• Breaking News

    Emil Ingatkan BEM Hadapi Revolusi Industri 4.0

     

    Wakil Gubenur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengingatjan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nusantara yang juga calon angkatan kerja menghadapi revolusi industri di era 4.0 dengan kreativitas dan inovasi.

    “Hanya saja pandemi membuat pertumbuhan ekonomi kita terkontraksi sebesar -2,39 persen pada triwulan keempat 2020 lalu. Ini berimbas pada industri dan lapangan kerja, sehingga kita membutuhkan skill kreativitas untuk bertahan hidup,” terang Emil.

    Banyak industri yang berpotensi mengalami otomatisasi yang akan mengancam jumlah lapangan kerja. Antara lain sektor konstruksi sebesar 45 persen, pertanian 49 persen, perdagangan retail 53 persen, transportasi dan logistik 65 persen, serta manufaktur 65 persen.

    Meski begitu, menurut Emil, akan muncul pula peluang kerja yang berdasarkan pada kreativitas. Contohnya pengembangan digital yang meliputi star-up, robotic, 3D printing, artificial intelligence, film dan animasi.

    Dengan jumlah penduduk 40,67 juta dan 69,6 persennya berusia produktif, Emil optimis jika perekonomian dapat dengan segera pulih.

    “Bonus demografi bisa menjadi malapetaka, tapi bisa juga menjadi berkah tergantung bagaimana menyiapkan generasi kita,” ujarnya.

    Maka, sebut Emil, sudah tugas lingkungan mahasiswa untuk mempersiapkan mereka untuk masa depan di era 4.0.

    “Tidak perlu ahli. Yang penting melek teknologi dan tidak gaptek,” terangnya.

    Lebih lanjut, Emil meyakinkan BEM sudah memiliki satu keistimewaan, yakni melakukan sesuatu yang bukan merupakan kewajibannya. Ia berpendapat bahwa dengan berorganisasi, akan semakin mengasah rasa empati dan tanggung jawab.

    Harus Membangun Generasi Kreatif

    “Kita harus membangun generasi kreatif dan produktif, untuk menghadapi revolusi industri 4.0,” kata Emil Dardak, saat menghadiri Temu Nasional BEM Nusantara XII, di Universitas Wijaya Kusuma (UWK), di Surabaya, kemarin.

    Selain kreatif, dan inovatif, juga dituntut mampu membaca peluang kerja dan mendobrak sesuatu yang saat ini menjadi hal lumrah. Saat ini peluang kerja terbuka pada industri-industri kreatif yang memanfaatkan teknologi digital.

    “Karenanya, kita juga harus melakukan akselerasi. Terlebih, peluang kerja di industri kreatif sudah terbuka lebar,” terangnya.

    Terpenting lagi, kata dia, membangun kebersamaan sedikit banyak berkontribusi dalam upaya pemecahan permasalahan.

    “Indonesia harus bisa menggelorakan semangat gotong royong, artinya semangat kebersamaan yang harus dibangun, ini salah satu cara untuk menyikapi situasi yang ada,” jelasnya.

    Berkaca pada data, perekonomian Jawa Timur, kata Emil, menyumbang 1/6 perekonomian Indonesia. Jika pada setiap 1 persen pertumbuhan ekonomi akan ada 400.000 lapangan pekerjaan, Jawa Timur sendiri menyediakan 60 – 70 ribu lapangan kerja.

    Sumber: https://nusadaily.com/jatim/emil-ingatkan-bem-hadapi-revolusi-industri-4-0.html

    No comments

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad