• Breaking News

    Studi Waymo: Pengemudi robot akan menghindari tabrakan

     

    Waymo, yang secara tegas berhenti menggunakan istilah "mengemudi sendiri" untuk mendeskripsikan teknologinya tahun ini, telah merilis sebuah penelitian yang dimaksudkan untuk membuktikan bahwa pengemudi robotnya lebih aman daripada manusia.

    Mengapa penting: Dengan sekitar 40.000 orang Amerika meninggal dalam kecelakaan kendaraan setiap tahun, operator AV mencoba meyakinkan konsumen dan regulator bahwa kendaraan otonom akan membuat jalan lebih aman.

    Apa yang terjadi: Waymo, yang mengoperasikan layanan taksi tanpa pengemudi terbatas di dekat Phoenix, merekonstruksi 72 kecelakaan fatal yang terjadi selama dekade terakhir di wilayah operasi berpagar geografisnya.

    Kemudian memasukkan data dari crash kehidupan nyata ke dalam sistem simulasinya, dan menggantikan "driver Waymo" untuk driver manusia.

    Yang kami ketahui: Teknologi otonom Waymo menghindari atau mengurangi tabrakan di hampir semua kasus.

    Ketika pengemudi Waymo mengganti "penghasut" kecelakaan itu - pengemudi mabuk yang melaju di lampu merah, misalnya - kecelakaan itu dihindari karena robotaxi tersebut direkayasa untuk mematuhi hukum.

    Ketika pengemudi Waymo mengganti "penjawab" - seseorang yang bereaksi terhadap pengemudi yang buruk - sistem persepsinya mengantisipasi situasi tersebut sebelumnya dan merespons untuk menghindarinya.

    Beberapa kejadian di mana pengemudi Waymo tidak bisa menghindari kecelakaan adalah saat ditabrak dari belakang.

    Waymo menjelaskan lebih lanjut di posting blog ini .

    Cerdaslah : Riset Waymo memang membantu, tetapi tidak pasti.

    Sebuah studi tahun lalu oleh Institut Asuransi untuk Keselamatan Jalan Raya menemukan bahwa sistem otonom - karena mereka dapat melihat lebih baik daripada manusia - dapat mencegah sekitar sepertiga dari kecelakaan jalan raya.

    Dua pertiga lainnya disebabkan oleh kesalahan "memprediksi" atau "memutuskan", dan AV tidak dapat menghindarinya jika mereka mengemudi terlalu banyak seperti manusia.

    Sebaliknya, mereka harus secara khusus diprogram tidak hanya untuk mematuhi hukum tetapi juga untuk memprioritaskan keselamatan daripada kecepatan dan kenyamanan.

    Itu bisa berarti dengan sengaja merangkak melalui lalu lintas pejalan kaki yang tinggi atau dalam kondisi jarak pandang yang rendah.

    Sumber: https://www.axios.com/waymo-robot-drivers-uber-crashes-phoenix-58f24276-6205-42e9-a2a0-0742d59f71fe.html

    No comments

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad