Sunday, May 5, 2019

Perkembangan teknologi informasi serta otomasi industri sangat pesat. Komputer sebagai bagian yang tak terpisahkan dengan industri itu sendiri, mau tidak mau dan tidak bisa dihindari akan ber integrasi dengan disiplin ilmu ilmu lain seperti mekanika, elektronika, pemrograman dan lain lain. Munculnya mekatronika (ilmu mekanik dan elektronika), dalam berbagai wujud (misal alat alat industri termasuk robot), kemudian ditambah “kecerdasan buatan” sebagai otaknya, maka muncullah wujud robot yang cerdas.

Robotika adalah perpaduan berbagai disiplin ilmu, khususnya mekanik, elektronik dan komputer. Perpaduan mekanik dan elektronik, bisa tercipta robot robot sederhana yang memiliki banyak manfaat, baik manfaat hiburan atau yang lebih serius untuk membantu berbagai bidang misal bidang industri. Sedangkan mekatronika (mekanik dan elektronika) ditambah unsur komputer (khususnya pemrograman) sebagai otak buatan, terciptalah robot yang cerdas, dengan berbagai bentuk dan manfaatnya.

Robotika adalah multidisiplin dengan komputer, elektronika dan mekanika sebagai ilmu dasarnya. Namun begitu tidak terbatas bagi pengajar untuk melibatkan ilmu-ilmu lain seperti biologi dan anatomi. Dengan robotics walker kit (kit robot berkaki/ berjalan),  para guru/dosen dapat melibatkan siswanya untuk mengamati gerakan kaki serangga dan mensimulasikannya sebelum diprogram ke robot walking kit (2 kaki, 4 kaki atau 6 kaki).

Nah……Lembaga Pendidikan Robotika Unik Robot Purwokerto, mencoba menyediakan dan menyalurkan kegemaran dan pengetahuan robotika, serta merancang standar kurikulum bagi siswa SD, SLTP, SLTA, hingga mahasiswa serta hobiis (penggemar).


Siswa / mahasiswa sebagai obyek pelatihan dan pendidikan dituntut aktif dan kreatif serta terlibat langsung dalam proses perakitan, pengoperasian serta mempraktekan materi materi latihan yang tersedia. Justru hal hal itulah (aktif, bebas berkreasi, praktek langsung) yang menjadikan pelatihan robotika menjadi menyenangkan.

Tentu saja materi serta kurikulum disesuaikan dengan tingkat kemampuan peserta didik / peserta pelatihan. Untuk siswa SD, lebih pada ”bermain” robot dengan tetap menjaga unsur pendidikan. Merakit berbagai bentuk mesin/ mekanik dan merangkai sistem elektroniknya ( untuk mempalajari, gear, roda, dinamo motor, batu batre, dll), menjadi materi materi awal robotika untuk Siswa SD.

Materi awal tersebut, tentu saja semua diawali pengtahuan awal, tentang apa itu robot, apa gunanya, jenis jenisnya, juga sejarah robot. Belajar robotika dengan mempelajari mekanik dan elektronik saja, sudah bisa tercipta berbagai jenis robot mekanik, atau berbagai robot mainan. Tentu saja diharapkan mereka mempelajari dan memperhatikan sistem kerja robot robot tersebut.

Pada tingkat SLTP dan SLTA, selain belajar mekanik (diumpamakan sebagai badan pada manusia / mahluk hidup lain), kemudian belajar elektronik (diumpamakan sebagai panca indra pada manusia/ mahluk hidup lain, karena bisa berupa sensor sensor), juga mulai mempelajari pemrograman (sebagai otaknya robot).

Pada tingkat perguruan tinggi, atau juga untuk para hobiis (ada lho penggemar yang ”sudah bapak bapak”, untuk bersantai dari rutinitas kerja katanya), materi robotika mengajak mereka tidak hanya mengerti prinsip dasar robotika dan pemrograman namun juga ditantang untuk memodifikasi program dan konstruksi robot. Pemrograman micro-controller menjadi pilihan dimana mahasiswa diajak untuk belajar pemrograman microcontroller mulai dari yang sangat sederhana mengaktifkan flip-flop hingga menjalankan manipulator robot. Selain itu, pelatihan micro-controller dengan robotics kit memberikan banyak kemungkinan dan sangat bervariasi.

Robotics kit dapat juga digunakan dalam implementasi artificial intelligent (AI), / kecerdasan buatan,  sistem sensor, model sistem otomasi kontrol dan bagi yang sekedar hobi, kit dapat ditambahkan aksesories seperti sensor, kamera, motor, rangkaian elektronika hingga kepengembangan software dan modifikasi kit.

Belajar pemrograman dengan objek robot membuat proses belajar menjadi lebih menarik dan nyata. Mulai dengan pemrograman Basic hingga ke pemrograman C, siswa secara bertahap belajar pemrograman sehingga pemahaman komputer hanya untuk mengetik dan bermain akan bergeser menjadi pemikiran bahwa komputer telah menjadi bagian dari teknologi sistem kontrol dan akusisi data. Wah….rumit ya? …..nggak juga, baca terus deh artikel ini….

Pemrograman Robot, tidak sulit lho……..

Hal yang biasanya ditakuti siswa dalam belajar robotika adalah pemrograman. Walaupun belajar robotika, tanpa pemrograman, sudah bisa tercipta berbagai robot sederhana (robot non programming).

Dengan berkembangnya tehnologi, kita bisa ”memilih” jenis pemrograman robot mau yang mudah atau yang sulit. Untuk yang relative gampang, bahkan anak anak SD juga bisa membuat programnya, bisa kita pilih pemrograman grafis. Pemrograman grafis yaitu dengan menyusun gambar gambar sebagai simbol dari item program.

Misal kita pilih gambar dinamo motor, bisa kita pilih, kecepatan putarmotor, juga mau berputar searah atau berlawanan dengan jarum jam. Pilih gambar ”jam pasir” misalnya, kemudian kita bisa pilih motor berputar berapa waktu (detik, menit atau jam), dst…dst… Kombinasi kombinasi gambar dan pilihan, akan banyak sekali variasinya. Kreativitas memilih, menyusun simbol simbol tersebut menjadi program dan otak robot, manjadi sangat menarik.

Pemrograman yang relativ lebih rumit yaitu dengan bahasa program  (pemrograman Basic hingga ke pemrograman bahasa C), dengan menulis dan mengetik satu persatu ”perintah2” yang kita inginkan. Mau lebih mudah? Bisa juga dengan copy paste dari program program yang sudah jadi.

Artinya, pemrograman robot itu tidak sulit.

Mau belajar Robotika?

Ayo dong anak anak Indonesia, jangan hanya jadi USER tapi juga bisa jadi MAKER. (Jangan hanya jadi pengguna, tapi juga pembuat …. bener gak tuh bahasa Inggrisnya?).

Gimana?

SUMBER: https://hariwahyudisukarno.wordpress.com/2011/02/22/apa-sih-robotika-itu/

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

Welcome to My Blog

Popular Post

Search This Blog

- Copyright © Pusat Robotika Indonesia -Robotic Notes- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -