• Breaking News

    Sempat Populer, 7 Teknologi Ini Mati pada Satu Dekade Terakhir

     

    Setiap hari, teknologi terus berevolusi dan menghasilkan hal baru yang lebih canggih. Dalam prosesnya, teknologi yang ada sebelumnya bisa tergusur, bahkan punah karena tak ada lagi yang menggunakannya. Beberapa di antaranya adalah perangkat atau aplikasi yang populer pada masanya.

    Nah, sepanjang satu dekade terakhir, ada sejumlah produk teknologi yang discontinue atau tutup layanan karena kalah bersaing dengan teknologi baru. Ini dia beberapa di antaranya yang paling populer.

    1. MP3 player – iPod dan Zune


    Awal kemunculannya, MP3 player seperti iPod sukses menggeser pemutar kaset dan CD portabel seperti Walkman. Perangkat ini pun booming. Penggemar musik seolah gak lepas dari benda yang satu ini. 

    Microsoft mencoba langkah serupa beberapa tahun setelah Apple dengan Zune, yang kemudian resmi mati pada tahun 2009. iPod masih mendominasi, namun perkembangan layanan streaming seperti Spotify dan kemampuan smartphone untuk menyetel format MP3, membuat iPod jadi tidak lagi relevan di zaman sekarang.

    2. Layanan perpesanan instan – Yahoo! Messenger dan BBM


    Akhir tahun 90-an atau awal tahun 2000-an merupakan masa di mana banyak orang menggunakan layanan perpesanan instan seperti Yahoo! Messenger. Chat berbasis teks kala itu adalah hal yang cukup baru dan sebelumnya tidak ada cara untuk melakukan percakapan online semudah itu.

    Tak lama kemudian, BBM (BlackBerry Messenger) hadir dan membawa perpesanan instan dan video call ke perangkat mobile. Keduanya bertahan cukup lama, dengan Yahoo! Messenger resmi dimatikan pada tahun 2018 dan BBM menyusul satu tahun kemudian tepat pada akhir Mei 2019.

    3. Steam Machines, Link dan Controller


    Sukses dengan Steam yang jadi salah satu marketplace game digital paling lengkap, Valve berusaha untuk masuk ke pasar konsol. Dengan misi untuk menjembatani jarak di antara PC dan konsol, Steam Machines akhirnya diluncurkan namun hanya terjual kurang dari 500,000 unit di enam bulan pertama.

    Tak menyerah, Valve juga merilis Steam Link bersama dengan Steam Controller, untuk membawa PC gaming pengguna ke TV ruang keluarga via streaming. Sayangnya, sama seperti Steam Machines, Link dan Controller berakhir tak ubahnya produk gagal.

    4. Microsoft Kinect

    Diluncurkan pada tahun 2010 dan dijual satu paket dengan Xbox One, Microsoft Kinect merupakan perangkat canggih yang menggunakan kamera infrared dengan sensor dan mikrofon untuk melacak gerak tubuh dan perintah suara pengguna. Ini dibuat sebagai cara baru untuk menikmati game sekaligus menyaingi perangkat serupa buatan Nintendo yaitu Wii. Sayang seribu sayang, Kinect gagal di pasaran.

    Game yang mendukung Kinect tidak ada yang bagus dan banyak yang bermasalah. Microsoft akhirnya mulai menjual Xbox One tanpa Kinect pada tahun 2013 dan resmi menghentikan produksinya pada tahun 2017.

    5. Google Plus

    Google dikenal sebagai perusahaan yang tidak hanya inovatif namun juga gemar “membunuh” teknologi atau layanan yang mereka buat sendiri. Salah satu yang terbesar dalam satu dekade terakhir adalah Google Plus, yang pada awalnya ditujukan untuk menyaingi Facebook.

    Meluncur pada tahun 2011, Google Plus bukanlah usaha pertama Google untuk masuk ke pasar media sosial, namun jadi yang eksekusinya paling benar. Jumlah pengguna sempat melonjak di awal namun akhirnya turun drastis karena kurangnya minat. Google sempat melakukan perombakan desain, namun itu tidak membantu sampai akhirnya pada awal tahun kemarin Google memutuskan untuk mematikannya.

    6. Windows Phone

    Di awal tahun 2010-an, Microsoft mendapat tekanan ketika iPhone laris manis, Android menarik banyak minat brand besar dan Windows Mobile, perlahan memudar. Microsoft berusaha untuk mempertahankan OS mobile mereka dengan merilis Windows Phone 7 yang hadir dengan penampilan baru dan Live Tiles yang bisa dikustomisasi.

    Semua menyukai konsep itu namun Windows Phone tetap gagal mengejar kompetitor besar mereka dalam hal kuantitas dan kualitas. Pada tahun 2015, Windows sempat melakukan reboot dengan Windows 10 Mobile, namun dua tahun setelahnya pasca update terakhir, itu resmi mati.

    7. vine

    Internet mengubah cara manusia untuk menyebarkan dan menerima informasi, dan itu berujung pada lahirnya alternatif kreatif bagi surat kabar, radio dan televisi. Vine menjadi alternatif itu yang mengusung konsep video singkat berdurasi enam detik yang menarik.

    Ketika penggunanya menemukan berbagai cara untuk jadi kreatif, Vine berakhir menjadi platform video sosial dengan perkembangan yang pesat. Audiens dengan skala besar terbentuk dan banyak dari kreatornya menjadi terkenal bak artis.

    Vine mati pada tahun 2016 setelah banyak bintangnya pindah ke Instagram yang kala itu menghadirkan fitur video. Tapi, kini muncul "reinkarnasi" Vine yang menjelma jadi platform populer. Apa lagi kalau bukan TikTok.


    Sumber: https://jogja.idntimes.com/tech/trend/arifgunawan/teknologi-canggih-yang-berakhir-dalam-satu-dekade-terakhir-regional-jogja

    No comments

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad