Thursday, September 5, 2019

Mukhammad Raihan Al Hakim dan Muhammad Daffa Akbar Alamsyah, murid Madrasah Aliyah Negeri 1 Pasuruan, yang menjadi juara dalam lomba robot di Jepang. (man1pasuruan.sch.id)
Mukhammad Raihan Al Hakim dan Muhammad Daffa Akbar Alamsyah, murid Madrasah Aliyah Negeri 1 Pasuruan, yang menjadi juara dalam lomba robot di Jepang. (man1pasuruan.sch.id)

Siswa MTs Negeri 8 Kalijambe, Sragen, M Miftahul Risqi meraih penghargaan performance award pada kompetisi robotik tingkat internasional di Thailand.

“Alhamdulillah, siswa kami berhasil meraih penghargaan pada kompetisi robotik tingkat internasional,” kata Kepala MTsN 8 Sragen, Muawanatul Badriyah, Selasa 3 September 2019

Kompetisi bertitel World Robot Games (WRG) itu merupakan ajang lomba robotika internasional yang diadakan setiap tahun.

Kegiatan yang diselenggarakan di Bangkok ini diikuti oleh 1220 peserta dari 10 negara antara lain Thailand, Singapura, Philipina, Vietnam, China, Malaysia, Taiwan, Bhutan, Myanmar dan Indonesia.

WRG yang digelar 29 Agustus 2019-3 September 2019 itu terbuka untuk umum, baik untuk bidang penelitian robotika, pendidikan dan teknologi.

Sedangkan tema yang diusung adalah “Robotic at Home” yang mempromosikan dan mendorong penggunaan teknologi robot dalam rumah.

Dalam lomba tersebut ada beberapa cabang lomba atau kategori lomba yang dipertandingkan di antaranya Sumo Robot, Line Tracing, Search Robot and Rescue MINI, Robot Rugby and Innovative, dan Line Tracing X-Treme.

Pada kompetisi robotik tersebut, Miftahul Risqi meraih penghargaan Performance Award untuk kategori Line Tracing Robort Extreme.

Satu hal yang membanggakan karena dikategori Line Tracing Robot Extreme, Miftahul Risqi harus berkompetisi dengan peserta dewasa.

“Ini menunjukkan bahwa siswa madrasah di desa mampu berprestasi pada ajang yang membutuhkan kemampuan teknologi masa depan,” ujar Muawanatul.

Muawanatul Badriyah menjelaskan line tracing robot extreme adalah lomba line tracing robot yang memiliki jalur lintasan extreme alias sulit dilalui.

Misalnya, tantangan melalui lintasan berbentuk roller coaster. Jika peserta tidak pandai memprogram robotnya maka resiko robotnya akan rusak karena jatuh dari ketinggian dengan kecepatan yang tinggi.

Tetapi semua itu dapat dilalui oleh Miftahul Risqi dengan baik sehingga dia menjadi pemenang dalam kompetisi robotik tersebut. Kelihaian itu pula yang mengantarnya menyisihkan peserta yang kebanyakan usianya lebih tua dari dia.

Sumber : https://tekno.tempo.co/read/1243733/siswa-mtsn-sragen-juara-kompetisi-robotik-di-thailand/full&view=ok

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

Welcome to My Blog

Popular Post

Search This Blog

- Copyright © Pusat Robotika Indonesia -Robotic Notes- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -