• Breaking News

    Siap Hadapi Tantangan Society 5.0, UNPAR Buka Program Mekatronika

     

    Bandung: Era digitalisasi semakin berkembang pesat semenjak pandemi covid-19. Pekerjaan manusia yang biasanya dilakukan secara konvensional, sekarang mayoritas sudah mulai tergantikan oleh teknologi.

    Selain itu, berbagai teknologi baru juga semakin eksis. Seperti kecerdasan buatan, robot, blockchain, nanotechnology, komputer kuantum, bioteknologi, Internet of Things, Printer 3D, dan kendaraan otonom yang digunakan untuk mendukung kinerja dan meningkatkan kualitas hidup manusia dalam berbagai bidang.

    Meski saat ini kita tidak tahu sejauh mana revolusi keempat ini akan berdampak, mengingat era society 5.0 pun mulai riuh diperbincangkan. Satu hal yang pasti, manusia dipaksa beradaptasi dan mempelajari cara kerja sistem otomasi yang ada di industri.

    Menjawab peluang dan tantangan tersebut, Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) memiliki Program Mekatronika pada Program Studi Teknik Elektro, yang berada di Fakultas Teknologi Industri (FTI).

    Mekatronika lahir pada 31 Maret 2015 dan sudah meraih akreditasi B pada Mei 2018.

    “Sudah sewajarnya Mekatronika jadi pilihan. Era industri 4.0 atau yang sekarang sedang ramai adalah society 5.0, skill seseorang itu mesti luas. Untuk mereka yang suka membuat sistem otomasi, manufaktur, dan bertahan, bahkan bersinar di industri, disarankan masuk Mekatronika, khususnya di UNPAR,” ujar Dosen Mekatronika Dr Christian Fredy.

    Menurut Christian, Mekatronika menjadi salah satu solusi dan jawaban, terutama dalam melengkapi mahasiswa, dan atau calon mahasiswa untuk menghadapi era industri maupun society 5.0.

    Dalam mempelajari Mekatronika, mahasiswa akan belajar langsung pada tiga disiplin ilmu, yakni mekanika, elektronika, dan informatika. Di UNPAR, lanjut dia, para pengajar menekankan pada kemampuan mahasiswa dalam hal mendesain sistem yang bisa membantu pekerjaan manusia.

    “Kami punya semangat bahwa apa yang dipelajari di kampus bisa relevan ketika mereka terjun ke dunia pekerjaan. Respons dari kampus adalah mengajarkan yang memang sesuai dengan dunia industri,” kata Christian.

    Di Program Mekatronika UNPAR, mahasiswa akan belajar sebanyak 46 persen mata kuliah yang berhubungan dengan elektronika, 26 persen berhubungan dengan mesin, 21 persen teknik kendali, dan tujuh persen teknik informatika. Dengan belajar di Program Mekatronika UNPAR.

    Mahasiswa akan banyak membuat proyek yang berhubungan dengan mata kuliah, kegiatan kemahasiswaan, kerja praktik, dan tugas akhir.

    “Peluang di kami banyak yang sifatnya open ended project. Tidak full template mata kuliah, tetapi mahasiswa bisa mengeksplorasi ketertarikannya pada bidang apa. Kami punya banyak program yang bisa mendekatkan mahasiswa dengan dunia industri,” kata Christian.

    Paket lengkap yang dipelajari dalam Mekatronika menjadikan seorang lulusan Mekatronika dapat bekerja di pekerjaan multidisiplin. Baik yang melibatkan keilmuan elektro, mesin, teknik kendali, dan informatika.

    Lebih lanjut, seorang lulusan Mekatronika pun dapat bekerja di industri manufaktur, jasa konsultan, dan wirausaha berbasis teknologi (technopreneur).

    “Peluang karier tentu lebih luas karena kemampuannya yang sudah lengkap. Apalagi Indonesia sudah mulai maju industrinya, mulai bisa membuat alat-alat otomasi sendiri. Apapun tuntutan (dunia kerja), rasanya skill tersebut bisa menjawab,” ujarnya.

    Di usianya yang masih tergolong muda, Program Mekatronika Unpar memiliki potensi yang besar untuk berkontribusi pada era revolusi industri 4.0 dan era society 5.0. Melalui kegiatan pembelajaran, kemahasiswaan, dan pengabdian masyarakat, lulusan Mekatronika Unpar diharapkan menjadi pioneer dari keilmuan Mekatronika yang terbilang masih sedikit di Indonesia.

    Sumber: https://www.medcom.id/pendidikan/news-pendidikan/gNQ537YN-siap-hadapi-tantangan-society-5-0-unpar-buka-program-mekatronika?__cf_chl_jschl_tk__=540139ce2186c1fdb6976639ffc30c69f30ff23b-1620012832-0-ASQ3W3VeCFHsJQRIhWPuk02v0eCBWc9HYqSUr2uCZRs2Jd31vRsurnAFv1Rb09i4zOwr-85Num76xknZU8nsGaWgqPVMC73Zl52WX4dYOoxW7eaXpsU1jSaXRggFy0BmhqHFtF_xC0qfOU3YhRw2JUu-3z4Vy4-SqrMMRE_FEtIsHEm2HGqa9zfDG9pwXXSGPua7I1w1Ilsu9bMu_Jz-X3AyRtKnq5ID0uFZsSpNnKfLHXulMGzck6N2nUC7wPMYJBJlOZAQbDDvpknDMV_DHAwI4QMrgFicEzw1fIC3oDzVItk7iXVmi2uweWYdwuxYLY7YDguQjefAZirlW7wr0W0aRcsnAC24Q0cign-LN1xDI41tj-4iHdh-3M1b-YhC4wAccWvBZFN8YS2W9E29TvmbtEU08Yh9cERHK-m6GR9sjvo_cNLJtPT3j-fS1KQELAWrMQvL97-nVssgq6ZflBGDLeP6eUGeSLaFmQGqexQQtyQUg5DCS2dPxLaWrBh2JF8C4A62B0N72VSuBWsPRrE

    No comments

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad