Friday, January 24, 2020

Petugas mendeteksi suhu tubuh penumpang di sebuah mobil yang melintas di jalan tol di Wuhan, Provinsi Hubei, Cina, 23 Januari 2020. Kota Wuhan menjadi tempat pertama kasus virus Corona ditemukan. China Daily via REUTERS
Petugas mendeteksi suhu tubuh penumpang di sebuah mobil yang melintas di jalan tol di Wuhan, Provinsi Hubei, Cina, 23 Januari 2020. Kota Wuhan menjadi tempat pertama kasus virus Corona ditemukan. China Daily via REUTERS

Dokter di Amerika menggunakan robot medis untuk merawat orang pertama yang terkonfirmasi terinfeksi virus corona misterius dari Cina. Si pasien kini dirawat di salah satu rumah sakit di Everett, Washington, Amerika Serikat, dengan kesadaran bahwa virus telah menyebabkan 17 orang meninggal dan menginfeksi lebih dari 500 orang lainnya.

George Diaz, kepala bagian penyakit menular di Pusat Medis Regional Everett, mengatakan bahwa pasien itu berada dalam kondisi yang baik. “Dia berada di ruangan pasien berukuran 20x20 kaki (6x6 meter). Kami mengoperasikan robot, yang dilengkapi kamera, mikrofon dan stetoskop,” katanya seperti dikutip Guardian, Rabu 22 Januari 2020.

Si pasien diketahui pria berusia 30-an tahun dan merupakan warga negara Amerika. Dia baru kembali dari perjalanan ke Cina dan didiagnosis terinfeksi 2019-nCoV di Seattle.

Diaz menuturkan, pasien itu dijemput di rumahnya dan dibawa ke rumah sakit dengan ambulans. Dia langsung dibawa ke unit isolasi di Isopod, yang merupakan brankar tertutup. “Penggunaan robot merupakan salah satu dari banyak cara rumah sakit bekerja untuk mengurangi risiko penyebaran virus,” ujar dia.

Menurut Diaz, ini adalah pertama kalinya Pusat Medis Regional di Everett memasukkan seorang pasien ke unit patogen khusus. Rumah sakit itu telah mempersiapkan kemungkinan isolasi itu sejak 2015, ketika mereka merespons wabah Ebola di Afrika Barat.

Rumah sakit tersebut saat ini memiliki dua unit kamar isolasi itu dan menyatakan menyiapkan setidaknya 10 kamar tambahan, jika ada kebutuhan. “Sekarang ketika seseorang, misalnya, ke UGD, hal pertama yang ditanyakan adalah apakah bepergian ke Cina dalam 14 hari terakhir atau dekat dengan seseorang yang pernah bepergian ke Cina," kata Diaz.

Rumah sakit juga hanya menyediakan satu titik pintu masuk untuk unit patogen khusus, yang dijaga oleh petugas keamanan. Pengunjung juga diwajibkan memakai helm jenis khusus yang disebut CAPR, sekaligus perlindungan tubuh penuh, gara-gara ancaman virus corona dari Wuhan.

Sumber : https://tekno.tempo.co/read/1299058/dokter-amerika-pakai-robot-rawat-pasien-virus-corona-wuhan/full&view=ok

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

Welcome to My Blog

Popular Post

Search This Blog

- Copyright © Pusat Robotika Indonesia -Robotic Notes- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -