Thursday, February 27, 2020

Peneliti Kembangkan Kendaraan Tanpa Pengemudi yang Aman, Tidak Tabrakan
Para peneliti di Northwestern University (NU) mengembangkan algoritme terdesentralisasi pertama yang dapat membantu kendaraan tanpa pengemudi saling menavigasi dengan aman tanpa menabrak atau menyebabkan kemacetan lalu lintas yang tidak perlu.
Mereka menguji algoritme tersebut dalam sebuah simulasi yang melibatkan 1.024 robot dan pada 100 robot nyata di laboratorium. Robot-robot tersebut secara andal, aman dan efisien berkumpul membentuk susunan yang telah ditentukan sebelumnya dalam waktu kurang dari satu menit.
Para peneliti melakukannya dengan menjaga agar pandangan robot-robot tersebut tetap dekat.

“Setiap robot hanya dapat merasakan tiga atau empat tetangga terdekatnya,” kata Michael Rubenstein, seorang profesor di bidang Ilmu Komputer dan Teknik Mesin di McCormick School of Engineering NU sekaligus yang memimpin penelitian tersebut. “Mereka tidak dapat melihat seluruh kelompok, yang membuatnya lebih mudah untuk meningkatkan sistem. Robot berinteraksi secara lokal untuk membuat keputusan tanpa informasi global.”
“Dalam sistem desentralisasi, tidak ada pemimpin yang memberi tahu semua robot lain apa yang harus dilakukan. Setiap robot membuat keputusan sendiri. Jika satu robot gagal dalam satu kelompok, kelompok itu masih dapat menyelesaikan tugas,” kata Rubenstein dikutip Xinhua, Rabu (26/2).
Robot-robot itu perlu berkoordinasi untuk menghindari tabrakan dan jalan buntu. Untuk melakukan ini, algoritme tersebut melihat tanah di bawah robot sebagai kisi (grid). Dengan menggunakan teknologi yang mirip dengan GPS, masing-masing robot mengetahui di mana dia berada di grid. Sebelum membuat keputusan ke mana harus bergerak, masing-masing robot menggunakan sensor untuk berkomunikasi dengan tetangganya, menentukan apakah ruang terdekat di dalam grid tersebut kosong atau ditempati.
“Robot menolak untuk pindah ke suatu tempat sampai tempat itu kosong dan sampai mereka tahu bahwa tidak ada robot lain yang pindah ke tempat yang sama,” kata Rubenstein. “Mereka berhati-hati dan menyediakan ruang terlebih dulu.”
Dalam kelompok, 100 robot dapat berkoordinasi membentuk susunan dalam satu menit.
Para peneliti membayangkan bahwa algoritme ini dapat digunakan dalam armada mobil tanpa pengemudi dan di gudang otomasi.
“Perusahaan besar memiliki gudang dengan ratusan robot melakukan tugas yang mirip dengan yang dilakukan robot kami di lab,” kata Rubenstein. “Mereka perlu memastikan robot mereka tidak bertabrakan tetapi bergerak secepat mungkin untuk mencapai tempat di mana mereka akhirnya memberikan objek kepada manusia.”
Penelitian ini dijadwalkan akan dipublikasikan pada akhir bulan ini di jurnal IEEE Transactions on Robotics.   (CK/Ant)

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

Welcome to My Blog

Popular Post

Search This Blog

- Copyright © Pusat Robotika Indonesia -Robotic Notes- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -