• Breaking News

    NASA Catat Sejarah dengan Berhasil Terbangkan Helikopter Mini di Permukaan Mars

     


    Lembaga antariksa Amerika Serikat NASA hari Senin (19/04) mengumumkan telah berhasil menerbangkan helikopter mini, yang diberi nama Ingenuity, untuk pertama kalinya di permukaan planet Mars.

    Begitu foto penerbangan helikopter tersebut — yang diambil oleh wahana NASA di Mars — diterima di Bumi, para staf dan teknisi di ruang pengendali misi langsung menyambutnya dengan tepuk tangan penuh sukacita. Drone yang dinamakan Ingenuity itu terbang kurang dari satu menit, namun NASA merayakan pesawat pertama yang dikendalikan di dunia lain.

    aasil menerbangkan Ingenuity. Pada 1903 dua bersaudara, Wilbur dan Orville, untuk pertama kalinya mengoperasikan pesawat terbang.

    Sanjeev Gupta, guru besar di Imperial College London dan pakar yang terlibat di misi Mars NASA tidak bisa menyembunyikan kegembiran begitu dipastikan helikopter drone ini berhasil terbang. “Untuk pencapaian teknologi, coba bayangkan, penerbangan ini dilakukan tanpa intervensi manusia,” katanya.

    Gupta menuturkan “rangkaian perintah” untuk menerbangkan helikopter ini dikirim hari Minggu (18/04), yang mencakup perintah ke wahana penjelajah di permukaan Mars, yang antara lain untuk memungkinkan wahana penjelajah ini mengabaikan momen penerbangan yang bersejarah tersebut.

    “Itu dilakukan secara otonom dan saya kira itu sungguh luar biasa,” kata Profesor Gupta. Diharapkan teknologi ini akan mentransformasikan misi-misi ruang angkasa di masa mendatang, yang memungkinkan eksplorasi planet-planet yang tak bisa diakses dengan menggunakan wahana-wahana darat.

    Pencapaian ini terjadi sekitar satu serengah bulan setelah robot Perseverance milik NASA memulai perjalanan pertamanya di Mars. Ia tidak bergerak jauh – hanya 6,5 meter jarak totalnya. Namun ilmuwan deputi proyek NASA, Katie Stack Morgan, menyebutnya momen yang sangat penting.

    “Meskipun robot penjelajah ini masih melakukan banyak pemeriksaan teknis, menit ketika ‘rodanya’ mulai bergerak kita bisa menganggap diri kita sebagai penjelajah di permukaan Mars,” ujarnya kepada BBC News.

    Sudah dua minggu sejak robot seberat dua ton itu mendarat dengan dramatis di Planet Merah.Sejak itu, para teknisi telah mempersiapkan kendaraan tanpa awak tersebut dan banyak sistemnya yang kompleks, termasuk instrumen dan lengan robot.

    Namun semua orang telah menunggu Perseverance mulai beroperasi. Itu terjadi pada hari Selasa (02/03). Si robot bergerak maju sedikit, berputar 150 derajat, kemudian mundur lagi sedikit. “Anda dapat melihat jejak roda yang kami tinggalkan di Mars; saya rasa saya tak pernah sesenang ini melihat jejak roda,” kata seorang teknisi Perseverance, Anais Zarifian.

    “Ini tonggak besar bagi misi ini dan tim. Kami sudah mengendarai [Perseverance] di Bumi, tapi mengendarainya di Mars – itu tujuan terbesarnya, dan begitu banyak orang telah bekerja untuk momen ini selama bertahun-tahun.”

    Perseverance didaratkan di sebuah kawah dekat ekuator yang disebut Jezero, untuk mencari bukti kehidupan di masa lampau. Ikhtiar ini akan melibatkan penjelajahan sejauh 15 kilometer dalam satu tahun Mars, setara kira-kira dua tahun Bumi.

    Para ilmuwan ingin mencapai sejumlah formasi batuan di dalam kawah yang diduga menyimpan rekaman aktivitas biologis di masa lampau.

    Diantaranya adalah apa yang terlihat dalam citra satelit sebagai delta – struktur yang terbentuk dari lumpur dan pasir yang terbuang oleh sungai saat memasuki badan air yang lebih luas. Dalam kasus Jezero, badan air yang lebih luas ini kemungkinan besar merupakan danau purba yang ada miliaran tahun lalu.

    Tim misi mempertimbangkan satu dari dua rute menuju delta, rute yang akan memberi para ilmuwan gambaran awal dengan membawa Perseverance melewati sisa-sisa delta yang terisolasi. “[Gundukan] ini berjarak sekitar satu setengah mil jauhnya dari si robot penjelajah. Anda sebetulnya bisa mempelajari pelapisan di dalam bebatuannya,” kata Dr Stack Morgan.

    “Dalam singkapan ini, batuan berlapis yang resisten kemungkinan besar diendapkan oleh sungai yang mengalir ke Danau Jezero purba, dan para ilmuwan dalam tim bekerja keras untuk memahami asal mula dan pentingnya bebatuan seperti ini.”

    Tujuan jangka pendek bagi Perseverance adalah eksperimen helikopter. Robot penjelajah itu membawa sebuah helikopter kecil dari Bumi.

    Robot itu akan menghabiskan beberapa minggu ke depan untuk berjalan dari lokasinya saat ini ke medan yang cocok, tempat perangkat seberat dua kilogram yang disebut Ingenuity dapat diletakkan ke tanah dengan aman. Saat ini, pesawat itu masih tersampir di bawah perut Perseverance. “Kami masih mencari zona penerbangan yang cocok,” kata Robert Hogg, deputi manajer misi Perseverance.

    “Kami menggunakan citra kamera navigasi, citra stereo, untuk menganalisis medan. Tim juga telah mengamati citra orbit untuk mencari zona penerbangan. Singkatnya, kami masih berusaha untuk melakukan itu pada musim semi,” katanya kepada para wartawan.

    Perseverance adalah robot penjelajah tercepat yang pernah ditaruh NASA di Mars. Ini bukan karena kecepatan putaran rodanya (sekitar 5cm/detik), tapi lebih karena kecanggihan sistem navigasi otomatisnya.

    Robot itu mengambil gambar untuk menilai jalan di depannya. Kendaraan-kendaraan sebelumnya harus berhenti saat gambar-gambar ini diproses. Perseverance dapat melakukannya sambil jalan. “Perseverance bisa berjalan sambil mengunyah permen karet,” kata Anais Zarifian.

    Nasa mengumumkan pada hari Jumat bahwa mereka menamai lokasi pendaratan Perseverance di Kawah Jezero dengan nama penulis fiksi ilmiah terkenal AS, Octavia E. Butler. Kehormatan yang sama diberikan pada penulis Ray Bradbury pada 2012. Namanya diberikan pada lokasi pendaratan robot penjelajah badan antariksa AS itu sebelumnya, Curiosity.

    Sumber: https://dnaberita.com/2021/04/20/nasa-catat-sejarah-dengan-berhasil-terbangkan-helikopter-mini-di-permukaan-mars/

    No comments

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad