• Breaking News

    Perusahaan di era industri 4.0 perlu adanya Risk Based Audit Internal!

     

    Jaman sekarang di era industri 4.0 banyak sekali perusahaan yang menerapkan audit untuk mengatasi adanya penyimpangan-penyimpangan tepatnya pada laporan keuangan ataupun bisnis. didalam audit juga terdapat adanya aturan-aturan setiap perusahaan, dan perbedaan-perbedaan pada perusahaan seperti SOP, bahasa, Struktur, organisasi, dll.

    pada era industri 4.0 adapun kelebihan risk based audit internal daripada audit konvensional, yaitu:

    1. Tolak Ukur: dimana tolak ukur audit konvensional ada pada manajemen dan juga tujuan pada perusahaan. sedangkan untuk Risk based auditing berhubungan langsung pada risk assesment serta mengidentifikasi risiko dari bisnis yang tidak semata-mata acuan pada laporan keuangan

    2. Acuan waktu: dimana tolak ukur audit konvensional ada pada kejadian masa lalu dan masa kini yang memiliki pengaruh signifikan pada opini yang akan diberikan untuk perusahaan. sedangkan untuk Risk Based Auditing cakupan lebih ke masa mendatang seperti mendeteksi kemungkinan adanya risiko dikemudian hari, lalu berhubungan langsung pada pemangku kepentingan langsung, serta kelebihan lainnya yaitu berfokus pada risk management daripada pengendalian intern yang langsung memiliki on point pada tujuan perusahaan.

    3. Fokus auditor: dimana fokus auditor konvensional yaitu pada akuntansi dan setiap transaksi pada laporan keuangan, serta memiliki metode bottom up yaitu fokus pada sistem akuntansi, laporan keuangan serta transaksi rincian. sedangkan untuk Risk Based Auditing memiliki cakupan lebih luas yang lebih pada memahami model dan proses operasional pada operasi serta metode yang digunakan top down yang meliputi makro secara ekonomi seperti upaya auditor pada tujuan manajemen, sumber daya yang tepat sasaran, dll

    Risk Based Auditing memiliki tahap-tahap pada pelaksanaannya, yaitu:

    TAHAP SATU (MENILAI KEMATANGAN/MATURITY PADA RISIKO)

    untuk menilai kematangan sebuah risiko. parameternya yaitu keputusan yang dibuat oleh direksi-direksi perusahaan serta peran dari manajement itu sendiri. adapun yang perlu diperhatikan seperti, strategi pelaksanaan audit, membuat laporan seberapa matang risiko yang dikaji.

    TAHAP DUA (PEMERIKSAAN SECARA PERIODIK)

    dalam hal ini memastikan bahwa manajemen risiko sudah sesuai dengan arahan dari audit internal serta sesuai dengan objektif.

    TAHAP TIGA (PENUGASAN AUDIT)

    berfokus pada manajemen risiko yang secara menyeluruh seperti langkah-langkah pada tim manajemen di perusahaan.

    kesimpulannya yaitu, RBIA membutuhkan adanya hubungan kepada manajemen dikarenakan yang dikomunikasikan tidak hanya sekedar laporan keuangan tetapi lain hal seperti strategi perusahaan dan tujuan perusahaan.

    Sumber: https://www.kompasiana.com/indraagung1613/609168d8d541df34016ef0d2/perusahaan-di-era-2-0-perlu-adanya-risk-based-audit-internal?page=all

    No comments

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad