• Breaking News

    Robot Ini Jelaskan Soal Virus Corona di Lapangan Times Square

    Robot bernama Promobot di Lapangan Times Square di New York bisa menjawab pertanyaan warga soal virus Corona. Reuters
    Robot bernama Promobot di Lapangan Times Square di New York bisa menjawab pertanyaan warga soal virus Corona. Reuters
    Sebuah robot buatan perusahaan rintisan di Amerika Serikat diluncurkan di Lapangan Times Square, New York, untuk menjawab pertanyaan warga termasuk soal virus Corona.
    Sejumlah warga yang lewat berhenti dan mengisi formulir pertanyaan pada layar sentuh di dada robot ini.
    “Sebagian lainnya bahkan terlihat berbincang-bincang dengan robot ini,” begitu dilansir Reuters pada Selasa, 11 Februari 2020.
    Promobot dibuat oleh perusahaan rintisan asal Philadelphia, yang membuat robot untuk kepentingan layanan bisnis. Robot ini dibuat oleh sekelompok warga Rusia.
    “Kami merancang program software khusus untuk mendeteksi gejala infeksi virus Corona,” kata Oleg Kivorkutsev, kepala bisnis Promobot, seperti dilansir Reuters.
    Menurut Oleg, robot ini dibuat untuk menjawab keprihatinan warga terhadap wabah virus Corona.
    Menurutnya, jika warga mengetahui gejala virus Corona maka mereka bisa melakukan tindakan pencegahan atau pengobatan dengan datang ke rumah sakit segera.
    Robot ini tidak dilengkapi dengan alat diagnosa penyakit. Tapi Promobot mengajukan sejumlah pertanyaan kepada pengguna apakah dia merasa demam, yang bisa dijawab dengan menyentuh layar tablet di bagian dada robot itu.
    “Robot ini sangat pintar. Sangat, sangat pintar,” kata Tara Healy, yang mengunjungi New York dari London.
    Virus Corona, seperti dilansir Channel News Asia, merebak di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Cina, sejak Desember 2019. Virus Corona diduga tersebar lewat pasar hewan liar yang menjual berbagai hewan seperti kelelawar, trenggiling hingga koala. 
    Saat ini, jumlah korban yang tewas telah melampaui seribu orang dengan jumlah orang yang terinfeksi virus Corona mencapai sekitar 47 ribu terbesar di 25 negara dan mayoritas berada di Cina. 

    No comments

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad