• Breaking News

    Ultah ke-3, Diskominfo Sanditik Ubah Sistem Manual ke Digital



    SUMEDANG.ONLINE
    – Dinas Komonikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Diskominfo Sanditik) melakukan gebrakan pada tahun 2020 ini. Salahsatunya, Diskominfo Sanditik menyanangkan pengubahan sistem surat menyurat dan adminitrasi perkantoran dari sistem manual ke digital.


    ”Dari more papers menjadi less papers dengan penggunaan aplikasi e-office. Sehingga ini pun kiranya dapat menurunkan penggunaan kertas dan ATK (alat tulis kantor, Red.) yang signifikan di semua lingkungan birokrasi di seluruh wilayah Kabupaten Sumedang. Pada hari ini, saya menyampaikan informasi dibentuknya desk e-office di bidang informatika sehingga setiap SKPD atau kecamatan dan kelurahan dapat setiap hari berkunjung ke Dinas Kominfo Sanditik untuk pelatihan dan konsultasi penggunaaan e-office,” kata Kepala Dinas Kominfo Sanditik, DR. Iwa Kuswaeri di kantornya, Senin, 20 Januari 2020.

    Apalagi sebutnya, pada Minggu 19 Januari 2020 kemarin. Diskominfo Sandistik merayakan hari jadi pengubahan nama dari Diskipas ke Diskominfo Sandistik. Karena itu sebut dia, tugas yang diembannya pun semakin hari terus.

    “Momen ulang tahun ini juga, seyogyanya dijadikan momen kita untuk cek, ricek, crosschek dan balanching kembali semua program dan kinerja selama ini. Terus tingkatkan kekompakan terus tingkatkan semangat. Sekarang kedepan sing caringcing pageuh kancing sing saringset pageuh iket, karena tahun-tahun ke depan akan semakin dinamis. Selamat ulang tahun yang ke-3 Dinas Kominfo Sanditik, semoga allah senantiasa memberi kita lindungan dan pertolongan Nya,” ungkapnya.

    Lanjut Iwa, empat bagian, dari mulai bagian komunikasi, informatika, persandian dan statistik ditambah kesekretariatan. Hari ini, menggawangi tugas yang cukup signifikan dan strategis di Kabupaten Sumedang.

    Bahkan, dikatakan dia, dari sembilan program unggulan Bupati Sumedang yang terbalut dalam Visi Misi Sumedang Simpati, menempatkan Dinas Kominfo Sanditik sebagai SKPD utama yang diharapkan mampu mendukung dan menyukseskan program unggulan tersebut.

    “Dinas Kominfo Sanditik, dengan program besarnya menjadi garda terdepan untuk mewujudkan Sumedang Digital Region, transformasi digital ataupun Sumedang Smart City. Kita semua membawa peran penting dalam upaya pengubahan robah rongkahna lembur Sumedang,” jelasnya.

    Selain itu sebut Iwa, pihaknya juga menyebutkan telah melakukan pendampingan program sapa warga. Menurut dia hal itu, sebagai bagian dari program Gubernur Jawa Barat yang menyapa langsung 2 Ribulebih RW di seluruh wilayah Kabupaten Sumedang.

    “Pada Bidang Persandian, kami sudah mulai dengan menggaungkan pemakaian tanda tangan elektronik sebagai pengganti tanda tangan dan cap basah manual. Ini merupakan sebuah pekerjaaan yang tidak bisa hanya dilakukan dengan sila ipis. Ini dilakukan dengan segenap upaya dan kerja keras kita. Ratusan aplikasi secara bertahap, sekarang mulai kita amankan dari serangan tangan tangan jahil cyber,” imbuhnya.

    Sementara untuk bidang statistik sbut dia, pihaknya memanggul beban strategis sebagai wali data dalam rangka satu data Indonesia. ”Sehingga kelak kita dapat mewujudkan satu data Sumedang, dan sebagai rujukkan data yang kelak akan menjadi bahan dasar kebijakan dan rencana strategis pembangunan. Ini juga merupakan tantangan kita dalam menjawab kebutuhan dan pelayanan publik,” jelasnya.

    Dibidang Kesekretariatan, lanjut Iwa, Diskominfo Sanditik juga menjadi sang pembawa samurai kedua yang mengawangi dinas. Karena pihaknya, sebagai pimpinan pelayanan adminstrasi perkantoran, pembuatan SAKIP, pembuatan renstra, pembuatan surat menyurat administrasi kepegawaian, keuangan, program kerja dalam rangka menunjang keberhasilan Dinas Kominfo Sanditik juga telah bekerja sepenuh hati untuk mendukung beralihnya Sumedang dari budaya manual menuju budaya digitala.

    Sementara Bidang Komunikasi, mengelola media sosial resmi Kabupaten Sumedang dari mulai liputan pimpinan, kegiatan, dan semua hal terkait dengan Kabupaten Sumedang.

    “Kita menjadi mata dan telinga sekaligus menjadi ‘hidung’ dan ‘mulut’ bagi pemberitaan di Kabupaten Sumedang. Kita menjadi pewarta bagi masyarakat, betapa seriusnya para pimpinan kita dan segenap birokrasi kita, memberi pelayanan kepada masyarakat. Termasuk hal yang membahagiakan hari ini, adalah Perda LPPL yang konon katanya sudah dari tahun 2008, akhirnya akhir tahun kemarin bisa kita tuntaskan dengan membentuk Dewan Pengawas LPPL eRKS. Karena itu program program unggulan bupati kita, menjadi garis depan dalam upaya menyosialisaikannya kepada masyarakat,” tandasnya.

    Pada Bidang Informatika, dalam beberapa tahun terakhir ini pihaknya mulai bergerak dalam pengelolaan website resmi pemerintah, sumedangkab.go.id. Termasuk juga pemetaan aplikasi, pemetaaan jaringan telekomunikasi, pengelolaan server.

    “Dan dalam setahun terakhir ini kita dipacu untuk dapat menuntaskan integrasi jaringan yang terpusat sehingga kita dapat menghemat/mengefisienkan anggaran pemakaian internet dari yang tadinya sekitar 6.4 miliar menjadi kurang dari 3 miliar. Jaringan wifi gratis sebanyak 77 titik dan tahun ini ditambah 50 titik lagi, kita sebarkan di berbagai titik keramaian, pusat-pusat pertumbuan, dan destinasi wisata. Sebanyak 365 buah tower telekomunikasi yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Sumedang sekarang dalam kendali dan pengawasan kita, termasuk lembaga penyiaran publik lokal eRKS, Radio Komunitas, ORARI, dan lainnya,” pungkasnya. (FITRI)

    Sumber : https://www.sumedang.online/2020/01/ultah-ke-3-diskominfo-sanditik-ubah-sistem-manual-ke-digital/

    No comments

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad