• Breaking News

    Jangan Hindari Teknologi, Lebih Baik Tingkatkan Kemampuan

     

    Saya percaya pada akhirnya semua pekerjaan adalah tentang pelayanan. Semuanya tentang bagaimana mengimplementasikan setiap pengetahuan yang kita pelajari menjadi sebuah pelayanan kepada pengguna jasa kita. Setiap pekerjaan teknis dapat diambil alih oleh robot atau kecerdasan buatan, tetapi robot dan kecerdasan buatan tidak akan pernah dapat melayani dengan hati (VRGultom)

    Semua pekerjaan yang dapat ditransformasi menjadi sebuah sistem yang secara otomatis memproses sesuatu tanpa campur tangan manusia, pada akhirnya akan digantikan oleh robot.

    Robot yang saya maksud di sini tidak selalu berbentuk mesin robot seperti di film-film. Robot dapat berupa mesin, sistem komputer, dan peralatan-peralatan yang membuat manusia tidak perlu lagi mengerjakannya secara manual.

    Contoh, mesin cuci yang membuat manusia tidak perlu lagi repot melakukan pencucian manual yang memerlukan tenaga dan waktu yang cukup melelahkan.

    Menurut beberapa sumber, bahkan profesi dokter dan ilmuwan pun dapat digantikan oleh robot dan kecerdasan buatan. Profesi yang dianggap bergengsi pada masanya, namun diramalkan dimasa depan akan diambil alih oleh sesuatu yang bukan manusia.

    Benarkah begitu?

    Secara logika saya, hal itu sangat mungkin. Segala sesuatu yang dapat ditentukan polanya akan dapat ditransformasikan ke dalam sebuah system, sehingga system tersebut dapat melakukan setiap langkah secara berurutan sesuai pola yang sudah ditentukan.

    Dengan kata lain, system tersebut dapat meniru sebuah pekerjaan, yang tadinya dilakukan manusia, dengan cara mengadopsi langkah demi langkah dalam menyelesaikan pekerjaan tersebut.

    Bagaimana dengan pekerjaan yang memerlukan tindakan pengambilan keputusan? Sama saja. Pengambilan keputusan biasanya berdasarkan data dan informasi terkait.

    Selama data dan informasi yang mendukung pengambilan keputusan tersedia dan dapat "dipolakan", saya rasa proses itu pun dapat ditransformasikan ke dalam sebuah system yang menggantikan pekerjaan manusia dalam pengambilan keputusan.

    Namun, bagaimanapun, sebuah system, apa pun bentuknya, robot, AI, dsb, mereka tetap tidak dapat berpikir dan mengontrol. Jadi pada contoh system pengambil keputusan, sifatnya hanyalah pendukung pengambilan keputusan. Tentu saja manusia tetap mempunyai kuasa untuk menentukan keputusan apa yang diambil.

    Contoh, menurut sebuah system pengambilan keputusan yang sudah diprogram sedemikian rupa dan didukung oleh berbagai data dan informasi dalam jumlah yang cukup, didapat bahwa penyakit diabetes ditimbulkan oleh asupan zat gula yang tidak diimbangi dengan olahraga teratur.

    Oleh karena itu, pemerintah Indonesia menghimbau agar masyarakat melakukan olahraga rutin dan memperbanyak makan sayuran, untuk mencegah meningkatnya penderita penyakit diabetes. Tetapi keputusan tetap ada ditangan masing-masing bukan? Sekalipun pemerintah menentukan hukuman bagi yang tidak mengikuti anjuran, namun tetap saja masing-masing individu yang harus mengontrol dan mendisiplinkan dirinya sendiri.

    Berarti masih ada bagian yang seharusnya dilakukan oleh manusia. Misalnya mendidik orang dengan cara mempengaruhi, membuat orang lain merasa nyaman menggunakan sebuah produk sehingga orang tersebut tetap setia menggunakan produk tersebut, membuat seorang pasien rumah sakit merasa bahagia agar lebih cepat pulih dari penyakitnya, dan masih banyak lagi pekerjaan-pekerjaan lain yang hanya dapat dilakukan oleh manusia. Tetapi tentu saja semua itu dapat dilakukan jika kita sudah dapat melewati tahapan, yang suatu saat nanti, tidak lagi perlu dilakukan oleh manusia.

    Sebuah system mungkin dapat membantu sebuah proses penjualan menjadi lebih cepat, tetapi yang meyakinkan calon pembeli untuk membeli produk yang ditawarkan tetaplah manusia. Sebuah system yang dibuat sedemikian rupa dapat menggantikan guru mengajar, namun yang dapat mendorong siswa untuk tekun belajar hanyalah manusia.

    Sebuah system dapat menggantikan pekerjaan penulis, tetapi yang dapat menentukan ide tulisan hanyalah manusia. Sebuah system dapat membantu memprediksi sesuatu, tetapi hanya manusia yang dapat bernegosiasi dengan berbagai pihak, agar sesuatu yang buruk yang sudah diprediksikan, dapat dicegah.

    Maka saya rasa, kita manusia, tidak boleh kalah dengan robot atau dengan kecerdasan buatan. Justru seharusnya menjadi lebih pandai karena tidak lagi berkutat dengan pekerjaan-pekerjaan teknis.

    Jangan hindari teknologi yang semakin maju, tetapi tingkatkan kemampuan diri agar tetap selaras dengan perkembangan jaman. Semua ilmu yang kita pelajari seharusnya menjadi sarana untuk dapat melayani dengan cerdas dan sepenuh hati(VRG)

    Namun, bagaimanapun, sebuah system, apa pun bentuknya, robot, AI, dsb, mereka tetap tidak dapat berpikir dan mengontrol. Jadi pada contoh system pengambil keputusan, sifatnya hanyalah pendukung pengambilan keputusan. Tentu saja manusia tetap mempunyai kuasa untuk menentukan keputusan apa yang diambil.

    Contoh, menurut sebuah system pengambilan keputusan yang sudah diprogram sedemikian rupa dan didukung oleh berbagai data dan informasi dalam jumlah yang cukup, didapat bahwa penyakit diabetes ditimbulkan oleh asupan zat gula yang tidak diimbangi dengan olahraga teratur.

    Oleh karena itu, pemerintah Indonesia menghimbau agar masyarakat melakukan olahraga rutin dan memperbanyak makan sayuran, untuk mencegah meningkatnya penderita penyakit diabetes. Tetapi keputusan tetap ada ditangan masing-masing bukan? Sekalipun pemerintah menentukan hukuman bagi yang tidak mengikuti anjuran, namun tetap saja masing-masing individu yang harus mengontrol dan mendisiplinkan dirinya sendiri.

    Berarti masih ada bagian yang seharusnya dilakukan oleh manusia. Misalnya mendidik orang dengan cara mempengaruhi, membuat orang lain merasa nyaman menggunakan sebuah produk sehingga orang tersebut tetap setia menggunakan produk tersebut, membuat seorang pasien rumah sakit merasa bahagia agar lebih cepat pulih dari penyakitnya, dan masih banyak lagi pekerjaan-pekerjaan lain yang hanya dapat dilakukan oleh manusia. Tetapi tentu saja semua itu dapat dilakukan jika kita sudah dapat melewati tahapan, yang suatu saat nanti, tidak lagi perlu dilakukan oleh manusia.

    Sebuah system mungkin dapat membantu sebuah proses penjualan menjadi lebih cepat, tetapi yang meyakinkan calon pembeli untuk membeli produk yang ditawarkan tetaplah manusia. Sebuah system yang dibuat sedemikian rupa dapat menggantikan guru mengajar, namun yang dapat mendorong siswa untuk tekun belajar hanyalah manusia.

    Sebuah system dapat menggantikan pekerjaan penulis, tetapi yang dapat menentukan ide tulisan hanyalah manusia. Sebuah system dapat membantu memprediksi sesuatu, tetapi hanya manusia yang dapat bernegosiasi dengan berbagai pihak, agar sesuatu yang buruk yang sudah diprediksikan, dapat dicegah.

    Maka saya rasa, kita manusia, tidak boleh kalah dengan robot atau dengan kecerdasan buatan. Justru seharusnya menjadi lebih pandai karena tidak lagi berkutat dengan pekerjaan-pekerjaan teknis.

    Jangan hindari teknologi yang semakin maju, tetapi tingkatkan kemampuan diri agar tetap selaras dengan perkembangan jaman. Semua ilmu yang kita pelajari seharusnya menjadi sarana untuk dapat melayani dengan cerdas dan sepenuh hati(VRG)

    Sumber: https://www.kompasiana.com/vrgultom/608855bc8ede482ee056d372/jangan-hindari-teknologi-lebih-baik-tingkatkan-kemampuan?page=all

    No comments

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad