• Breaking News

    Robot Atraktif dari Barang Bekas Buatan Warga RT3 RW 2 Bubutan Kerap Dipamerkan Pemkot Surabaya

     

    MANFAATKAN LIMBAH - Warga RT 3 RW 2 Kelurahan Bubutan, Kecamatan Bubutan memanfaatkan limbah elektronik menjadi sebuah robot untuk mempercantik kampung

    Tepatnya di jalan Tembok Dukuh III yang merupakan wilayah RT 3 RW 2 Kelurahan Bubutan, Kecamatan Bubutan, Surabaya, robot yang didominasi warna biru itu dipajang sebagai kebanggan warga.Inovasi robot ternyata tak hanya di kalangan akademisi, warga kampung pintar di Bubutan, Surabaya juga bisa berinovasi membuat robot dari barang bekas.

    Pasalnya robot tersebut menjadi ikon keberhasilan warga memanfaatkan sampah yang kerap dipamerkan Pemerintah Kota Surabaya pada setiap tamunya.

    Ketua RT, Aseyan mengungkapkan upaya berkreasi dengan barang bekas ini berawal dari keinginannya mengikuti lomba lingkungan di tahun 2018. 

    " Kami mencoba ikut dan berhasil menjadi kampung pengelolaan sampah terbaik. Jdinya kami terus termotivasi tiap tahunnya untuk meningkatkan pemberdayaan kampung untuk mengelola sampah,"urainya.

    Ia pun semakin terdorong membuat robot karena kesulitan membuang limbah B3 dari hasil pekerjaannya servi alat elektronik.

    Dibantu tetangganya yang juga wakil RT yang punya kemampuan seni merekapun secara otodidak membuat robot.

    "Inspirasinya sebagai ikon kampung dalam pengelolaan sampah. Makanya robot pertama yang kami buat bawa sabu dan bawa alat pembersih," urainya.

    Sementata robot yang baru ini memanfaatkan jenis sampah bekas kap lampu PJU.

    Dibuat pada Agustus 2019 selama sebulan bersama para warga,  robot ini bisa menggerakkan tangan dan kepalanya.

    "Saya pasan motor bekas kipas angin sehingga tangan bisa melambai dan kepala bisa tolah toleh,"kenangnya.

    Serta, robot ini bisa mengeluarkan suara yang berasal dari pengeras suara bekas di perutnya.

    Pengeras suara itu tersambung dengan flashdisk,  sehingga bisa mengeluarkan suara sesuai dengan rekaman yang dipasang  di flashdisk.

    "Dan karena berkesan, makanya kerap dibawa DKRTH sebagai ikon pengolahan sampah di Surabaya saat menyambut tamu dan berbagai acara," lanjutnya.

    Wakil RT, Anang Dharmawan menambahkan ke depan ia dan Aseyan berharap bisa mengubah dinding tembok di jalan akses msuk ke kampungnya yang terbengkalai.

    "Harapannya, tembok jalan bisa dimural berbagai cagr budaya di Surabaya tematik sehingga menjadi edukasi yang menunjukkan cagar budaya di Surabaya,"ujarnya.

    Karena wilayah itu lepas dari kampung, sehingga sering ada sampah yang dibuang sembarangan.

    Diharapkan dengan adanya upaya ini warga akan saling menjaga lingkungannya.


    Sumber: https://surabaya.tribunnews.com/2021/01/11/robot-atraktif-dari-barang-bekas-buatan-warga-rt3-rw-2-bubutan-kerap-dipamerkan-pemkot-surabaya?page=2



    No comments

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad