• Breaking News

    Untuk Jualan Telur Dadar, Pemuda Kreatif Rakitkan Tangan Robot Ibunya

    Praptining Utami berjualan telur dadar dengan bantuan tangan robot. (Foto: Jarot S)

    Praptining Utami (57), memperhatikan sederetan tombol aneka warna pada piranti elektronik yang dirangkai pada 'rombong' dagangannya. Cukup lama memperhatikan, dan ia mencari tombol berwarna merah, lalu dipencet. Piranti utama berbentuk tangan robot otomatis bergerak, menuangkan adonan telur pada wajan kecil di depannya.

    Alat rakitan Agung Budi Wibowo (18), anak kedua Prapti, berfungsi menuangkan adonan ke dalam 12 lubang kecil pada wajan yang kondisnya mulai berasap karena panas api kompor gas. Setelah seluruh ceruk kecil itu terisi, alat otomatis berhenti bergerak. "Sekarang sudah lebih mudah, karena memakai tangan obot buatan anak saya. Menuang telur sudah otomatis, tidak pakai sendok lagi," ungkap Praptining, ditemui KRJOGJA.com, ketika berjualan di halaman MI Negeri 3 Purworejo, Kelurahan Sucenjurutengah, Kecamatan Bayan, Senin (3/2/2020).

    Sebelumnya, Praptining yang beberapa tahun ini berjualan telur dadar keliling sekolah, selalu kesulitan ketika melayani permintaan anak-anak. Dokter mendiagnosa perempuan warga RT 02 RW 03 Karangtengah, Kelurahan Kledungkarangdalem, Banyuurip itu mengidap 'Retinitis Pigmentosa', atau gangguan retina yang menyebabkan pandangannya menjadi kabur.

    Ia kerap salah menuang adonan telur. "Jadi memang kesulitan, tapi bagaimana, saya harus jualan untuk mencukupi kebutuhan keluarga. Sebab sudah tidak ada suami, dulu meninggal tahun 2013," tuturnya.

    Alat itu baru diaplikasikan selama seminggu. Namun, lanjutnya, efeknya sungguh luar biasa. Omzet dagangan naik hingga seratus persen. Ia mampu menghabiskan satu kilogram telur setiap hari. Padahal sebelum pakai alat, hanya setengah kilogram. "Selain cepat, anak-anak juga senang melihat alat itu, kata mereka unik dan keren. Agar tambah senang, mereka saya persilakan mengoperasikan sendiri tangan robot itu," terangnya.

    Agung Budi Wibowo mengatakan, motivasi merakit alat itu karena ingin membantu ibunya yang selalu kesulitan berjualan. Ia menggunakan kemampuan merakit robot yang didapat saat belajar di SMKN 1 Purworejo beberapa tahun lalu, untuk membuat alat itu.

    Agung menyisihkan uang tabungannya untuk membeli acrylic yang kemudian dibuat tangan robot, kabel, IC memori, selang dan beterai isi ulang. "Buat tangan itu keluar dana Rp 200 ribu. Komponen saya rakit dan dipasang memori dengan perintah untuk menuang adonan telur pada 12 lubang, kemudian dikalibrasi," paparnya.

    Ia mengaku senang alat itu bisa diaplikasikan untuk membantu ibunya berjualan. Agung juga berencana membuat tangan robot yang lebih besar, dengan fungsi menuang minyak goreng dan adonan telur. "Tapi akan dikembangkan lagi agar bisa dioperasikan menggunakan ponsel berbasis Android," tandasnya.(Jas)

    Sumber : https://krjogja.com/web/news/read/121215/Untuk_Jualan_Telur_Dadar_Pemuda_Kreatif_Rakitkan_Tangan_Robot_Ibunya?__cf_chl_jschl_tk__=f2c7c5d2f1495da2fdcbd3d0aa7cf555a99d308b-1580712458-0-AV2V5MJjcGSXZN3SFEJDmemGNFoA0Zbwse2caty6HjRe5I6ZfUlHlXHfYMDBJmTrNQzr8riX_w5DURUuyp7GfC0yV0pC3nu0lemhsKKvgI_HDWv_7zlyB7k3Nvj79wS2ClhRanwadD9vfhQNqtf9vUcUhYFulXTCk1i7X5bA4f6AH0zB7HxyPaQzMrUz6pWulU_UWVML4TRd-IX7Xg9zn2xdWNXTJ72LtQK3HrU_SMA0Yf95I1_92g4_Ug63yz0t8NMtLENoJKRw2v8yhCRIkVYnb6yEa_8tufefYBtx3urzvlVrrZqqDodVVXwm2Ew7ZA1Xd1gemk6qtbp4Yv4sg_KdsFiBZWx50t3ILhh6QwFjTjs_Obv4TgvmtloTKoI7SQ

    No comments

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad