• Breaking News

    Kecelakaan Kerja Meningkat, Saatnya Industri Indonesia Gunakan Robot?


    Di Indonesia, dalam 2 tahun terakhir, dilaporkan telah terjadi kenaikan kecelakaan kerja yang sangat signifikan. Angkanya naik sebesar 55,2 persen dari tahun sebelumnya, yakni sebanyak 114.000 kasus di tahun 2019 menjadi 177.000 kasus di tahun 2020.

    Di sisi lain, BPJS Ketenagakerjaan mencatat, kurang lebih setiap harinya sebanyak 12 pekerja di Indonesia mengalami cacat permanen dan 7 pekerja meninggal dunia akibat dari kecelakaan di tempat kerja.

    Adapun, kecelakaan kerja terbesar disumbang oleh sektor manufaktur dan konstruksi sebesar 63,6 persen; sektor transportasi 9,3 persen; sektor kehutanan 3,8 persen, pertambangan 2,6 persen dan sisanya sebesar 20,7 persen. Dengan melihat tingginya tingkat kecelakaan kerja tersebut, maka diperlukan upaya maksimal untuk mencegah agar kecelakaan kerja tidak terjadi kembali, salah satunya dengan mengupayakan adopsi otomatisasi robot di industri.

    Universal Robots (UR), pemimpin pasar teknologi robot kolaboratif (cobots) yang berbasis di Denmark, mendorong perusahaan manufaktur lokal untuk segera mempercepat pengadopsian otomatisasi robot dan meningkatkan produktivitas, sekaligus mengurangi tingkat kecelakaan kerja di tempat kerja.

    “Teknologi Cobots diciptakan untuk membantu melaksanakan tugas-tugas yang mungkin berbahaya atau rawan cedera bagi manusia. Dengan fitur keselamatan yang terpasang, sebuah robot tangan (robot arm) dapat menyesuaikan/memperlambat kerjanya pada saat seseorang memasuki ruang kerja. Cobot juga dapat melindungi seseorang dari resiko cedera karena mengerjakan tugas yang terus berulang dan berbahaya di sektor manufaktur,” kata James McKew, Regional Director of Asia Pacific di Universal Robots, Rabu (24/2/2021).

    Sistem keselamatan Universal Robots memungkinkan perusahaan menyesuaikan berbagai macam parameter untuk meminimalisir resiko yang terjadi dengan penerapan aplikasi robot industri. Hal ini termasuk membatasi gaya, kecepatan, kekuatan atau momentum robot, atau bahkan membatasi ruang kerja dengan menggunakan sebuah batas keamanan.

    Peningkatan produktivitas, yang dibarengi dengan desain solusi cobot yang aman dan inheren, menunjukkan bahwa teknologi otomasi terbaru ini dapat mengurangi hingga 72 persen penyebab umum kecelakaan kerja di lingkungan perusahaan manufaktur.

    “Saat ini kita semakin mendekati visi Industri 5.0, dimana sebuah pabrik yang cerdas dapat mengkolaborasikan manusia dan alat berat bekerja secara bersama-sama, dengan tetap mementingkan persyaratan keselamatan dan kepatuhan di tempat kerja. Tidak diragukan lagi, tenaga kerja kolaboratif yang menampilkan manusia dan robot saling melengkapi satu sama lain dalam peran mereka masing-masing dan menawarkan peluang yang signifikan untuk meningkatkan produktivitas manufaktur, inovasi, keselamatan, dan kepuasan kerja secara keseluruhan di tempat kerja,” tambah James.

    Sumber: https://www.liputan6.com/bisnis/read/4491554/kecelakaan-kerja-meningkat-saatnya-industri-indonesia-gunakan-robot

    No comments

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad