• Breaking News

    Unwahas Gandeng Mitra Perusahaan Kembangkan Ekosistem Digital

     

    Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang menggelar seminar nasional bertajuk "Digital Preneurship Menuju Kedaulatan Digital Indonesia" di gedung Dekanat Unwahas Semarang, kemarin.

    Dalam seminar tersebut, juga dilakukan penandatanganan perjanjian kerjasama dengan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan beberapa perusahaan yaitu Aqua, BNI, Telkom, dan Digital Expert.

    Rektor Unwahas, Mahmutarom mengatakan, dunia tengah berubah dan semakin menjadi borderless (tanpa batas) di era revolusi industri 4.0 yang sudah memasuki era 5.0.

    Di mana teknologi, kemanusiaan dan komunikasi serta transaksi global menjadi satu kesatuan isu utama.

    Berbagai peluang dan tantangan baru muncul dan merubah tatanan Geopolitik, Geoekonomi dan Geostrategy dunia. Transformasi digital telah menjadi bagian yang tak terelakkan.

    "Semua harus berubah untuk menyesuaikan trend digital. Keberadaan Device, Network dan Aplication, mendorong percepatan

    perubahan gaya hidup sehari hari dari offline ke online platform. Pandemi Covid-19, mempercepat semua tren menjadi kebutuhan dan keniscayaan yang harus dilaksanakan," kata Mahmutarom, dalam keterangannya, Minggu (21/3/2021).

    Sehingga, dunia industri, pemerintah, masyarakat sipil, pendidikan dan lainnya, mau tidak mau harus mampu beradaptasi dengan pola new normal, yang memastikan terjadinya penggunaan multiplatform digital sebagai sarana komunikasi, informasi, transaksi dan kebiasaan-kebiasaan lainnya.

    Disisi lain serbuan konten dan platform digital, pop culture, digital currency, dan merebaknya pasar digital dengan segala kemudahan transaksi digital, telah nyata membanjiri Indonesia. Kedaulatan digital Indonesia diuji, karenanya perlu kesiapan dan kesiapsiagaan sumber daya dan ekosistem dalam menghadapinya.

    "Seminar Digital Preneurship ini dimaksudkan sebagai upaya untuk menggerakkan kesadaran kolektif dan menyusun peta jalan (road map) pengembangan ekosistem digital Nahdlatul Ulama yang didedikasikan untuk mewujudkan kedaulatan Ekonomi Indonesia," jelasnya.

    Dalam seminar tersebut, mengundang narasumber yang berkompeten dan

    menghadirkan peserta dari lingkungan kampus dan masyarakat binaan serta mitra mitra strategis, sebagai potential business agregator yang diharapkan dapat memberikan nilai tambah dalam memberikan solusi terhadap pengembangan ekosistem Digital Preneurship secara komperhensif.

    "Melalui seminar dan kerjasama dengan mitra ini, diharapkan terwujud integrasi, interkoneksi dan kolaborasi pengembangan ekosistem digital Nahdlatul Ulama sebagai sokoguru kedaulatan ekonomi Indonesia," harapnya.

    Dalam kesempatan tersebut, hadir Direktur Hubungan Kelembagaan BNI Sis Apik Wijayanto, Wasekjen PBNU KH Imam Pituduh, Ketua Baznas Prof Dr KH Noor Achmad, Evp Digital dan Next Business PT Telkom Saiful Hidajat, Directors Danone Indonesia Arif Mujahidin, Praktisi Digital Expert Enda Nasution.

    Direktur Hubungan Kelembagaan BNI, Sis Apik Wijayanto mengungkapkan, era revolusi industri 4.0 ke era 5.0 yang ditandai kemajuan teknologi, membuat perubahan di semua lini. Perjalanan teknologi dan digital begitu cepat dan dinamis baik di perbankan maupun di kehidupan sehari hari.

    "Kita mengetahui sekitar 1975 - 1980 mulai ada komputer, tapi hanya untuk mengetik bukan untuk keperluan lainnya," katanya.

    Namun, kata dia, saat ini semuanya sudah mulai mengarah digitalisasi. Dengan digital, segala keperluan menjadi lebih praktis, simpel dan lebih cepat. Di sisi lain, pandemi Covid 19, mempercepat semua trend menjadi kebutuhan dan keniscayaan yang harus dilaksanakan.

    Sumber: https://jateng.tribunnews.com/2021/03/21/unwahas-gandeng-mitra-perusahaan-kembangkan-ekosistem-digital

    No comments

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad