• Breaking News

    Mahasiswa UNS Ciptakan Robot Mobil Pencari Korban Bencana

    Mahasiswa UNS Ciptakan Robot Mobil Pencari Korban Bencana. ©2020 Merdeka.com
    Maraknya bencana di Tanah Air, mendorong sejumlah mahasiswa jurusan Elektro Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta berkreasi. Mereka menciptakan prototipe robot mobil pencari korban bencana.

    "Robot ini bisa mendeteksi keberadaan manusia dengan menggunakan kamera infrared yang bisa memindai suhu badan manusia," ujar Syaifullah Filard Lafifan, salah satu mahasiswa, saat ditemui wartawan di gedung Rektorat UNS, Kamis (9/1).

    Para pembuatnya robot lainnya, Taufik Widyastomo dan Nada Sydza Azizah sempat memperagakan penggunaan robot tersebut. Mereka menggerakkan mobil tersebut melalui laptop. Sebagai penghubung dengan laptop, mobil tersebut dipasang ponsel. Untuk sementara, mereka masih menggunakan jaringan internet wifi ponsel.

    Ke depan akan menggunakan pemancar portable agar bisa digunakan seluas-luasnya. Pihaknya tidak menggunakan gelombang radio karena belum bisa menerima data gambar.

    "Karena robot mobil ini masih berupa prototipe, maka masih pakai wifi handphone atau router. Jadi hanya bisa 10 meter," jelasnya.

    Ia menjelaskan, roda robot tersebut didesain seperti tank. Saat ini, dikatakannya, prototipe tersebut masih berukuran kecil. Nantinya robot dibuat lebih panjang agar lebih stabil ketika melintas medan sulit, seperti saat tanah longsor atau di jurang.

    "Kita rencana akan pakai sasis lebih besar, bahannya alumunium dan karbon. Baterai DC berkapasitas 27 ribu mAh, bisa bertahan sampai 6 jam," jelasnya lagi.

    Robot tersebut juga dipasangi kamera dan infra merah sehingga bisa mendeteksi suhu tubuh. Menurutnya, manusia akan terlihat berwarna merah-kuning saat dideteksi menggunakan infra merah. Bahkan bisa diketahui juga kondisi korban masih hidup atau sudah meninggal.

    Mereka juga masih mengembangkan agar robot bisa digunakan berkomunikasi dua arah. Saat ini robot baru bisa mentransmisikan suara dari lapangan.

    "Kami butuh waktu 3 bulan untuk merakit prototype robot ini. Dananya tak sampai Rp 2 juta untuk menghasilkan robot ini," katanya.

    Taufik menambahkan, ide awal pembuatan robot tersebut ialah karena keterbatasan manusia untuk mencapai lokasi bencana. Robot tersebut berguna untuk mengetahui keberadaan korban.

    "Selain melakukan survei terlebih dahulu, robot ini juga bisa membawa first aid kit agar korban yang masih bernyawa bisa bertahan," tutupnya. sumber : https://www.merdeka.com/peristiwa/mahasiswa-uns-ciptakan-robot-mobil-pencari-korban-bencana.html

    No comments

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad