• Breaking News

    Cegah Nakes Terinfeksi Korona, Tiongkok Bikin Robot (2/Habis)

    Cegah Nakes Terinfeksi Korona, Tiongkok Bikin Robot (2/Habis)
    BUTUH DANA: Tiongkok baru punya dua robot untuk menangani pasien korona. Untuk membangun lebih banyak lagi, para pembuatnya berharap ada sponsor dari perusahan-perusahaan di Tiongkok. (Carlos Garcia Rawlins/Reuters)
    Kabar yang menyatakan bahwa banyak tenaga kesehatan yang tertular korona dari pasien kemudian membuat Zheng Gangtie berpikir, lalu muncul sebuah ide di benaknya. Kemudian dia membentuk sebuah tim yang berisi para ahli di bidang mekanika. Mereka lalu mengubah dua lengan robotik yang menggunakan teknologi sama dengan yang digunakan untuk stasiun luar angkasa.
    Lengan robotik itu kemudian dirubah menjadi sebuah robot yang hampir sepenuhnya otomatis tersebut. Bahkan, robot itu mampu melakukan disinfeksi kepada dirinya sendiri. ‘’Tapi, tangggapan dari para dokter menyatakan, pasien akan lebih nyaman jika robot itu tidak terlalu otomatis. Sehingga, kehadiran dokter bisa membuat pasien merasa tenang,’’ terang  Zheng Gangtie seperi dikutip dari Reuters.
    Dari masukan para dokter itulah, kemudian robot tersebut disempurnakan. Kini, mereka punya dua unit robot untuk menangani pasien yang terinfeksi korona. Satu robot masih ada di laboratorium milik Tsinghua University, Beijing, tempat Zheng bekerja. Sedangkan satunya sudah ditempatkan di Wuhan Union Hospital, dimana para tenaga kesehatan sudah dilatih untuk menggunakannya sejak pekan lalu.
    Jika semua sesuai rencana, mulai pekan ini, robot tersebut akan diterjunkan untuk menangani pasien yang terpapar korona. Zheng dan timnya ingin membuat robot-robot itu lebih banyak lagi. Namun, dia sudah kehabisan dana dari universitas. Sebagai catatan, satu unit robot itu bernilai RMB 500.000 atau sekita Rp 1.152.000.000. ’’Kami tidak berencana untuk mengomersilkan robot ini. Tapi, kami harap, ada perusahaan yang mendanainya,’’ harapnya.
    Tiongkok sendiri sudah mengirim ribuan tenaga medis ke Provinsi Hubei, tempat wabah ini berpusat. Setelah berjibaku selama sekitar dua bulan, ada lebih dari 3.000 tenaga medis yang terinfeksi korona. (*)

    No comments

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad