• Breaking News

    Inovasi Mahasiswa UKDW Yogyakarta Atasi Banjir, Begini Sistem Kerjanya

     

    KOMPAS.com - Tiap musim penghujan, ada beberapa daerah yang langganan direndam banjir. Salah satu penyebab banjir adalah kurang disiplinnya masyarakat dalam hal membuang sampah.

    Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat ada 7.574 kali bencana banjir yang terjadi di Indonesia selama periode 2011 hingga 22 September 2020.

    Meski trennya fluktuatif, bencana ini memiliki tingkat intensitas yang cukup sering selama 10 tahun terakhir.

    Berangkat dari permasalahan tersebut, lima mahasiswa Fakultas Teknologi Informasi (FTI) Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta merancang sebuah alat bernama Clogging Detector and Destroyer (CDD) yang berteknologi laser dan IoT.

    Membuat inovasi untuk mengatasi banjir
    Mereka mengusulkan alat tersebut sebagai solusi untuk mengatasi banjir di perkotaan akibat penyumbatan selokan.

    Menurut Ketua Tim Giovanni Harrius, Clogging Detector berfungsi mendeteksi apakah ada sampah penyumbat di sekitarnya. Hasilnya diperoleh berdasarkan ada atau tidaknya hambatan yang dideteksi sensornya.

    Sedangkan Clogging Destroyer berfungsi menghancurkan sampah di sekitarnya menggunakan teknologi laser yang sangat kuat.

    "Sehingga sampah berukuran besar dapat terurai dengan cepat," kata Giovanni seperti keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Senin (24/5/2021).

    Terhubung dengan BPBD
    Giovanni menjelaskan, kedua alat diletakkan di sepanjang dinding selokan dalam jarak 50-100 meter dan terhubung ke pusat data di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) pemerintah kota setempat.

    Ia mengungkapkan, Clogging Detector maupun Clogging Destroyer terbuat dari bahan kuat, kedap air, tahan goncangan, dan baterai yang praktis dapat dipakai seumur hidup.

    "Pada kondisi dimana tidak ada sampah penyumbat, Clogging Detector mengirim status “idle” ke BPBD," terang Giovanni.

    Hancurkan sampah dengan laser
    Apabila terdeteksi sumbatan, lanjut Giovanni, Clogging Detector akan mengaktifkan Clogging Destroyer di lokasi sekitarnya agar menghancurkan sampah penyumbat.

    Selain itu, Clogging Detector mengirim status “blink” ke BPBD. Sehingga BPBD mengetahui lokasi sampah penyumbat dan usaha yang sedang dilakukan Clogging Destroyer.

    Clogging Destroyer akan menghancurkan sampah selama jangka waktu tertentu.

    Namun apabila ada sampah yang sulit dihancurkan (misal logam, kabel), Clogging Destroyer akan mengirim status “beep” pada BPBD.

    "BPBD akan mendatangi lokasi penyumbat dan membersihkannya secara manual,” imbuhnya.

    Lolos program PKM 2021

    Selain Giovanni, inovasi ini dikerjakan bersama empat rekannya yakni Stefani Fransisca, Meylisa Putri Ishariyanti, Hedwig Ghenis Karisma Pradata, Kevin Alvaro Adianto.

    Inovasi kelima mahasiswa UKDW ini berhasil mendapatkan pendanaan lewat Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2021 skema Gagasan Futuristik & Konstruktif (GFK) yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) RI melalui Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan.

    Keberhasilan tim ini tentu tidak lepas dari bimbingan Dosen Sistem Informasi sekaligus Kepala Program Studi Sistem Informasi UKDW Jong Jek Siang.

    Inovasi relevan dengan kondisi di kota besar
    Jong Jek Siang menambahkan, ide mengatasi banjir dengan Clog Detector dan Destroyer tersebut sangat relevan dengan kondisi kota besar di Indonesia yang sering terkena banjir akibat tidak disiplinnya masyarakat dalam pembuangan sampah.

    Clog detector memanfaatkan teknologi IoT yang dipadukan dengan laser.

    Apabila diimplementasikan pemerintah daerah, deteksi dan penghancuran sampah menjadi lebih mudah sehingga akibat penumpukan sampah dapat dikurangi secara signifikan.

    "Saya mengapresiasi usaha keras kelima mahasiswa pengusul sehingga proposalnya lolos PKM skema Gagasan Futuristik-Konstruktif (GFK). Terlebih di masa pandemi yang mengharuskan semua pengerjaan dilakukan secara daring, mahasiswa-mahasiswa kami masih dapat berprestasi tingkat nasional," urai Jong Jek Siang.

    Sumber: https://www.kompas.com/edu/read/2021/05/24/132254071/inovasi-mahasiswa-ukdw-yogyakarta-atasi-banjir-begini-sistem-kerjanya?page=all

    No comments

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad