• Breaking News

    Bersaing dengan Robot!

     

    Waspadalah! Karena saat ini persaingan tenaga kerja sangat kompleks. Bukan hanya sesama manusia, melainkan dengan robot.

    Jika tahun-tahun sebelumnya kita diributkan dengan banyaknya tenaga kerja asing masuk ke Indonesia, sehingga mempersempit lapangan kerja penduduk domestik. Namun kali ini  lebih berat, karena kita juga harus melawan robot.

    Menurut Hancock, et al., (2011), dalam artikelnya yang berjudul “Can You Trust Your Robot?”, umumnya robot diasumsikan sebagai sebuah mesin yang memiliki bentuk fisik mirip manusia dan kecerdasan buatan yang beroperasi layaknya manusia.

    Namun demikian, tidak semua robot mirip dengan manusia dan tidak semua pekerjaan dapat diambil alih oleh robot. 

    Pekerjaan yang banyak disasar oleh robot-robot ini adalah jenis pekerjaan bersifat berulang, monoton dan administratif.

    Para pemilik modal menciptakan robot untuk menghasilkan pekerja yang cepat, efesien, murah dan hasil maksimal. Mereka tidak perlu mengeluarkan banyak biaya untuk uang pensiunan atau pesangon para robot.

    Beberapa bentuk robot sederhana sudah kita saksikan, mulai dari petugas jalan tol, kasir, pencetak buku, pengepak makanan, semua sudah mulai dilakukan oleh mesin-mesin robot.

    Robot sebagai Lawan atau Kawan?

    Ada dua paradigma terkait pertanyaan ini, yaitu paradigma positif dan paradigma negatif. Paradigma positif adalah pandangan yang menganggap robot bukan sebagai saingan, melainkan sebagai alat/kawan. 

    Maknanya, robot hanyalah alat yang bertujuan memudahkan pekerjaan manusia dan kawan untuk berkolaborasi.

    Sumber: https://kumparan.com/mrarmanarmansyah/bersaing-dengan-robot-1vVlf6Z3eeV

    No comments

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad