• Breaking News

    Robot Sinar UV UMY, Bisa Bersihkan Masjid dalam 30 Menit

     


    YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Pandemi Covid-19 yang entah akan kapan berakhir di satu sisi membuka kreativitas. Banyak pihak yang mencoba melakukan penelitian dan mengaplikasikannya untuk kepentingan bersama seperti yang dilakukan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).

    Salah satu dosennya, Dr Iswanto ST tergerak melakukan penelitian setelah melihat banyak orang tidak bisa beribadah secara nyaman di masjid atau musola. Mereka harus membersihkan ruangan supaya bebas dari ancaman virus, kuman dan berbagai penyebab penyakit lainnya.

    Proses pembersihan memakan waktu lama dan cairan pembersih bagi sebagian orang mengakibatkan dampak kurang baik. ''Melihat kondisi demikian, saya dan tim mencoba meneliti dan membuat robot pembersih lantai dan dinding tempat ibadah yang digerakkan dari jauh,'' tutur Iswanto.

    Robot pembersih lantai dan dinding tersebut terbuat dari plastik berbentuk kotak dengan penggerak baterai lithium. Pembersihan tidak menggunakan cairan tetapi sinar ultraviolet. Lampu UV terletak di bagian bawah dan samping sehingga bisa menjangkau lantai serta dinding ruangan.

    Sistem pengendalian robot dari jarak jauh menggunakan sistem dari telepon cerdas yang dapat diatur. Menurut Iswanto, pengendalian harus jarak jauh karena sinar UV tidak bagus ketika mengenai mata. Pengendali lebih aman dan tidak terpapar secara langsung dengan sinar UV.

    ''Dengan tenaga baterai yang cukup besar, robot bisa membersihkan ruangan dalam waktu 30 menit nonstop. Proses pembersihan ruangan dapat dilakukan menjelang umat melakukan salat atau setelahnya sehingga ruangan benar-benar bersih dari virus, kuman, bakteri,'' papar Iswanto.

    Pembersihkan menggunakan sinar UV lebih aman dibandingkan menggunakan cairan kimia. Ada orang yang tidak kuat dengan bau bahan kimia bahkan alergi sehingga dapat mengakibatkan dampak tertentu. Sinar UV tidak meninggalkan bau atau aroma yang tidak nyaman bagi umat.

    Sebagian komponen robot berasal dari luar negeri karena tidak ada di Indonesia. Iswanto harus memesan ke sejumlah koleganya yang menyediakan bahan tersebut. Ia memberi contoh, roda robot yang dapat bergerak ke segala arah tidak ada di Indonesia, ia memesan dari luar. Begitu pulai baterai khusus yang dapat menggerakkan robot juga impor.

    ''Biaya untuk satu robot cukup mahal, sekitar Rp 20 juta. Kami akan berusaha membuat menggunakan bahan-bahan yang lebih murah dengan komponen dari dalam negeri supaya bisa dibuat secara massal dan terjangkau harganya,'' imbuh Iswanto.

    Sumber: https://www.suaramerdeka.com/regional/kedu/261691-robot-sinar-uv-umy-bisa-bersihkan-masjid-dalam-30-menit?page=3

    No comments

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad