• Breaking News

    Pasukan Robot Bantu Manusia Hadapi Pandemi COVID-19

     

    SIAR.com, Jakarta — Ketika pandemi menyerang seluruh dunia, manusia jelas kewalahan menghadapi virus Corona yang tak terlihat namun mampu menyerang sistem kesehatan tubuh itu.

    Banyak yang berguguran akibat penyakit tersebut. Bahkan tenaga kesehatan dan dokter tak luput dari serangan virus itu.

    Meski telah banyak contoh, sebagian manusia tetap mengabaikan protokol kesehatan. Akibatnya sungguh fatal.

    Namun berkat kemajuan teknologi, manusia mampu menciptakan robot yang dapat membantu mengatasi korban atau pasien yang terjangkit virus mematikan itu. Robot tidak membutuhkan masker, dapat dengan mudah didesinfeksi, dan, tentu saja, tidak sakit.

    Para robot itu bisa melakukan banyak pekerjaan. Ada yang memantau pasien, ada yang membersihkan rumah sakit, melakukan pengiriman, dan membantu pekerja medis garis depan untuk mengurangi paparan mereka terhadap virus. Tidak semua robot beroperasi secara mandiri—bahkan banyak yang membutuhkan pengawasan langsung dari manusia, dan sebagian besar terbatas pada tugas-tugas sederhana dan berulang. Tetapi pembuat robot mengatakan pengalaman yang mereka peroleh selama penerapan uji coba ini akan membuat mesin masa depan mereka lebih pintar dan lebih mampu.

    Inilah pasukan robot yang membantu manusia dalam menghadapi pandemi:

    1. TIM DROID

    Pasukan robot ini berfungsi sebagai garis pertahanan pertama melawan penularan dari orang ke orang di pusat medis di Kigali, Rwanda. Pasien yang masuk ke fasilitas diperiksa suhunya oleh mesin, yang dilengkapi dengan kamera thermal di atas kepala mereka. Dikembangkan oleh UBTech Robotics, di China, robot-robot tersebut juga menggunakan penampilan khas mereka —mereka menyerupai karakter dari film Star Wars— untuk menarik perhatian orang dan mengingatkan mereka untuk mencuci tangan dan memakai masker.



    2. Robot Petugas Swab

    Untuk mempercepat pengujian COVID-19, tim dokter dan insinyur Denmark di University of Southern Denmark dan di Lifeline Robotics mengembangkan robot swab yang sepenuhnya otomatis. Ini menggunakan visi komputer dan pembelajaran mesin untuk mengidentifikasi tempat target yang sempurna di dalam tenggorokan seseorang, kemudian lengan robot dengan swab panjang menjangkau untuk mengumpulkan sampel —semua dilakukan dengan kecepatan dan konsistensi yang tidak dapat ditandingi manusia.



    3. Robot Disinfeksi Ruangan

    Setelah enam dokternya terinfeksi virus corona, rumah sakit Sassarese di Sardinia, Italia, memperketat langkah-langkah keamanannya. Itu juga membawa robot. Mesin, yang dikembangkan oleh UVD Robots, menggunakan lidar untuk bernavigasi secara mandiri. Setiap robot membawa serangkaian lampu ultraviolet-C gelombang pendek yang kuat yang menghancurkan materi genetik virus dan patogen lainnya setelah beberapa menit terpapar. Sekarang ada lonjakan permintaan robot disinfeksi UV karena rumah sakit di seluruh dunia menyebarkannya untuk mensterilkan unit perawatan intensif dan ruang operasi.



    4. Robot Perawat

    Di fasilitas medis, peran ideal robot adalah mengambil alih tugas yang berulang sehingga perawat dan dokter dapat menghabiskan waktu mereka untuk melakukan tugas yang lebih penting.

    Di Rumah Sakit Rakyat Ketiga Shenzhen, di China, sebuah robot bernama Aimbot berjalan di lorong, menegakkan aturan masker dan jarak sosial serta menyemprotkan disinfektan.

    Di sebuah rumah sakit dekat Austin, Texas, robot humanoid yang dikembangkan oleh Diligent Robotics mengambil persediaan dan membawanya ke kamar pasien. Robot ini mengulangi tugasnya tersebut, siang dan malam, tanpa lelah. Sehingga memungkinkan staf rumah sakit untuk menghabiskan lebih banyak waktu berinteraksi dengan pasien.



    5. Robot Dokter

    Perawat dan dokter di Rumah Sakit Circolo di Varese, di Italia utara —wilayah paling parah di negara itu—menggunakan robot sebagai avatar mereka, memungkinkan mereka memeriksa pasien sepanjang waktu sambil meminimalkan paparan dan menghemat peralatan pelindung. Robot, yang dikembangkan oleh perusahaan China, Sanbot, dilengkapi dengan kamera dan mikrofon dan juga dapat mengakses data pasien seperti kadar oksigen darah. Robot telepresence, yang awalnya dirancang untuk kantor, menjadi alat yang sangat berharga bagi pekerja medis yang merawat penyakit yang sangat menular seperti COVID-19, mengurangi risiko tertular patogen yang mereka lawan.



    6. Robot Kurir

    Ini bukan pengambilalihan robot, tetapi jalan-jalan dan trotoar dari lusinan kota di seluruh dunia telah menyaksikan proliferasi mesin beroda yang terburu-buru. Robot pengiriman sekarang sangat diminati karena pesanan online terus meroket.


    Di Hamburg, robot beroda enam yang dikembangkan oleh Starship Technologies bernavigasi menggunakan kamera, GPS, dan radar untuk membawa bahan makanan ke pelanggan.

    Di Medellín, Kolombia, sebuah startup bernama Rappi mengerahkan armada robot, yang dibuat oleh Kiwibot, untuk mengantarkan makanan ke orang-orang yang terkunci karena wilayahnya harus lockdown.

    JD.com China, salah satu perusahaan e-commerce terbesar di negara itu, menggunakan 20 robot untuk mengangkut barang di Changsha, provinsi Hunan. Setiap robot kurir memiliki 22 kompartemen terpisah, yang dibuka pelanggan menggunakan otentikasi wajah.

    7. Robot Penjaga

    Kantor, toko, dan pusat medis mengadopsi robot sebagai penegak kode virus corona baru.

    Di Rumah Sakit Fortis di Bangalore, India, robot bernama Mitra menggunakan kamera termal untuk melakukan pemeriksaan awal pasien.

    Di Tunisia, polisi menggunakan robot mirip tank untuk berpatroli di jalan-jalan ibu kotanya, Tunis, memverifikasi bahwa warga memiliki izin untuk keluar selama jam malam.

    Di Taman Bishan-Ang Moh Kio, Singapura, petugas melepaskan anjing robot Spot, yang dikembangkan oleh Boston Dynamics, untuk mencari pelanggar jarak sosial. Spot tidak akan menggonggong pada mereka, tetapi akan memutar pesan rekaman yang mengingatkan pengunjung taman untuk menjaga jarak.



    8. Robot di RS Indonesia

    Di Indonesia, RS Pertamina Jaya, Cempaka Putih, Jakarta, juga memanfaatkan dua unit robot pelayan untuk mengurangi kontak fisik antara pasien Covid-19 dengan perawat.

    Menurut Direktur RS Pertamina Jaya Syafik Achmad, dua robot pelayan tersebut memiliki fungsi yang berbeda, yakni mengantar obat dan makanan, serta konsultasi pasien Covid-19.

    Untuk robot pengantar obat-obatan dan makanan, lanjut dia, sudah diprogram untuk langsung membawa kebutuhan pasien Covid-19 sesuai dengan jadwal yang ditentukan tenaga medis. “Supaya perawat enggak terlalu sering mondar mandir ketemu pasien. Jadi obat-obatan yang sudah terjadwal, sudah ada dosisnya itu sudah bisa diantar oleh robot,” ujarnya beberapa waktu lalu.


    Sementara itu, robot konsultasi memiliki fungsi seperti chatbot yang akan menjawab sejumlah pertanyaan yang sering tanyakan oleh pasien Covid-19.

    Robot sejenis juga digunakan RS Royal Surabaya. Robot SPERO merupakan salah satu bentuk dukungan dan bantuan dari Universitas Kristen Petra (UK Petra) dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi pasien covid-19 khususnya di RS Royal Surabaya. (Dari berbagai sumber/Joko Susilo)

    Sumber: https://siar.com/pasukan-robot-bantu-manusia-hadapi-pandemi-covid-19/

    No comments

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad