• Breaking News

    Dana Riset Covid-19 Disuntik Tambahan Rp20 Miliar

    Ilustrasi. Foto: MI/Rommy Pujianto
    Ilustrasi. Foto: MI/Rommy Pujianto

    Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemenristek/BRIN) kembali mengucurkan dana untuk tambahan anggaran Penelitian, pengembangan, pengkajian, dan penerapan (litbangjirap) covid-19. Dana tambahan tersebut sebesar Rp20 miliar, sehingga sekarang total anggaran untuk litbangjirap covid-19 sebesar Rp40 miliar.

    Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN) Bambang PS Brodjonegoro mengungkapkan, dalam kegiatan penelitian, pengembangan, Pengkajian dan penerapan (litbangjirap) covid-19 ini akan menggunakan fasilitas riset yang sudah ada dan memakai anggaran awal sebesar Rp40 miliar yang sudah disiapkan dari realokasi belanja operasional Kemenristek/BRIN.
     
    “Terakhir (anggaran) sudah ditambah Rp20 miliar, utamanya untuk mendukung kegiatan Eijkman. Fasilitas laboratorium dan peralatan yang ada sudah cukup memadai,” kata Bambang saat dihubungi Media Indonesia, Rabu, 1 April 2020.


    Bambang menuturkan, ada tiga target yang harus dicapai oleh konsorsium Covid-19 yakni target jangka pendek, menengah, dan panjang. Target ini di antaranya menemukan alat deteksi atau diagnosis, suplemen, obat, dan vaksin Covid-19.
     
    Prioritas jangka pendek berfokus pada penelitian dan kajian sistematik (systematic review) terhadap berbagai aspek dari Covid-19. Termasuk di dalamnya penelitian terkait bahan alami yang berpotensi untuk meningkatkan imunitas tubuh untuk mencegah Covid-19, seperti jahe merah dan jambu biji.


    Penelitian terhadap jambu biji pun sudah memiliki hasil yang potensial untuk dilanjutkan pada uji klinis. Di samping itu, dalam jangka pendek, konsorsium Covid-19 juga melakukan pengembangan alat pelindung diri (APD), masker, hand sanitizer, dan sterilization chamber (tenda sterilisasi coronavirus) yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat khususnya petugas medis.
     
    Kemudian dilakukan pula penelitian terhadap aspek sosial humaniora, termasuk ketahanan (resiliensi) dan perilaku masyarakat, perbandingan kebijakan dan manajemen covid-19 di negara lain, analisis ekonomi makro dan mikro di Indonesia, isu terkait covid-19 di media sosial, public health modelling, serta proyeksi dan prediksi grafik dan peta spasial dari penyebaran covid-19 di Indonesia.
     
    Bambang menambahkan, BPPT dan beberapa perguruan tinggi seperti ITB, ITS, dan UGM, sedang melakukan rekayasa balik (reverse engineering) untuk ventilator yang juga sedang dibutuhkan untuk menangani pasien Covid-19. Proyek ini turut menggandeng BUMN, PT LEN Industri untuk tahap produksi.
     
    “Mereka sudah mulai beberapa saat lalu bekerjasama dengan Kementerian BUMN. Mudah-mudahanan dalam sebulan sudah ada yang bisa diproduksi dan harus lolos uji Kemenkes. Sasarannya (distribusi) untuk rumah sakit rujukan Covid-19,” imbuhnya.
     
    Selanjutnya, prioritas jangka menengah yang fokus pada pengembangan dan pengajian rapid test kit untuk covid-19 baik untuk deteksi awal dan akhir, pengembangan suplemen, multivitamin, dan immune modulator dari berbagai tanaman Indonesia, salah satunya jambu biji.
     
    Kemudian pengembangan robot layanan (service robot) untuk ruangan dengan infeksi Covid-19 yang tinggi, dan smart infusion pump untuk memasukkan obat dalam tubuh pasien Covid-19.
     
    Sedangkan prioritas jangka panjang fokus pada pengkajian dan pengembangan obat dan vaksin, termasuk avigan, chloroquin, hingga kina. Riset ini akan dilaksanakan oleh Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Institute bersama Universitas Airlangga.
     

    (CEU)


    Sumber : https://www.medcom.id/pendidikan/riset-penelitian/8KyX7qXk-dana-riset-covid-19-disuntik-tambahan-rp20-miliar

    No comments

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad