Penampilan musisi Jacopo Mastrangelo
Suasana di Piazza Navona, Kota Roma, Italia, Sabtu (4/4). Foto: REUTERS/Alberto Lingria

Italia menjadi salah satu negara terparah terdampak pandemi virus corona di dunia. Bantuan pun diberikan oleh berbagai negara, salah satunya Norwegia.

Pemerintah Norwegia bakal mengirimkan petugas medis dan logistik ke wilayah Lombardia. Mereka akan ditempatkan di salah satu kota terparah, Bergamo, selama empat pekan.


Tim yang dikirimkan tersebut terdiri dari 20-25 dokter, perawat, dan staf logistik. Mayoritas dari mereka sebelumnya pernah bekerja ketika wabah Ebola merebak di Kongo dan campak di Samoa.



Robot bantu rawat pasien di Italia
Sebuah robot yang membantu tim medis merawat pasien virus corona di rumah sakit Circolo, Varase, Italia.

Foto: REUTERS / Flavio Lo Scalzo


“Solidaritas di Eropa bukan semata teori, dan inilah saatnya untuk mempraktikkannya. Kita harus saling membantu ketika krisis melanda,” ujar Sekjen Kesehatan Norwegia Bent Hoeie.


Saat ini, Norwegia memiliki 5.640 penderita positif corona dengan 58 kematian. Angka itu sangat jauh jika dibandingkan dengan Italia.


Hingga Minggu (5/4), Negeri Pizza kini tercatat memiliki 128.948 kasus positif corona dengan angka kematian mencapai 15.887, tertinggi di dunia.



peti mati di italia untuk korban corona
Petugas menyiapkan peti mati untuk orang meninggal karena penyakit coronavirus (COVID-19) di gereja pemakaman Serravalle Scrivia, Italia. Foto: REUTERS / Flavio Lo Scalzo

Meski demikian, angka kematian itu cenderung menurun dalam beberapa hari terakhir. Terkini, terdapat 525 orang meninggal dunia akibat penyakit COVID-19 ini dalam sehari. Jumlah itu menjadi terkecil semenjak 19 Maret silam.

Sumber : https://kumparan.com/kumparannews/bantu-atasi-corona-norwegia-kirim-petugas-medis-ke-italia-1tAdcAgJWBH

Luar Biasa, Tim Robotik MAN 1 Bukittingi Produksi Alat Hand Sanitizer Tanpa Sentuh
Zulkhairi, guru Alquran Hadits MAN 1 Bukittinggi tengah merakit Handsamtu Electrik Hand Sanitizer dari galon bekas di ruang robotik. (foto: Gatot

Berbagai cara dilakukan oleh berbagai pihak untuk memutus mata rantai penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Hal ini pula yang dilakukan oleh tim robotik MAN 1 Kota Bukittinggi, yang mencoba memproduksi Handsamtu Electrik Hand Sanitizer.

Handsamtu Electrik Handsanitizer adalah produk pencuci tangan otomatis yang bekerja tanpa harus menyentuh produk tersebut. Sebab, produk pencuci tangan yang diproduksi tim robotik MAN 1 Bukittinggi ini, dilengkapi dengan alat sensor ultrasonik yang dapat mendeteksi jari tangan dengan jarak dekat. Dengan mendekatkan jari tangan ke mulut semprotan handsamtu, maka cairan sanitizer akan keluar secara otomatis.

“Produk Handsamtu Electrik Hand Sanitizer yang kita produksi ini ada tiga versi. Untuk versi pertama sudah kita produksi 2 buah, dan versi ke dua 3 buah. Sedangkan untuk Handsamtu versi tiga, saat ini tengah kita kembangkan,” ujar penggagas sekaligus pelatih robotik MAN 1 Bukittinggi, Zulkhairi, saat dihubungi HarianHaluan.Com, Minggu (5/4).

Zulkhairi menjelaskan, dari masing-masing Handsamtu yang telah diproduksi memang memiliki keunggulan dan kelemahan. Adapun keunggulan untuk Handsamtu versi pertama adalah, bisa mengeluarkan semprotan sabun pembersih secara otomatis tanpa harus menyentuh, memutar, dan menekan gagang hand sanitizer.

Sedangkan kelemahannya, katanya lagi, adalah tidak bisa mendeteksi apakah seseorang yang akan memasuki ruangan sudah mencuci tangan atau belum. Kemudian air sabun pembersih cepat habis, karena banyak anak-anak yang menjadikan alat ini sebagai bahan permainan, karena mereka melihat air sabun bisa keluar otomatis.

Untuk memperbaiki kelemahan Handsamtu versi pertama ini, terang Zulkhairi, maka tim robotik MAN 1 mencoba untuk menyempurnakannya ke versi ke dua. Adapun kelebihan Handsamtu versi ke dua ini adalah bisa mendeteksi orang yang akan mendekat ke arah cuci tangan, bisa mendeteksi orang yang sedang cuci tangan, dan bisa mengeluarkan suara sebagai pertanda ada orang yang mendekat ke lokasi tempat cuci tangan.

Untuk kelemahan Handsamtu versi dua ini adalah, tidak bisa menampilkan pesan suara yang berbentuk imbauan agar menjaga kebersihan atau cucilah tangan sebelum memasuki ruangan. Suara yag keluar hanya suara beeeppp.

Untuk memperbaiki kelemahan handsamtu versi dua ini, ujar Zulkhairi, maka dikembangkan versi 3. Kelebihan versi 3 ini adalah, ketika sensor mendeteksi ada orang yang mendekat handsamtu, maka secara otomatis terdengar suara imbauan, seperti, 'pengunjung yang terhormat biasakanlah mencuci tangan terlebih dahulu sebelum memasuki ruangan'.

Kelebihan lainnya adalah, anak-anak tidak bisa menjadikan alat ini sebagai bahan permainan, karena sensor akan mendeteksi keberadaan anak anak yang sedang memainkan hand sanitizer otomatis. Apabila ada anak-anak yang memainkan alat ini, maka akan terdengar suara keras pertanda ada orang yang masih memainkan hand sanitizer.

“Jadi pada Handsamtu versi tiga ini, ada tambahan modul mp3 untuk mengeluarkan pesan suara imbauan atau suara keras pertanda ada yang memainkan hand sanitizer,” ucap Zulkhairi, yang juga selaku guru Alquran Hadits MAN 1 Bukittinggi.

Lebih lanjut ia menyampaikan, untuk perakitan dan pemograman Handsamtu Electrik Hand Sanitizer membutuhkan waktu sekitar 90 menit atau 1,5 jam jika bahan lengkap. Bahan yang dibutuhkan itu diantaranya Arduino uno atau Nano, Motor Servo, Sensor ultrasonic atau sessor IR, botol bekas semprotan pembersih kaca, Program Arduino, Buzzer, Modul mp3, kabel dan timah solder secukupnya, dan lem lilin atau silicone. Untuk kotaknya bisa dibuat dari kardus bekas atau bisa dari bahan akcrylic.

Produk Hansamtu Electrik Hand Sanitizer ungkapnya, sangat bagus untuk pencegahan penularan Covid-19, karena produk handsamtu bekerja secara otomatis tanpa harus menyentuhnya secara langsung. Beda dengan hand sanitizer yang disediakan ditempat tempat fasilitas umum yang bekerja secara manual. Artinya orang yang menggunakannya harus menyentuh dan menekan tombol pencet sanitizer, yang bisa saja kuman atau virus menempel di benda tersebut, sehingga berpotensi dalam penularan Covid 19.

“Untuk memproduksi dalam jumlah banyak kita sangat terkendala, seperti bahan robotik harus beli dari Jakarta, komponen robot harganya cukup mahal, dan perakitannya juga di sela-sela jam istirahat atau waktu luang, karena saya juga harus mengajar. Handsamtu yang kita produksi ini juga didukung oleh kepala sekolah. Kalau ada permintaan dari masyarakat kita juga siap untuk memproduksinya,” ungkap Zulkairi.

Handsamtu yang diproduksi ini, ulasnya, termotivasi karena kurang efektifnya penggunaan sarana cuci tangan yang berada di tengah-tengan masyarakat, karena masih terjadi sentuhan terhadap benda yang sama oleh orang banyak, yang dikhawatirkan akan menularkan virus secara berantai.

“Kita melihat hand sanitizer yang disediakan difasilitas umum masih menyentuh dan menekan tombol pencet sanitizer, yang bisa saja kuman atau virus menempel di benda tersebut, sehingga berpotensi dalam penularan Covid-19. Melihat kondisi tersebut, kami termotivasi untuk membuat handsanitizer otomatis melalui sensor ultrasonik, sebagai upaya mengurangi potensi penularan bakteri maupun virus,” tukasnya.

Zulkhairi menambahkan, di balik kreatifitas seorang guru dalam berkarya ada kepala sekolah dan bendahara hebat dibelakangnya. Sebab, sehebat apupun gagasan yang dimiliki kalau tidak didukung oleh kepala sekolah, maka gagasan itu hanya tinggal di pikiran saja. (*)

Sumber : https://www.harianhaluan.com/news/detail/91599/luar-biasa-tim-robotik-man-1-bukittingi-produksi-alat-hand-sanitizer-tanpa-sentuh
Exchange Square di Hong Kong. - Justin Chin / Bloomberg
Exchange Square di Hong Kong. - Justin Chin / Bloomberg

Perusahaan patungan antara Vanguard Group dengan Ant Financial meluncurkan robot penasehat untuk menyasar konsumen teknologi finansial China yang saat ini berjumlah 900 juta pengguna.



Perusahaan patungan tersebut menawarkan jasa otomatis yang dinamakan Bang Ni Tou (Help You Invest) untuk menarik investor menanamkan modalnya minimal 800 yuan (US$113) di produk reksadana.

“Yang kami lakukan adalah membantu pengguna memilih seluruh tim sepakbola, alih-alih hanya satu pemain. Kami membantu para pengguna untuk memilih portofolio investasi yang bisa memberikan profit dalam jangka panjang,” kata Chief Executive Officer (CEO) Vanguard Investment Advisors, Investment Consultancy Co. Peter Zhang, dilansir Bloomberg, Kamis (2/4/2020).

Setelah wabah Covid-19 menyerang ekonominya, China terus melanjutkan pembukaan industri finansialnya pada April tahun ini. Para manajer aset asing bergegas menyerbu pasar dana ritel yang diperkirakan tumbuh menjadi US$3,4 triliun pada 2023.

Ant yang dimiliki oleh Jack Ma adalah sebuah perusahaan raksasa yang mengoperasikan segasa sesuatu mulai dari pembayaran, pasar uang, hingga penilaian kredit. Komisi Pengaturan Sekuritas China telah memberikan izin operasional bagi perusahaan patungan ini yang dimiliki 51 persen oleh Ant dan 49 persen oleh Vanguard.

Robot ini akan merekomendasikan portofolio yang dipilih dari 6.000 reksadana, setelah mengevaluasi risiko investor dan perkembangan investasi. Transaksi bisa dilakukan secara otomatis dan robot itu juga akan membantu investor mengubah investasinya jika diperlukan.

Para pengguna bisa mengakses fasilitas ini melalui sebuah platform manajemen aset yakni Alipay dan Ant Fortune.

Sementara itu, Clare Zhao, General Manager Vanguard Investment Management mengungkapkan tujuan kerja samanya dengan Ant adalah untuk menciptakan inovasi yang bisa gampang digunakan oleh konsumen.

Menurutnya, perusahaan patungan ini telah merekrut banyak orang, tanpa memberikan keterangan detil mengenai jumlah orang yang direkrut. Robot ini bakal membebankan biaya operasional senilai 0,5 persen kepada konsumen.

Sumber : https://kabar24.bisnis.com/read/20200402/19/1221634/ant-dan-vanguard-luncurkan-robot-penasehat-investasi-di-china
Canggih! Temani Robot Perseverance di Mars, NASA Akan Kirim Mini Helikopter
Ilustrasi planet Mars. (Shutterstock)

NASA akan meluncurkan mini helikopter ke Mars untuk membantu robot penjelajah Perseverance menjalankan misi. Helikopter tersebut lebih menyerupai drone dengan sayap selebar 1,2 meter.

Meskipun helikopter itu akan membantu Perseverance dalam menemukan target menarik, namun tujuan utamanya adalah menunjukkan bahwa teknologi ini layak digunakan. Diharapkan untuk melakukan lima penerbangan selama misi 30 hari, helikopter ini akan menjadi pesawat pertama yang lebih berat dari udara yang terbang di planet lain.
Helikopter ini diciptakan oleh insinyur Bob Balaram dan timnya. Mulanya, proyek helikopter ini dianggap sebagai gagasan yang aneh hingga akhirnya menjadi kenyataan.
"Bob berinovasi dalam desain dan menindaklanjuti visi tersebut hingga membuahkan hasil sebagai chief engineer melalui semua fase desain, pengembangan, dan pengujian," ucap Mimi Aung, manajer proyek, seperti dikutip laman IFL Science.
Helikopter ini dilengkapi dengan panel surya untuk mengisi baterai lithium-ion dan pemanas agar tetap hangat saat suhu udara Mars meningkat di malam hari.
Mesin ini akan terbang secara mandiri dalam kondisi yang berbeda dan tidak dialami oleh kendaraan terbang lain di Bumi, mengingat atmosfer Mars hanya 1 persen atmosfer Bumi. Sebagai perbandingan, itu seperti berada di ketinggian 30.000 meter di atas permukaan Bumi.
Helikopter akan diluncurkan dari Cape Canaveral pada Juli 2020 dan diperkirakan akan mendarat di Mars pada Februari 2021 di Kawah Jezero.
Para ilmuwan meyakini lokasi ini sebagai sebuah danau kuno. Perseverance akan menyelidiki proses geologis yang terjadi di danau kuno ini dan akan menilai kelayakhuniannya di masa lalu.
Setelah mendarat di Mars, helikopter tidak akan langsung berfungsi. Melainkan menunggu masa persiapan selama 2,5 bulan sebelum terbang di atas permukaan Mars.
Robot Tommy Bantu Petugas Medis Italia Merawat Pasien Positif Corona - Warta Ekonomi

Dia tidak memakai masker tetapi dia ikut membantu menyelamatkan nyawa dari virus corona. Dia adalah Tommy, robot perawat.
Tommy adalah satu dari enam robot baru yang membantu para staf medis untuk pasien virus corona di Rumah Sakit Circolo di Varese, sebuah kota di wilayah Lombardy utara yang merupakan pusat penyebaran wabah di Italia.
"Ini seperti memiliki perawat lain tanpa masalah yang berkaitan dengan infeksi," kata Dokter Francesco Dentali, direktur perawatan intensif di rumah sakit.
Robot seukuran anak kecil. Dengan mata besar yang berkedip diarahkan ke kamar dan ditinggalkan di samping tempat tidur pasien, sehingga dokter dapat merawat orang lain yang berada dalam kondisi yang lebih serius.
Mereka memantau parameter dari peralatan di ruangan, menyampaikannya ke staf rumah sakit. Robot ini memiliki wajah layar sentuh yang memungkinkan pasien untuk merekam pesan dan mengirimkannya ke dokter.
Yang paling penting, Tommy dan rekan-rekan setimnya yang berteknologi tinggi memungkinkan rumah sakit membatasi jumlah kontak langsung antara dokter dan perawat dengan pasien. Sehingga, mengurangi risiko infeksi.
Lebih dari 4.000 petugas kesehatan Italia telah terinfeksi virus di Italia dan 66 dokter telah meninggal. Korban tewas di Italia, negara yang paling terpukul di dunia dalam hal kematian, mencapai 13 ribu pada hari Rabu (1/4), lebih dari sepertiga dari semua kematian global.
"Dengan menggunakan kemampuan saya, staf medis dapat berhubungan dengan pasien tanpa kontak langsung," kata robot Tommy, yang dinamai seorang putra dari salah satu dokter, menjelaskan kepada seorang wartawan yang berkunjung pada hari Rabu.
Butuh beberapa saat bagi pasien untuk menyadari bahwa, mengingat besarnya tugas memerangi virus corona dan korban yang harus ditanggung staf medis yang bekerja terlalu keras, robot mungkin tepat seperti yang diperintahkan dokter.
"Anda harus menjelaskan kepada pasien tujuan dan fungsi robot," kata Dentali.
Menurut Dentali, reaksi awal tidak positif, terutama untuk pasien tua. "Tetapi jika Anda menjelaskan tujuan Anda, pasien senang karena ia dapat berbicara dengan dokter," katanya.
Robot juga membantu rumah sakit membatasi jumlah masker dan baju pelindung yang harus digunakan staf. Kekurangan masker telah menjadi salah satu masalah terbesar yang mengganggu sistem kesehatan nasional sejak penularan muncul pada akhir Februari.
Menurut Gianni Bonelli, direktur rumah sakit, robot perawat merupakan sumber daya yang langka. Tommy dan sesama perawat robotnya memiliki satu keuntungan lagi, mereka tidak mengalami kelelahan. Baterai segera diisi dan mereka kembali bekerja di bangsal.
Telkom University Ciptakan Robot untuk Sterilisasi Ruang Pasien Covid-19
Telkom University berhasil membuat Autonomous UVC Mobile Robot (AUMR) yakni alat yang bisa dimanfaatkan untuk desinfeksi dan sterilisasi ruang isolasi pasien Positif Covid-19 tanpa campur tangan manusia. [Antara/Dok Telkom University]

Tim dari Telkom University berhasil menciptakan Autonomous UVC Mobile Robot (AUMR), alat untuk desinfeksi dan sterilisasi ruang isolasi pasien positif Covid-19 tanpa campur tangan manusia secara langsung sehingga dapat meminimalisir penularan.
"Robot ini rencananya akan diujicobakan di Rumah Sakit Pindad Bandung dan Wisma Atlet Jakarta," kata Rektor Telkom University Prof Dr Adiwijaya dalam siaran persnya, Jumat (3/4/2020).
Adiwijaya menyampaikan AUMR ini merupakan yang pertama di Indonesia. Alat serupa digunakan di beberapa negara di dunia, salah satunya Denmark.
"Semoga alat ini bermanfaat untuk pencegahan penyebaran Covid-19 di Indonesia," katanya.
Disinfeksi dan sterilisasi ruang isolasi sangat diperlukan untuk menghilangkan dan mengurangi kontaminasi mikroorganisme (termasuk virus Covid-19) baik yang menempel pada benda (peralatan), lantai, atau udara.
Interaksi langsung tim medis terhadap pasien positif Covid-19 membuka peluang penularan yang sangat lebar. Untuk mengurangi risiko penularan terhadap tim medis, diperlukan sebuah metode dan alat disinfeksi sterilisasi yang efektif secara jarak jauh (remote).
AUMR ini bermanfaat karena ketika organisme terpapar sinar UV dalam kisaran 200 nm dan 280 nm, maka sinar tersebut akan diserap oleh DNA, RNA dan protein. Penyerapan tersebut akan menyebakan pecahnya dinding sel protein dan tentunya kematian organisme tersebut.
Penyerapan sinar UVC oleh DNA dam RNA (khususnya basa timin) menyebabkan inaktivasi untai ganda DNA atau RNA melalui pembentukan dimer timin. Jika cukup dimer diproduksi dalam DNA maka akibatnya proses replikasi DNA akan terganggu dan sel tidak dapat mereplikasi.
Robot ini nantinya dapat beroperasi hingga kurun waktu lima jam, untuk sistem kerja UVC nya bisa berlangsung sekitar satu jam.
Kontrol terhadap robot ini bisa dilakukan dalam beberapa mode, bisa menggunakan remote control, autonomous control mode dengan melakukan line tracking atau laser range navigation. Robot ini juga sudah dilengkapi sensor ultrasonic untuk menghindari menabrak benda di sekitarnya.
Untuk biaya riset dan pengembangan, Robot AUMR ini menelan anggaran sekitar Rp 250 juta. Jika dibandingkan dengan robot AUMR dari luar yang harganya mencapai 80.000 hingga 90.000 dolar Amerika Serikat. [Antara]
Unik bin Ajaib! Gegara Corona, Wisuda di Universitas Ini Diwakili 'Badan' Robot! - Warta Ekonomi

Jepang dan robot adalah dua hal yang erat berkaitan. Banyak aspek kehidupan di sana yang dimudahkan menggunakan robot, termasuk untuk mewakili para wisudawan Universitas BBT dalam upacara kelulusan belum lama ini.
Demi menghindari penyebaran corona, universitas itu menggunakan robot bernama 'Newme' dalam upacara wisuda untuk mewakili tubuh wisudawan. Uniknya, di bagian kepala robot terdapat layar yang memuat avatar perwakilan wisudawan.
"Upacara itu melibatkan empat perwakilan lulusan, dua sarjana dan dua magister sekolah pascasarjana Universitas BBT," lapor laman Robotstart Info, dikutip Kamis (2/4/2020).
Namun, seluruh murid Universitas BBT dari berbagai negara juga turut serta dalam upacara kelulusan daring pada Sabtu (28/3/2020) lalu di Hotel Grand Palace, Chiyoda-ku, Tokyo. Mereka menyaksikan seluruh proses melalui layanan panggilan video Zoom.
Salah satu wisudawan berkata, "ketika saya menjadi mahasiswa di BBT, saya tak pernah berpikir akan mengoperasikan avatar saya dalam upacara wisuda. Ini adalah pengalaman baru."
Avatar komunikasi dan robot 'Newme' dirancang dan dikembangkan oleh ANA Holdings, bekerja sama dengan Universitas BBT.
Dekan Administrasi Bisnis Global BBT, Shugo Yanaka sebagai perencana acara itu menyampaikan, pengenalan avatar itu pada akhirnya bisa mewujudkan wisuda daring di lingkungan kampusnya.
Welcome to My Blog

Popular Post

Search This Blog

Bantu Atasi Corona, Norwegia Kirim Petugas Medis ke Italia

Suasana di Piazza Navona , Kota Roma, Italia, Sabtu (4/4). Foto: REUTERS/Alberto Lingria Italia menjadi salah satu negara terparah terd...

- Copyright © Pusat Robotika Indonesia -Robotic Notes- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -