Wednesday, December 18, 2019

Direktur PT Esky Multimedia Indonesia, Harry L, bersama Temi, robot yang menggunakan teknologi artificial intelligence (AI). ( Foto: Suara Pembaruan / Dina Fitria Anisa )
Perkembangan teknologi robotik saat ini menjadi pusat perhatian dunia, tidak terkecuali di Indonesia. Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun belum lama ini menyampaikan gagasan untuk menggantikan sejumlah pekerjaan aparatur sipil negara (ASN) dengan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Direktur PT Esky Multimedia Indonesia, Harry L pun menyambut baik gagasan tersebut. Ia mengatakan, kendati pemakaian teknologi AI masih dilakukan secara terbatas di industri dalam negeri, tetapi sejauh ini tren penggunaan teknologi robot dalam proses produksi industri di Indonesia kian menanjak.
“Kehadiran robot dengan kecerdasan buatan akan sangat membantu di berbagai sektor tanpa harus mengurangi lapangan pekerjaan di Indonesia. Kita bisa lihat beberapa negara maju juga sudah menggunakan robot AI untuk meningkatkan efisiensi dan kinerja perusahaan,” ujar Harry kepada Beritasatu.com di Jakarta, Sabtu (14/12).
Demi meramaikan era robot di Indonesia, Harry pun mencoba hadirkan robot dengan kecerdasan buatan pertama di Indonesia, yang dikenal dengan nama Robotemi. Inovasi yang dibuat oleh peneliti asal Amerika Serikat (AS) Yossi Wolf ini memiliki kemampuan spesial yaitu, telepresence.
Harry menjelaskan, telepresence adalah sebuah set teknologi yang bisa mewakili keberadaan seseorang di tempat tertentu. Dengan teknologi ini, robot ini bisa dikendalikan oleh pemilik walau dari jarak jauh. Dengan kata lain, kehadiran Robotemi sama halnya dengan fungsi gawai yang memiliki fitur video call. Hanya saja, Robotemi memiliki kemampuan lebih untuk bergerak dan berjalan sesuai dengan perintah penggunanya.
“Jadi, Temi ini sangat cocok untuk menjadi asisten pribadi seseorang. Apabila anda tidak ada di rumah, Temi bisa menjadi asisten yang dapat dipercaya untuk mengontrol keadaan rumah. Sementara, apabila Temi dipercaya menjadi asisten di kantor, maka dia bisa menggantikan anda untuk mengontrol kinerja karyawan, bahkan melakukan meeting bersama klien, walau anda tidak berada di tempat yang sama,” terangnya.
Cara mengoprasikan Robotemi terbilang cukup mudah. Pengguna hanya perlu mengunduh aplikasi Temi yang telah tersedia di Playstore ataupun di App Store. Satu robot Temi bisa mengingat sekitar 99 kontak telepon yang secara langsung dapat tersambung dengan sistem telepresence.
Robot pribadi yang mengadopsi platform Alexa dari Amazon ini terdiri atas tablet berukuran 10 inci yang didesain sebagai pusat kendali. Kemiringan layar tablet juga bisa disesuaikan dengan cara pelacakan wajah pengguna.
Lebih lanjut, tablet itu juga membuat Temi memiliki fungsi yang beragam, mulai dari memutar musik, video, menjadi fotografer, hingga mengontrol perangkat pintar di kantor atau rumah.
Selain itu, untuk memudahkan perangkat ini bergerak sesuai kehendak pengguna, Robotemi pun dilengkapi perangkat Light Detection and Ranging (Lidar). Lidar adalah sebuah teknologi peraba jarak jauh optik yang mengukur properti cahaya yang tersebar untuk menemukan jarak dan atau informasi lain dari target yang jauh. Metode untuk menentukan jarak menuju objek atau permukaan adalah dengan menggunakan pulsa laser.
Tidak hanya itu, dengan aplikasi tambahan yang akan dirilis pada awal 2020 nanti, Robotemi pun bisa menjadi lebih sempurna untuk menjadi asisten pribadi. Semisal memprogram Robotemi untuk menjadi pelayan di restoran, resepsionis di kantor, ataupun menjadi penjaga lansia di rumah, lengkap dengan fitur kesehatan yang memadai.
Kekurangan
Meskipun terbilang hampir sempurna, Temi juga masih memiliki beberapa kekurangan. Pertama, Temi tidak memiliki kemampuan waterproof alias tahan air. Padahal, ini adalah salah satu kelebihan yang menjadi pertimbangan seseorang memiliki perangkat elektronik.
Hal lain berkaitan dengan kestabilan jaringan wi-fi atau internet. Perlu diketahui bahwa, robot yang menggunakan teknologi AI membutuhkan jaringan wi-fi untuk menyalurkan perintah atau informasi, yang telah di-coding (diprogram) sebelumnya. Dengan demikian, robot dapat melakukan pekerjaan sesuai keinginan pembuatnya.
“Kegesitan dari Temi memang mengikuti kestabilan internet di rumah atau kantor. Pun demikian, untuk mengoprasikan Temi tidak butuh internet yang terlalu cepat, sekitar 10 megabyte per detik sudah cukup, tetapi harus stabil,” terang Harry.
Dengan segala kelebihan dan kekurangan yang dimiliki Temi, harga yang ditawarkan untuk membawa robot pintar ini sampai ke rumah sekitar Rp 45 juta. Itu belum termasuk program aplikasi yang dirancang untuk kebutuhan yang lebih spesifik. Robotemi bisa langsung dipesan melalui temisolutions.id.

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

Welcome to My Blog

Popular Post

Search This Blog

- Copyright © Pusat Robotika Indonesia -Robotic Notes- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -