• Breaking News

    H-Man, Robot yang Membantu Pasien Stroke Melakukan Terapi

     


    Singapura: Pasien stroke kini punya cara anyar melakukan terapi. Yaitu menggunakan perangkat robotik portabel.

    Perangkat robotik tersebut baru-baru ini diresmikan. Peresmiannya dilakukan pada acara media di Rumah Sakit Tan Tock Seng (TTSH), Rabu 28 Oktober 2020.

    Dengan menggunakan robot ini, pasien dapat melakukan latihan berulang-ulang sesuai keperluan, demi mendapatkan kembali kontrol tangan dan membangun kekuatan mereka.

    Cara mutakhir ini juga menjadi efektif, karena pasien tidak perlu lagi datang ke klinik atau rumah sakit untuk melakukan terapi. Tentu ini menjadi cara aman di tengah pandemi covid-19.

    Robot rehabilitasi lengan portabel ini memiliki berat 14kg dan diberi nama H-Man. Namun, alih-alih menyerupai manusia, perangkat itu duduk di atas meja, pegangan berbentuk joystick-nya terhubung ke layar komputer dan alas istirahat.

    Meski terlihat cukup sederhana, H-Man merupakan perangkat yang cerdas. Ia dapat merasakan kondisi lengan pasien dalam hal kekuatan, koordinasi dan kelincahan.

    Selain itu, secara otomatis menyesuaikan bantuan atau ketahanan sesuai dengan kebutuhannya saat dia melakukan latihan, yang melibatkan permainan yang ditampilkan di layar, menggunakan joystick.
     

    Bisa disewa


    Dengan cara ini, pasien mempelajari kembali kontrol sensorimotor. Sehingga dapat melanjutkan aktivitas sehari-hari.

    H-Man juga akan memberikan masukan tentang perkembangan pasien kepada terapisnya. Hal itu dapat memantau pemulihan dari jarak jauh. Ini sangat nyaman di tengah pandemi Covid-19.

    Selama peluncuran media di TTSH, Dr Asif Hussain, kepala eksekutif dan salah satu pendiri Articares, perusahaan yang mengembangkan H-Man, mengatakan bahwa perangkat robotik digunakan di beberapa rumah sakit dan panti jompo. Baik di dalam maupun di luar negeri.

    Dr Asif juga mengatakan bahwa sebagian besar robot yang saat ini digunakan untuk tujuan rehabilitasi memiliki berat hingga 70kg, dan berada di rumah sakit tempat operasinya dikelola oleh terapis okupasi.

    Robot ini memiliki harga yang mahal, yang membuat penerapan secara luas menjadi tantangan. Meski begitu, ada solusi agar pasien bisa menggunakannya. Yaitu dengan cara menyewanya, selain bisa dibeli. Sayangnya, pihak produsen enggan memberikan berapa biaya yang harus dikeluarkan pasien untuk menyewa atau membelinya.

    Associate Professor Domenico Campolo, salah satu pendiri Articares, mengatakan portabilitas H-Man dapat membuat perbedaan dalam penggunaan teknologi tersebut untuk terapi pasca stroke.

    "Ketika kami mulai, kami benar-benar ingin membangun sesuatu untuk dilakukan di rumah. Definisi kami tentang portabel adalah segala sesuatu yang bisa dibawa dan muat di dalam taksi," katanya.

    “Cara tradisional adalah membawa pasien ke klinik di mana kamu mungkin memiliki waktu satu jam untuk terapi. Jika lebih dari satu jam sulit karena pasien akan kelelahan,” kata Prof Campolo, yang juga direktur Universitas Teknologi Nanyang. (NTU) Pusat Penelitian Robotika.

    Tetapi jika pasien memiliki sesuatu yang lebih dekat dengan rumah, mungkin pasien dapat memiliki waktu 15 menit di pagi hari, 15 menit di sore hari.

    "Ini membuka kemungkinan untuk mencoba terapi baru juga," jelas Campolo.
    (FIR)


    sumber: https://m.medcom.id/gaya/stroke/0kp4rORk-h-man-robot-yang-membantu-pasien-stroke-melakukan-terapi


    Ayo Ikuti Event Online Bersama APTIKNAS. silahkan Cek di Eventcerdas.com

    poster_TREN2021%2BSMARTCITY%2BDI%2BTENGAH%2BPANDEMI

    No comments

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad