• Breaking News

    Industri Pengolahan Belimbing Karangsari, Mengapa Dekat dengan Kebunnya?

     

    Agroindustri merupakan topik yang selalu hangat untuk diperbincangkan. Apalagi dengan kondisi fisiografis negara Indonesia yang sangat strategis untuk menjadi kawasan pertanian. Sebagai negara tropis, Indonesia dapat ditanami lebih dari 30.000 jenis tanaman. Kesuburan tanah serta iklim tropis yang mendukung membuah Indonesia sangat berpotensi menjadi negara agraris, salah satu city branding Indonesia hingga saat ini.

    Masyarakat di dewasa ini tidak henti - henti mencari inovasi. Jika dulu kegiatan pertanian hanya dilakukan untuk memeuhi kebutuhan hidup dan pangan, yang berorientasi pada kuantitas, pada era Industry 4.0 dan Society 5.0 ini masyarakat melakukan peralihan fokus hasil pertanian. Tanaman hasil pertanian tidak hanya dipanen untuk langsung diolah mentahannya namun fokusnya saat ini adalah peningkatan kualitas hasil produksi pertanian serta pemaksimalan pengolahan hasil pertanian agar memiliki nilai jual yang lebih tinggi.

    Peningkatan produksi pertanian berfokus kepada kualitas hasil pertanian, dimana yang pertamanya hanya menghasilkan semangka namun saat ini menghasilkan semangka tanpa biji. Teknologi yang terus berkembang juga didukung dengan infrastruktur serta fasilitas, membuat para ilmuan meningkatkan kualitas produksi pertanian.

    Sedangkan pemaksimalam hasil pertanian memiliki fokus kepada industri pengolahan hasil pertanian. Salah satu sarana peningkatan hasil pertanian ini merupakan kegiatan agroindustri. Agroindustri merupakan kegiatan industri yang dimana fokus pengolahan atau menggunakan bahan baku hasil pertanian dalam kegiatan industrinya. Salah satu urgensi agroindustri adalah meningkatkan nilai jual serta jangka waktu konsumsi hasil pertanian. Dimana yang pertamanya hanya menghasilkan belimbing, namun setelah adanya kegiatan industri pengolahan belimbing, hasil produksi lain adalah sirup belimbing, manisan belimbing, yang memiliki nilai jual lebih tinggi.  

    Salah satu agroindustri yang cukup berpotensi adalah belimbing karangsari. Belimbing karangsari yang terletak di Kelurahan Karangsari, Kota Blitar ini diolah menjadi beberapa olahan seperti sirup, manisan, dodol, dan lain - lain. Agroindustri belimbing ini memiliki lokasi yang berdekatan dengan kebun belimbing. Terdapat lahan khusus untuk mengelola tanaman belimbing di Kota Blitar, salah satunya adalah Agrowisata Belimbing Karangsari.

    Salah satu komoditas utama Kota Blitar adalah belimbing, tentu lokasi menjadi salah satu mendukung hadirnya komoditas utama  tersebut. Berdasarkan BAPPEDA Provinsi Jawa Timur, Kota Blitar memiliki jenis tanah litosol dan regosol yang memiliki kesuburan cukup baik akaibar pengaruh dari debu vulkanik Gunung Kelud.

    Kegiatan agroindustri yang ditimbulkand ari adanya agrowisata ini terletak di dekat perkembunan belimbing tersebut. Industri pengolahan belimbing ini memang masih dalam skala yang tidak terlalu besar. Namun, hasil dari produksi agroindustri  ini tidak perlu diragukan. Pasar hasil agroindustri belimbing ini adalah para wisatawan yang datang ke Kota Blitar terutama ketika mengunjungi Agrowisata Belimbing. Produk pengolahan belimbing ini dipasarkan di "Kampung Belimbing" serta beberapa pusat oleh-oleh Kota Blitar.

    Lokasi yang berdekatan dengan perkebunan atau agrowisata tentu didapatkan dengan banyak urgensi. Juga, jika dianalisis terdapat banyak kelebihan ketika lokasi agroindustri serta agrowisata berdekatan diantaranya yang pertama, biaya transportasi yang dapat diminalisir. Dalam kegiatan pengolahan hasil produksi pasti memerlukan bahan baku yang tidak sedikit, dengan jarak yang berdekatan, membuat biaya transportasi mobiltias bahan baku dapat ditekan bahkan ditiadakan.

    Yang kedua, target pasar industri makanan pengolahan belimbing ini adalah wisatawan domestik maupun non domestik yang juga berkunjung ke Agrowisata Belimbing Karangsari. Yang artinya, tanpa memasok atau mendistribusikan hasil pengolahan belimbingnya pada toko - toko oleh-oleh Kota Blitarpun, industri pengolahan belimbing ini sudah memenuhi target pasarnya karena pengolahan belimbing ini seperti sirup belimbing merupakan salah satu fasilitas yang didapat jika memasuki kawasan agrowisata. Beberapa hasil pengolahan lainnya juga dapat dibeli di agrowisata tersebut.

    Dengan kemudahan - kemudahan tersebut membuat pengelola agrowisata tentunya lebih tertarik untuk memanfaatkan lahan terdekat maupun sumber daya terdekat yang berpotensi memberikan keuntungan dan efektifitas sebesar-besarnya.

    Berhubungan dengan lokasi, terdapat salah satu teori lokai yang cukup terkenal dan menjadi basis pembelajaran saat ini, yaitu Teori Lokasi dari Von Thunen. Teori ini cukup relevan karena Von Thunen menitikberatkan dua hal utama tentang pola keruangan pertanian yaitu jarak lokasi pertanian ke pasar dan sifat produk pertanian (keawetan, harga, beban angkut).

    Artinya, lokasi atau faktor jarak juga menentukan nilai sebuah barang, semakin jauh jarak yang ditempuh maka biaya mobilisasi yang dikeluarkan semakin besar sehingga pengelola atau dalam studi kasus Von Thunen ini petani akan lebih memiliki penyewaan lahan yang dekat dengan pasar.

    Sumber: https://www.kompasiana.com/krisnayanaberlian/605680f18ede487f0a45d3e3/industri-pengolahan-belimbing-karangsari-mengapa-dekat-dengan-kebunnya?page=all

    No comments

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad