• Breaking News

    Sundar Pichai kembali buka suara soal peraturan AI

    Sundar Pichai kembali buka suara soal peraturan AI
    Flickr.com | Finnish Goverment
    Seperti diketahui, saat ini implementasi Artificial Intelligence (AI) sudah mulai banyak diintegrasikan di banyak perangkat. Mulai dari benda keseharian yang ada di dapur hingga robot industri berukuran besar hingga kendaraan yang sudah mulai ditenagai oleh AI.
    Dengan semakin banyaknya penggunaan AI di kehidupan harian kita, seharusnya ada regulasi yang dapat membatasi kemampuan dari AI. Dan salah satu orang yang saat ini cukup vokal dalam hal ini adalah CEO Alphabet dan Google, Sundar Pichai.
    “AI itu kuat dan berguna, tapi kita harus menyeimbangkan potensi bahaya dengan peluang sosial," kata Pichai, seperti dikutip dari laman Engadget (21/1/2020).

    Dia menjelaskan bahwa membuat komunitas internasional untuk mencapai kesepakatan tentang masalah regulasi AI adalah kuncinya. Dia juga menyebut, penanganan internal Alphabet tentang AI dapat berfungsi sebagai pedoman.

    Pria berusia 47 tahun ini mengklaim aturan dan sistem yang diterapkan oleh perusahaannya dapat membantu menghindari bias, dan memprioritaskan keselamatan dan privasi pengguna. Padahal, saat ini masih sangat diperdebatkan seberapa sukses Alphabet di bidang itu. Dia juga mengatakan perusahaan tidak akan menyebarkan AI untuk mendukung pengawasan massal atau melanggar hak asasi manusia.
    Pria berusia 47 tahun ini mengklaim aturan dan sistem yang diterapkan oleh perusahaannya dapat membantu menghindari bias, dan memprioritaskan keselamatan dan privasi pengguna. Padahal, saat ini masih sangat diperdebatkan seberapa sukses Alphabet di bidang itu. Dia juga mengatakan perusahaan tidak akan menyebarkan AI untuk mendukung pengawasan massal atau melanggar hak asasi manusia.

    Sementara Google tidak menjual perangkat lunak pengenalan wajah yang dapat dengan mudah disalahgunakan, ada kekhawatiran serius bahwa perusahaan seperti Google dan sejenisnya menimbulkan ancaman luas terhadap hak asasi manusia.

    Dia juga memperingatkan bahwa ada beberapa hal yang mengganjal di pemikirannya. "Prinsip-prinsip tetap yang hanya ada di atas kertas tidak ada artinya," tegasnya.

    Selain Pichai, beberapa petinggi perusahaan teknologi yang mengembangkan AI lainnya, seperti Elon Musk juga sempat viral karena sangat vokal mendorong dibentuknya pengawasan dan pembentukan peraturan terhadap AI harus dilakukan secepatnya.

    No comments

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad