• Breaking News

    Robot Mulai Gantikan Pekerjaan Satpam di Singapura


    Robot yang didesain menggantikan pekerjaan petugas keamanan (satpam) di Singapura.(mashable.com).


    TEMPO.COJakarta - Dia bukan RoboCop, tapi robot patroli otomatis yang ini akan terlihat lebih banyak dan lebih sering di Singapura. Ademco, sebuah perusahaan jasa keamanan lokal, baru-baru ini meluncurkan layanan sewa robot untuk mengatasi kekurangan tenaga keamanan (satpam) di negara kota ini.
    Robot setinggi 1,6 meter itu lebih mirip kapal selam, dengan lima kamera di leher panjang, dua kamera depan, dan empat roda.

    Robot juga dapat merekam pelat nomor, juga berputar  360 derajat melihat sekelilingnya dalam jarak hingga 10 meter. Alat juga akan mengirim peringatan berbahaya ke pusat komando selama 24 jam jika dia mendeteksi keadaan tidak normal seperti kebakaran atau suara bising.
    Robot dibuat oleh SMP Robotics berbasis di San Francisco. Alat ini disesuaikan dengan iklim tropis Singapura, panas tinggi, dan tingkat kelembaban. Ademco berharap robot akan membantu penambahan tenaga keamanan.
    Perusahaan dapat menghabiskan sampai  8.000 dollar Singapura (sekitar Rp 75,5 juta) per bulan untuk dua penjaga keamanan robot yang bekerja 12 jam per hari. Sementara robot dapat beroperasi hampir sepanjang hari, dikurangi waktu isi beterai, menelan biaya sekitar 500 dollar  Singapura (sekitar Rp 4,7 juta). Tak seperti manusia, robot tak mengenal lelah. “Ada juga keterbatasan pada manusia,” kata Direktur Pelaksana Grup Ademco Toby Koh kepada News Channel News Asia, 6 April 2017.
    Staf keamanan berpatroli tujuh hingga delapan kali setiap 12 jam. "Jika saya melakukan patroli 10 kali sehari, di beberapa titik, kemampuan saya untuk fokus dan konsentrasi berkurang. Sedangkan petugas robot tidak akan menderita dengan keluar dari pekerjaan,” kata Koh.
    Dengan jam kerja yang panjang, Singapura sedang menghadapi kekurangan penjaga keamanan. Laporan Straits Times pada 2014 memperkirakan bahwa negara itu membutuhkan sekitar 10 ribu lebih penjaga keamanan, dan perusahaan keamanan kala itu harus merekrut personil dari Taiwan untuk layanan keamanan tambahan.


    No comments

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad