• Breaking News

    Perubahan Pasar Tenaga Kerja Dan Tantangan Perguruan Tinggi

     

    Pasar tenaga kerja saat ini telah mengalami banyak perubahan.Tren taksi misalnya, dulu merajai transportasi darat, sekarang digeser oleh adanya transportasi online. Saat ini juga muncul profesi yang belum pernah terdefinisi sebelumnya, seperti Youtuber, Web Developer, Web Designer, dan pekerjaan lainnya.

    Era revolusi industri 4.0 menunjukkan adanya perubahan drastis di tren industri, dimana perkembangannya tidak lagi linear melainkan bersifat eksponensial. Transformasi pasar tenaga kerja yang menjadi lebih dinamis dinilai membuat posisi Indonesia saat ini belum aman.

    Transformasi pasar tenaga kerja ini membuat beberapa jenis pekerjaan konvensional menghilang, namun revolusi industri juga memunculkan jenis pekerjaan, keterampilan, dan keahlian baru. Di mana ilmu pengetahuan dan teknologi lama telah menjadi usang.

    Teori manajemen, organisasi dan model bisnis juga banyak berubah. Pola komunikasi dan perilaku masyarakat juga banyak berubah. Tentu saja agenda riset pun harus banyak melakukan perubahan-perubahan.

    Indonesia memerlukan SDM unggul yang adaktif, karena ketidakcocokan sisi tenaga kerja dan sisi pasar adalah salah satu masalah kritis negara saat ini.

    Kondisi ini harus diatasi dengan melakukan perubahan-perubahan di perguruan tinggi. Tentu saja hal ini membutuhkan perubahan program studi. Dibutuhkan perubahan kurikulum dan dibutuhkan perubahan karakter dosen. Ini menjadi tantangan bagi perguruan tinggi.

    Sebagai contoh banyak perusahaan teknologi di Indonesia kekurangan tenaga kerja, karena kurangnya pasokan dan kurangnya konsentrasi dalam pendidikan formal seperti universitas. Selain itu, sektor pertanian juga paling disorot karena ada ketidakcocokan antara pendidikan dan pekerjaan.

    Perguruan tinggi kita sebenarnya memiliki kemampuan inovatif, kreatif, inventif dan adaptif terhadap perubahan. Sehingga menjadi syarat penting untuk bisa survive dalam dinamika perubahan yang sangat cepat di era revolusi industri ke 4.

    Kunci untuk bisa maju dan berkembang menjadi negara berpenghasilan tinggi adalah inovasi. Inovasi itu sendiri sumbernya adalah perguruan tinggi dengan kurang lebih 4.600 perguruan tinggi di Indonesia. Hal ini adalah kekuatan raksasa, sehingga sangat penting untuk terus mendorong inovasi perguruan tinggi.

    Namun selain itu juga terdapat tantangan dan peluang untuk menjadi negara maju harus kita raih. Peluang untuk bisa melompat menjadi negara maju sudah terbuka lebar, Indonesia memiliki bonus demografi dan saat ini Asia menjadi pusat ekonomi dunia. Lebih dari 50 persen nilai perdagangan dunia berada di Asia, sehingga menjadi peluang yang sangat besar dalam memasuki bonus demografi.

    Tantangan lain angkatan kerja yang berpendidikan tinggi saat ini masih di bawah 20 persen. Dilihat dari kacamata SDM mengenai kualifikasi SDM, Indonesia sudah tertinggal jauh dari persiapan negara-negara yang berhasil memanfaatkan bonus demografi. Oleh karena itu, perguruan tinggi harus bekerja 3 kali lebih cepat dari negara lain agar bisa bisa memanfaatkan bonus demografi seperti Negara-negara lain

    Demi mewujudkan pengembangan SDM hingga ke level tersebut, perlu ada kolaborasi berbagai pihak yang menjadi kunci sukses menghadapi perubahan, yaitu kolaborasi antara perguruan tinggi dengan lembaga pelatihan seperti BLK.

    Untuk menyiapkan tenaga kerja terampil pendidikan tinggi perlu mengembangkan kerangka, kurikulum, dan standarisasi di pendidikan vokasi dan pelatihan vokasi melalui Balai Latihan Kerja(BLK) maupun Lembaga Pelatihan Kerja(LPK).

    Perubahan pasar tenaga kerja ini mau tak mau merupakan tantangan bagi perguruan tinggi untuk berkreasi dan berinovasi menghasilkan Ilmu pengetahuan dan teknologi yang mampu menjawab tantangan zaman, menjawab tantangan kemanusiaan dan kemajuan bangsa.

    Sumber: https://jamberita.com/read/2021/03/15/5966288/perubahan-pasar-tenaga-kerja-dan-tantangan-perguruan-tinggi

    No comments

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad