal atau juga dikenal sebagai kapal tanpa awak.

“Robot tersebut mampu bergerak otomatis tanpa campur tangan manusia, untuk patroli teritorial lautan yang sulit dimonitor oleh pemerintah,” ungkap Kepala Humas dan KIP UI, Rifelly Dewi Astuti kepada Radar Depok.

Pada kompetisi ini peserta harus mampu melakukan beberapa misi yakni Navigation Test, Speed Challange, Find the path, Raise the Flag, dan Automated docking.

POJOKJABAR.com, DEPOK – Mahasiswa Universitas Indonesia yang tergabung dalam Autonomous Marine Vehicle Team UI (AMV UI),kembali mengharumkan nama bangsa pada ajang Kompetisi Robot kapal Internasional bertajuk “12th AUVSI Roboboat International” yang diselenggarakan di Florida, Amerika, beberapa waktu lalu.

Tim AMV UI berhasil meraih Juara 3 Dunia dengan mempertandingkan karya inovasi mahasiswa terkait Autonomous Surface Vehicle (ASV), berupa robot kapal atau juga dikenal sebagai kapal tanpa awak.

“Robot tersebut mampu bergerak otomatis tanpa campur tangan manusia, untuk patroli teritorial lautan yang sulit dimonitor oleh pemerintah,” ungkap Kepala Humas dan KIP UI, Rifelly Dewi Astuti kepada Radar Depok (Pojoksatu.id Group).

Pada kompetisi ini peserta harus mampu melakukan beberapa misi yakni Navigation Test, Speed Challange, Find the path, Raise the Flag, dan Automated docking.

Tim AMV UI berhasil melakukan misi yang ditentukan dengan cukup baik, diamtaranya, mampu membuat kapal yang memiliki kecepatan, radius manuver, material yang mampu menunjang kapal dalam melakukan serangkain misi yang tertera seperti di atas. Selain kapal, Tim AMV UI juga membuat sebuah drone yang diluncurkan dari atas kapal dan harus bergerak secara autonomous untuk merekam sebuah gambar.

“Dari tampak aerial yang harus ditransmitkan kedalam sistem operasi kapal sehingga sangat menantang untuk dijalankan,” tuturnya.

Sumber : https://jabar.pojoksatu.id/depok/2019/07/05/kompetisi-robot-kapal-tanpa-awak-mahasiswa-ui-juara-3-dunia/



Kolaborasi Riset Telkom University - Hanbat National University Korsel

Dansektor 6 Satgas Citarum Harum Kolonel Inf Yudi Zanibar bersama tim riset Telkom University dan Hanbat National University Korea Selatan di Oxbow Bojongsoang Kab Bandung, Senin (8/7/19). by Pendam Slw
BOJONGSOANG, Balebandung.com – Sektor 6 Satgas Citarum Harum dijadikan tempat penelitian oleh Telkom University dan Hanbat National University Korea Selatan di Oxbow Desa/Kecamatan Bojongsoang Kabupaten Bandung, Senin (8/7/19).
Ketua Penyelenggara Riset Prasetio Dwi Wibawa menjelaskan Telkom University dan Hanbat National University Korea Selatan sedang berkolaborasi dalam riset sebuah robot yang jadi alat untuk mengukur kualitas air.
“Alat ini asli karya anak bangsa oleh mahasiswa Telkom University yang diberi nama water quality monitoring. Dengan alat sensor ini langsung diambil sample airnya, si, robot masuk ke air dan mengambang kepermukaan air, nanti langsung diukur kualitas airnya, ” jelas Prasetyo.
Jika robot ini dinilai berhasil, nantinya akan dibandingkan dengan hasil pengukuran secara manual di laboratorium langsung. “Kalau ini berhasil kita akan buat robot-robot berikutnya ” ujar Prasetio.
Dansektor 6 Satgas Citarum Harum Kolonel Inf Yudi Zanibar mengaku sektor yang dipimpinnya selalu mendapat kunjungan dari berbagai kalangan baik dari dalam maupun dari luar negeri, di samping masyarakat sekitar.
Untuk kalangan akademisi, kata Dansektor, selain riset dari Telkom University dan Hanbat National University Korsel ini, di Sektor 6 juga ada mahasiswa yang sedang KKN Tematik di bawah bimbingan Kang Tisna Sanjaya alias Kang Kabayan.
Tim Ichiro ITS saat menerima penghargaan juara pertama Robocup Humanoid Soccer League kategori Teen Size Technical Challenge di ajang Robocup 2019. foto : Humas ITS
Nama Indonesia patut diperhitungkan dalam ajang kompetisi robot level internasional. Perwakilan dari Indonesia mampu menjadi juara pertama dalam Robocup Humanoid Soccer League kategori Teen Size Technical Challenge di ajang tahunan Robocup 2019 di Sydney, Australia. Selain juara pertama, tim lain juga mampu unggul di deretan urutan atas.

Perwakilan dari Indonesian itu adalah tim robot sepak bola dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Jawa Timur. Para mahasiswa bersaing ketat dengan negara lain seperti Prancis, Iran, Jepang, China, Korea, Inggris, Selandia Baru, Rusia, dan lainnya.

Tidak hanya juara pertama, robot humanoid Tim Ichiro ITS ini juga sukses meraih juara ketiga pada kategori Robot Soccer Teen Size dan Kid Size Technical Challenge. Sedangkan robot soccer beroda, Tim IRIS ITS yang untuk kali pertama bertanding di ajang ini sukses meraih peringkat kelima pada kompetisi Soccer Middle Size League.

Robocup Humanoid Soccer League terbagi menjadi tiga kategori berdasarkan ukuran robot yaitu Kid Size, Teen Size dan Adult Size. Pada ajang perlombaan Robocup 2019 ini, Tim Ichiro ITS mengirimkan dua tim yaitu pada kategori Teen Size dan Kid Size.

Untuk kategori Kid Size, robot yang bertanding berukuran 40 – 90 centimeter (cm) dengan jumlah pemain maksimal empat robot untuk masing-masing tim. Sedangkan untuk kategori Teen Size, robot yang bertanding berukuran 80 – 140 cm dengan jumlah pemain maksimal tiga robot untuk masing-masing tim.

Hal ini berbeda dari tahun sebelumnya, di mana jumlah robot yang bertanding maksimal dua robot. Selain pertandingan sepak bola, dalam kompetisi Robocup Humanoid Soccer League kali ini juga terdapat beberapa kompetisi lain yang dilombakan yaitu Technical Challenge dan Drop-in Games.

“Capaian dari Tim Ichiro pada Robocup 2019 sangatlah bagus, karena telah berhasil mendapatkan ketiga prestasi sekaligus. Jika dibandingkan dengan tahun kemarin, memang Ichiro mendapatkan juara pertama robot soccer Teen Size, sedang tahun ini ada sedikit penurunan karena hanya mampu meraih juara ketiga,” jelas Pembina Tim Robotika ITS, Muhtadin ST MT.

Akan tetapi, Muhtadin mengaku prestasi tersebut patut dibanggakan dengan segala keterbatasan Tim Ichiro. Tim-tim lain yang bertanding pada kategori Teen Size hampir semuanya memiliki empat sampai lima robot humanoid.

“Sedangkan Ichiro hanya memiliki dua robot humanoid,” ungkap dosen Teknik Komputer Fakultas Teknologi Elektro (FTE) tersebut.

Muhtadin juga mengakui bahwa mahasiswa ITS memiliki daya juang yang sangat baik. Hal ini terbukti ketika pertandingan banyak sekali terjadi kerusakan mekanik dan elektronik pada salah satu robotnya. Bahkan, sering kali robot tim ITS ini mati ketika pertandingan dan harus mengganti gear set motor. Tapi mereka tidak menunjukkan rasa putus asa sama sekali.

Puncaknya, ketika malam perebutan juara ketiga, banyak motor robot yang rusak sehingga harus melakukan sistem kanibal part pada robot kelas kid size yang dibawa. Sampai tak terduga kalau kehabisan part motor dan beruntungnya mereka mendapatkan bantuan pinjaman dari tim robot Polibatam.

“Akhirnya kedua robot kami bisa berjalan dan memenangkan juara ketiga,” ungkap Muhtadin dengan rasa syukur.

Tim Iris ITS di ajang Robocup 2019 di Sidney, Australia. foto : Humas ITS
Pada Robocup 2019 di Australia ini, untuk kompetisi Robocup Humanoid Soccer League dari Indonesia diwakili tiga perguruan tinggi. Yaitu Ichiro dari ITS, Eros dari PENS dan Barelang-FC dari Politeknik Negeri Batam. Dari semua tim robot tersebut, hanya tim Ichiro ITS yang berhasil mendapatkan penghargaan.

Proses Kemenangan Tim

Leader Team Ichiro ITS, Sulaiman Ali menjelaskan bahwa di kategori teen size terdapat delapan tim dari berbagai negara besar, antara lain dari China, Iran, Australia, Jerman, Brazil, Korea, dan lain sebagainya. Pertandingan di kategori ini dibagi menjadi dua fase grup. Pada fase grup, Tim Ichiro hanya menduduki peringkat kedua.

“Hal ini dikarenakan penampilan robot Ichiro masih belum stabil untuk menyesuakan pertandingan di lapangan,” jelasnya.

Robot Ichiro dalam kategori tersebut mulai stabil pada pertandingan perempat final dan dibuktikan atas kemenangan telaknya 4-0. Selanjutnya, pada babak semi final merupakan pertandingan yang sulit bagi kedua tim.

Hal tersebut dikarenakan kedua tim ini merupakan finalis dari tahun lalu yaitu Tim Ichiro dari Indonesia dari tim dari Iran. Pertemuan keduanya pada babak semifinal itu pun berakhir dengan skor 1-3 untuk kemenangan tim Iran yang berhak melaju ke final.

Tidak menyerah sampai di situ, para robot Ichiro teen size masih harus berebut juara tiga yang mempertemukannya dengan tim dari Korea. Namun robot penyerang dari Ichiro mengalami beberapa masalah di bagian mekanik robot. Sehingga pertandingan harus berakhir imbang dengan skor kaca mata alias 0-0.

Saat dilanjutkan ke babak tambahan waktu, beruntungnya robot penyerang tim Ichiro yang bermasalah tadi sudah dapat kembali masuk ke lapangan, dan pada akhirnya Ichiro ITS sukses menekuk lawan dengan skor 3-0.

Sementara itu pada kompetisi Technical Challenge terdapat beberapa tantangan yang harus dilewati robot yaitu Push Recovery, Kicking from Moving Ball, High Kick, dan High Jump. Pada tantangan Kicking from Moving Ball, robot diletakkan pada titik penalti dan harus menendang bola dari pojok lapangan.

Sebanyak tiga kali robot Ichiro berhasil menyelesaikannya. Kemudian pada tantangan Push Recovery, Robot Ichiro juga dapat meraihnya dengan sukses, namun pada dua tantangan terakhir High Jump dan High Kick Robot Ichiro tidak dapat menyelesaikannya.

Pada tantangan High Kick terdapat kesulitan untuk menyesuaikan posisi kaki dengan bola dan pada High Jump mengharuskan robot melompat setinggi-tingginya. Hal tersebut cukup berisiko karena dapat merusak robot tersebut, sehingga tim Ichiro memutuskan tidak mengikuti tantangan tersebut.

“Meski hanya berhasil menyelesaikan dua tantangan, kami berhasil memperoleh juara pertama pada Technical Challenge kategori Teen Size ini,” urai Ali dengan bangganya

Menurut mahasiswa D3 Teknik Elektro Otomasi ini, Tim Ichiro Teen Size ini memang mengalami beberapa perubahan mekanik yang cukup banyak di tahun ini, tujuannya agar dapat membuat robot yang lebih stabil dan lincah daripada tahun sebelumnya. Ketika diuji dalam perlombaan ini, robot tersebut memang lebih cepat dari tahun sebelumnya.

“Namun masih lemah ketika bertabrakan dengan robot dari tim lain ketika pertandingan sehingga sering terjadi masalah mekanik,” imbuhnya.

Selain itu, pada tahun ini tim Ichiro Teen Size hanya membawa dua robot untuk ditandingkan, sedangkan tim dari negara lain membawa lebih dari tiga robot. Hal itu tentu membuat kompetisi menjadi lebih sulit bagi Tim Ichiro Teen Size dibanding tahun sebelumnya.

Namun di sisi lain yaitu algoritma bermain bola dan pendeteksian bola robot Ichiro Teen Size lebih bagus dibanding dari tim lain, tandas mahasiswa tahun terakhir ini.

Selanjutnya pada kategori Kid Size terdapat 16 tim dari berbagai negara di antaranya yaitu Prancis, Iran, Jepang, China, Korea, Inggris, Selandia Baru, Rusia, dan lainnya. Hebatnya, tiga di antaranya berasal dari Indonesia yaitu dari Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS), Politeknik Negeri Batam (Polibatam) dan ITS.

Sayangnya, usaha keras Ichiro pada kategori ini hanya mampu menembus sampai babak perempat final. Pada Technical Challenge Kid Size, Ichiro hanya sukses menduduki posisi ketiga.

Sedangkan untuk Tim IRIS ITS, sukses menduduki posisi ke-4 dari sembilan peserta yang ada pada Round Robin pertama. Untuk menentukan tim yang lolos ke semifinal, dilakukan tanding ulang pada Round Robin kedua. Tim IRIS ITS telah melewati pertandingan sengit dan salah satunya mendapatkan skor 1 – 0 atas Tim Musashi dari Jepang.

Namun pada akhir perlombaan, Tim IRIS ITS hanya mampu finish di peringkat ke-5. Akan tetapi, hasil tersebut merupakan sebuah pencapaian besar bagi Tim IRIS ITS. Mereka baru pertama kali ikut di ajang ini dan mampu menang dalam beberapa kali pertandingan melawan tim-tim yang sudah berpengalaman seperti tim dari Belanda dan Jepang.

Persiapan Laga Berikutnya

Target selanjutnya bagi tim Ichiro adalah mempersiapkan perlomban FIRA Hurocup 2019 yang akan diselenggarakan di Korea pada Agustus 2019 mendatang. Harapannya, prestasi sebaik mungkin bisa didapatkan seperti tahun kemarin. Yaitu, sebanyak 16 penghargaan atau bahkan melampauinya.

Dukungan kampus dan sponsor selama ini dinilai sangat baik kepada tim Ichiro. Sehingga tim bertekad untuk memberikan yang terbaik berupa prestasi terbaik untuk mengharumkan Indonesia pada tingkat internasional.

sumber:https://siedoo.com/berita-23108-persaingan-internasional-its-sabet-juara-pertama-sepak-bola-robot/
Welcome to My Blog

Popular Post

Search This Blog

Robot Milik NASA Terdeteksi di Planet Mars

Curiosity, kendaraan robot milik NASA. [NASA] Curiosity, kendaraan robot milik NASA terdeteksi sedang menjelajahi planet Mars. Aksiny...

- Copyright © Pusat Robotika Indonesia -Robotic Notes- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -