Thursday, October 31, 2019

Robot Orak-arik Gabah karya Else Windasari menjadi juara dua di KJSA 2019 kategori SMP.
Setiap hari, kita pasti makan nasi. Entah itu nasi putih, nasi merah, atau nasi yang sudah diolah menjadi nasi goreng.

Teman-teman pasti tahu bahwa nasi berasal dari beras. Sedangkan beras berasal dari tanaman padi yang benama Latin Oryza sativa.

Setelah dipanen, gabah akan dipisahkan dengan tangkainya. Tangkainya akan disebut sebagai jerami.

Sedangkan gabah merupakan bulir padi yang sudah dipisahkan dari tangkainya, teman-teman.

Gabah kemudian diolah sehingga kulitnya akan terlepas dari isinya. Nah, isinya inilah yang menjadi beras.

Untuk mengolah gabah, biasanya para petani akan mengorak-arik gabah dengan menggunakan kaki.

Sayangnya, proses ini bisa membuat kaki petani terasa panas dan gatal-gatal.

Dari masalah ini, seorang siswa kelas 9 SMPN 1 Jetis Ponorogo bernama Else Windasari membuat sebuah karya bernama Robot Orak-arik Gabah.

Karya Ilmiah Bernama Robot Orak-arik Gabah

Pada acara Kalbe Junior Scientist Award 2019, Else membuat sebuah alat bernama Robot Orak-arik Gabah dan berhasil menjadi juara dua kategori SMP.

Sesuai dengan namanya, alat ini digunakan untuk mengorak-arik gabah, tapi dengan bantuan teknologi.

Jadi, robot ini bisa mengorak-arik gabah untuk memeratakan panas pada gabah sehingga bisa kering dengan cepat.

O iya, robot ini bisa dikendalikan dengan ponsel dari jarak jauh, lo. Dengan begitu, para petani tidak perlu melakukan kontak langsung dengan gabah.

Ide Berasal dari Pengalaman Petani di Sekitar Rumahnya

Else tinggal di sebuah rumah di Kabupaten Ponorogo. Di sana, banyak orang yang bekerja sebagai petani.

Suatu hari, Else mendengar cerita pengalaman dari salah satu petani yang juga merupakan tetangganya.

Petani itu bercerita bahwa kakinya terasa gatal-gatal setiap kali menjemur padi. Petani itu juga merasa panas karena bekerja di bawah sinar Matahari.

Petani itu juga harus bekerja keras supaya gabah bisa kering dengan cepat dan merata.

Nah, dari cerita itulah, Else berpikir untuk membuat sebuah alat untuk mengorak-arik gabah yang bisa dikendalikan dengan ponsel.

Dengan alat ini, petani tidak perlu bekerja di bawah sinar Matahari untuk mengorak-arik gabah karena robot ini bisa dikendalikan dari jarak jauh.

Selain itu, para petani pun tidak perlu lagi merasakan gatal di kaki karena tidak perlu melakukan kontak langsung dengan gabah.

Robot Orak-arik Gabah ini diharapkan bisa memajukan pertanian di daerah-daerah di Indonesia, khususnya di Kabupaten Ponorogo sebagai daerah asal Else.

sumber: https://bobo.grid.id/read/081902873/membuat-karya-ilmiah-robot-orak-arik-gabah-karya-else-windasari?page=all

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

Welcome to My Blog

Popular Post

Search This Blog

- Copyright © Pusat Robotika Indonesia -Robotic Notes- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -