Friday, January 17, 2020

Orang Tua di Cina Uji DNA Bayi Untuk Ketahui Bakat Anak

Selama ratusan tahun, operasi medis dilakukan oleh manusia. Itulah kenapa penting untuk memiliki dokter bedah yang kompeten dan sadar. Dokter bedah tidak boleh mengantuk, mabuk atau dalam pengobatan saat mengoperasi pasien. Langkah yang salah, sekalipun kecil, bisa mengakibatkan pasien mati.


Tapi, di masa depan, masalah ini bisa dihindari dengan penggunaan robot. Seorang pria di Australia akan jadi pasien pertama di dunia yang merasakan manfaat penggunaan robot. Dia akan menjalani operasi transplantasi ginjal yang dilakukan oleh robot, tulis Ubergizmo, Kamis (16/1). Dokter masih perlu mengoperasi robot itu dan memandunya. Tapi robot itu digunakan untuk bagian-bagian yang tidak bisa dilakukan manusia.

Contohnya, dengan robot ini, dokter bedah bisa melakukan rotasi di celah-celah. Jadi dokter bedah hanya perlu membuat lubang kecil saat membedah. Hal ini sulit dilakukan sebelumnya untuk transplantasi ginjal. Penggunaan robot juga menolong untuk pasien dengan berat badan berlebih. Operasi tradisional dianggap beresiko untuk pasien ini.

Profesor Howard Lau, ahli urologi dari Sydney’s Westmead Hospital berkata,” Transplantasi ginjal adalah operasi yang rumit dan sebelumnya kami tidak bisa melakukannya dengan operasi lubang kunci invasif minimal. Kami membuat lubang kecil yang cukup untuk masuknya ginjal, biasanya berukuran sekitar 5 cm, dan itu cukup untuk memasukkan ginjal.”

sumber : http://timlo.net/baca/81088/pria-australia-jadi-yang-pertama-di-dunia-yang-dioperasi-robot/

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

Welcome to My Blog

Popular Post

Search This Blog

- Copyright © Pusat Robotika Indonesia -Robotic Notes- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -