• Breaking News

    Robot Transformer Ikut Sosialisasikan Prokes COVID-19 di Lembang

     

    Warga Kampung Bewak, RT 3 RW 3, Desa Jayagiri, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, dihebohkan dengan kemunculan karakter robot transformer berwarna kuning.

    Robot transformer itu berkeliling ke kawasan permukiman hingga akhirnya menarik perhatian warga terutama anak-anak yang memang menyukai karakter robot sebagai tokoh superhero.

    Karakter robot tersebut merupakan upaya kampanye protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran COVID-19 terutama di kawasan Lembang yang merupakan kecamatan penyumbang kasus COVID-19 tertinggi di Bandung Barat.

    Sosok yang menginisiasi kampanye prokes COVID-19 dengan konstum robot tersebut yakni Herti Ruhiana (45). Ia merupakan warga kampung setempat yang peduli pada pencegahan penyebaran COVID-19.

    Menjadi cosplay transformer Herti mengkampanyekan protokol kesehatan kepada pengguna jalan yang melintas serta para pedagang kaki lima sekaligus memberikan masker. Sesekali kedua tangan diangkat untuk menarik perhatian anak-anak.

    Herti beralasan penggunaan kostum robot dalam kampanye protokol kesehatan dilakukan agar masyarakat terhibur dan lebih memperhatikan bahaya COVID-19

    "Sejak muncul COVID-19, saya sudah berkampanye protokol kesehatan dengan memakai kostum robot. Kalau dulu pada awal-awal pandemi, saya sering ikut kegiatan penyemprotan bersama pihak desa," ungkap Herti saat ditemui, Sabtu (6/2/2021).

    rebak, pria yang akrab disapa 'Kang Herti Gol' ini memiliki pekerjaan sampingan menjadi komentator pertandingan sepakbola dan menghibur penonton di stadion juga dengan berkostum robot pada setiap akhir pekan.

    Namun, imbas dari pandemi undangan untuk mengisi acara menjadi sepi. Herti juga tidak bisa lagi menghibur di stadion karena kegiatan yang menimbulkan kerumuman seperti sepakbola dihentikan sementara.

    "Sekarang undangan lagi sepi, tapi pada awal adaptasi kebiasaan baru (AKB) saya pernah turun ke lapangan saat kompetisi sepakbola anak usia dini. Pakai kostum lengkap, saya kampanye masker kepada para penonton sambil menjadi komentator," ucapnya.

    Tak jarang, orang di sekitarnya sering mengerumuninya karena ia menggunakan kostum aneh dan nyeleneh, bahkan banyak masyarakat yang berswafoto dengan dirinya.

    "Profesi sehari-hari saya sebagai cleaning service di sebuah perusahaan di Bandung, tapi kalau jadi komentator sudah berjalan empat tahun. Selain senang dengan profesi ini, saya juga ingin menghibur dan mengingatkan masyarakat, terutama anak-anak agar patuh menjaga kesehatan dan terhindar dari COVID-19," ujarnya.

    Dalam membuat kostum ia memanfaatkan bahan-bahan bekas alias limbah rumah tangga di sekitar tempat tinggalnya. Misalnya memanfaatkan styrofoam, bola plastik, tempat makan bekas, teropong mainan anak ditambah kertas HVS sebagai tambalan di bagian luar.

    "Justru kalau enggak pakai kostum nyeleneh, saya enggak percaya diri waktu di lapangan, begitu juga saat kampanye protokol kesehatan. Harus nyentrik biar jadi perhatian masyarakat," bebernya.

    Meski upayanya hanya di lingkungan tempat tinggalnya saja, dirinya berharap dengan apa yang dilakukannya ini masyarakat bisa sadar dan membantu memerangi COVID-19, minimal menggunakan masker saat ke luar rumah.

    "Sayangi diri sendiri dan keluarga dengan cara mematuhi protokol kesehan dan melaksanakan 3M. Karena langkah awal untuk memutus rantai penyebaran, satu-satunya dengan cara itu," tandasnya.

    Sumber:https://news.detik.com/berita-jawa-barat/d-5364178/robot-transformer-ikut-sosialisasikan-prokes-covid-19-di-lembang

    No comments

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad