Monday, May 6, 2019

SEJUMLAH peserta saat bertanding pada ajang Kontes Robot Indonesia (KRI) 2019 di Kampus Itenas, Jalan PHH Musthopa, Kota Bandung, Sabtu, 4 Mei 2019. Acara yang berlangsung selama tiga hari tersebut diikuti sebanyak 63 tim yang merupakan perwakilan dari 31 perguruan tinggi.*/ARMIN ABDUL JABBAR/PR

BANDUNG, (PR).- Telkom University, Universitas Budi Luhur, dan Institut Teknologi Bandung akan bertarung di ajang Kontes Robot Indonesia (KRI) 2019 tingkat nasional setelah berjaya di tingkat regional 2. Mereka akan bertanding dengan jawara dari tiga regional lainnya.

KRI merupakan agenda tahunan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek-dikti). Kontes ini menjadi ajang kreativitas mahasiswa dalam rancang bangun dan rekayasa bidang robotika dengan desain dan fungsi yang telah ditetapkan oleh Asian Broadcasting Union Robot Contest (ABU ROBOCON), Trinity College Home Robo Contest, dan International Soccer Robocup.

Wilayah regional 2 terdiri dari empat provinsi, yaitu Jawa Barat, Banten, DKI Jakarta, dan Kalimantan Barat. Sebanyak 63 tim dari 31 perguruan tinggi di wilayah regional 2 telah ikut serta dalam kompetisi ini. Regional lainnya adalah Regional 1 (Sumatera), Regional 3 (Jawa Tengah, Yogyakarta, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan), dan Regional 4 (Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara, Malulu, dan Papua).

Pada kontes tingkat regional 2, terdapat empat divisi robot yang dipertandingkan, yaitu Kontes Robot ABU Indonesia (KRAI), Kontes Robot Pemadam Api Indonesia (KRPAI) Tipe Berkaki, Kontes Robot Sepak Bola Indonesia (KRSBI) Beroda, dan Kontes Robot Seni Tari Indonesia (KRSTI). Kontes ini telah digelar di Gedung Serba Guna Bale Dayang Sumbi Kampus Itenas, Kota Bandung, sejak Kamis, 2 Mei 2019, hingga Sabtu, 4 Mei 2019.

Para pemenang KRI 2019 regional 2
Berdasarkan keputusan tim juri, juara 1 divisi KRAI ialah Tim Robics dari Telkom University. Disusul oleh Tim Robucom dari Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka sebagai juara 2 dan juara 3 Tim El Forza 19 dari Politeknik Negeri Jakarta. Tim Robics juga mendapat gelar sebagai Desain Terbaik, sementara Tim Blue Deep dari Universitas Budi Luhur mendapat gelar Strategi Terbaik.

Pada divisi KRPAI Berkaki, juara 1 diraih oleh Tim Elektro Squad dari Universitas Budi Luhur. Juara 2 diraih oleh Tim Kiro-Afna dari Politeknik Manufaktur Bandung.

Juara 1 divisi KRSBI Beroda diraih oleh Tim Dagozilla dari ITB. Juara 2 diraih oleh Tim Rostu dari Telkom University, disusul oleh Tim Elektro Squad dari Universitas Budi Luhur. Sementara, Desain Terbaik dimenangkan oleh Tim Rostu dan Tim Dagozilla menyabet gelar Strategi Terbaik.

ITB sekali lagi meraih juara 1 pada divisi KRSTI, kali ini oleh Tim Dago Concordia. Sementara, Tim Ya Salam 19 dari Politeknik Negeri Jakarta mendapat gelar Artistik Terbaik.




Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Itenas yang juga Ketua Panitia KRI 2019 Regional 2, Meilinda Nurbanasari, mengatakan, tim pemenang dan tim terbaik di tingkat regional akan ikut KRI 2019 tingkat nasional. Kegiatan itu akan diselenggarakan pada 19-23 Juni 2019 di Universitas Dian Nuswantoro, Semarang.

Pemenang pertama KRAI tingkat nasional akan mewakili Indonesia di ABU Robocon 2019 di Ulaanbaatar, Mongolia. Sedangkan, juara pertama KRPAI nasional akan mewakili Indonesia di Trinity College International Robot Contest di Trinity College Hartford, Connecticut, Amerika Serikat. Sementara, juara pertama KRSBI tipe humanoid nasional akan mewakili Indonesia di internasional Robocup.

Mengembangkan ilmu robotika dan media pembelajaran berbasis proyek

Direktur Kemahasiswaan Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristek-dikti, Didin Wahidin, mengatakan, KRI merupakan agenda tahunan yang tujuannya bukan semata-mata untuk mengembangkan ilmu robotika. Kontes ini juga sebagai media pembelajaran berbasis proyek.

"Mereka mulai berlajar dari membuat proposal, membuat robot, mengadu robot, dan mengevaluasi robotnya. Selain mengasah ilmu robotika, mereka juga mengasah kerja sama tim, sopan santun menghargai lainnya, daya juang, tidak hanya robotnya," katanya.

Sementara, Rektor Itenas, Imam Aschuri, mengatakan, persaingan di regional 2 ini tergolong sengit. Kompetisi itu juga tidak membedakan antara perguruan tinggi negeri dan swasta sehingga membangun atmosfer yang sangat baik.

Imam menambahkan, ajang ini penting untuk berbagi pengetahuan dan berjejaring. "Menang kalah itu sudah biasa. Bagaimana mereka melakukan yang terbaik, itu yang harus kita bangun. Kalau terbaik pasti bermanfaat untuk bangsa dan negara," katanya.***

sumber:https://www.pikiran-rakyat.com/pendidikan/2019/05/05/kontes-robot-indonesia-2019-tim-dari-tiga-perguruan-tinggi-di-regional-2-akan-bertarung-di-tingkat-nasional

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

Welcome to My Blog

Popular Post

Search This Blog

- Copyright © Pusat Robotika Indonesia -Robotic Notes- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -