• Breaking News

    Angkatan Laut AS Kembangkan Robot Belalang untuk Lacak Bom

    Hasil gambar untuk Angkatan Laut AS Kembangkan Robot Belalang untuk Lacak Bom
    Para ilmuwan telah mendapatkan guyuran dana dari Angkatan Laut Amerika Serikat (AS). Dana tersebut bakal digunakan untuk pengembangan robot serangga berbentuk belalang untuk menggantikan anjing pelacak bom di masa mendatang.
    Menurut para ilmuwan, seperti dikutip Telset.id dari New York Post, Rabu (19/02/2020), mereka telah memprogram robot serangga agar dapat merasakan berbagai aroma berbeda, termasuk lacak bom. Penelitian telah mereka terbitkan di BioRxiv.
    Para ilmuwan menyatakan bahwa robot serangga akan digunakan untuk mendeteksi gas yang dilepaskan oleh zat seperti bahan peledak militer TNT dan RDX serta ammonium nitrat, yang sering digunakan oleh kelompok teroris untuk membuat bom.
    Hebatnya, belalang yang sebenarnya dipasangkan dengan komponen robot atau elektroda di bagian otaknya ini hanya butuh 500 milidetik untuk mengetahui paparan bahan peledak. Kemampuannya bisa ditingkatkan lagi, karena belalang sejatinya memiliki antena kecil dengan 50.000 saraf penciuman.
    Lalu, kenapa harus belalang? Well, peneliti mengatakan bahwa belalang dianggap kuat dan dapat membawa muatan besar. Para peneliti juga menilai, didukung dengan elektroda khusus, belalang mampu menganalisis aktivitas saraf ketika sedang berada di sekitar zat yang berbeda-beda jenis.
    Kantor Penelitian Angkatan Laut AS telah mengalokasikan USD 750.000 atau Rp 10,2 miliar untuk proyek pada 2016. Meski tim belum berkomentar tentang proyek robot belalang yang bisa lacak bom, ilmuwan utama Baranidharan Raman, menyatakan optimisme ketika menerima hibah.
    “Kami berharap pekerjaan ini benar-benar bisa mengembangkan dan menunjukkan bukti-konsep-konsep berbasis locust hybrid, kimia-sensing untuk mendeteksi ledakan,” kata Baranidharan Raman, yang aktif di Washington University at St. Louis. (SN/MF)

    No comments

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad