• Breaking News

    “Dewa Api" Berburu Area Layak Huni

     

    Inti misi Tiongkok ke Mars adalah melakukan eksplorasi Planet Merah menggunakan robot penjelajah bernama Zhurong yang dalam mitologi kuno berarti "Dewa Api". Robot penjelajah yang akan dikeluarkan dari pendarat Tianwen-1 itu memiliki tinggi 1,85 meter dengan berat 240 kg.
    Penjelajah ini akan mengeksplorasi mars selama 3 bulan atau sekitar 92 hari di bumi. Pada badan Zhurong terpasang enam muatan ilmiah sepasang kamera navigasi dan medan, kamera multispektral, detektor komposisi permukaan mars, radar penembus, dan magnetometer yang dipasang di tiang. Ada juga stasiun iklim mars mempelajari topografi, geologi, struktur tanah, mineral, jenis batuan, serta atmosfer di daerah tersebut.
    Pada tiang tinggi terpasang kamera untuk mengambil gambar dan membantu navigasi. Lima instrumen tambahan akan menyelidiki mineralogi batuan lokal dan sifat umum lingkungan, termasuk cuaca. Seperti penjelajah Amerika Serikat, bernama Perseverance, Zhurong memiliki alat laser untuk menggerakkan batuan dan menilai sifat kimiawinya. Lalu, radar untuk mencari es air di bawah permukaan.

    Utopia Planitia
    Pendaratan Zhurong, robot beroda enam itu, sejak awal menargetkan titik Utopia Planitia, sebuah medan yang luas di belahan bumi utara mars. Lokasi tersebut sama dengan saat Badan Penerbangan dan Antariksa (NASA) mendaratkan misi Viking-2 pada 1976.
    Utopia Planitia berupa cekungan yang luas dengan lebarnya lebih dari 3.000 km. Cekungan terbentuk akibat tumbukan pada awal sejarah mars. Penginderaan jauh oleh satelit menunjukkan adanya es yang tersimpan dalam jumlah signifikan di sana.
    Global Times menyebutkan, Zhurong diharapkan segera diluncurkan ke permukaan mars dari platform pendaratan untuk eksplorasi ilmiah. Dengan instrumen yang dimiliki diharapkan dapat memberi informasi sekitar Utopia Planitia yang menurut para ahli pernah tertutup oleh semburan lumpur kuno. Dari sana dapat diketahui adanya distribusi air atau es. Selain itu juga mencari informasi adanya tanda-tanda kehidupan masa lampau.
    "Kami menantikan penemuan ilmiah Zhurong di Utopia Planitia dengan menyelidiki permukaan dan bawah permukaan. Dengan demikian, kami dapat lebih memahami sejarah air mars dan kelayakan untuk dihuni," kata peneliti pada Badan Antariksa Eropa (European Space Agency/ESA) Bernard Foing.
    Untuk bertahan pada permukaan mars yang keras, Zhurong dirancang tahan terhadap badai pasir hingga kecepatan 180 meter per detik atau sekitar tiga kali lebih kuat dari topan super di bumi. Para insinyur telah mengembangkan bahan baru, yang memungkinkannya bertahan dari debu. hay/G-1

    Sumber: https://koran-jakarta.com/dewa-api-berburu-area-layak-huni

    No comments

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad