• Breaking News

    Artificial Intelligence Generasi Berikutnya Dapat Mengontrol Jam Tidur dan Bangun Manusia

     

    INDOZONE.ID - Para ilmuwan telah menciptakan terobosan teknologi kecerdasan buatan yang dapat mengidentifikasi gangguan tidur. Para peneliti di University of Sheffield telah mengerjakan AI canggih yang memantau tingkat dengkuran.

    Teknologi, yang dibuat oleh Profesor Guy Brown dan Dr Ning Ma dari Kelompok Penelitian Pidato dan Pendengaran Universitas Sheffield, telah dimasukkan ke dalam aplikasi baru bernama SoundSleep, tersedia di perangkat iOS dan segera di Android.

    Dilansir dari Daily Star, Kamis (15/7/2021), aplikasi tersebut nantinya bisa mencatat dan melacak tingkat mendengkur serta memberikan laporan malam untuk membantu orang menemukan penyebab, faktor dan solusi.


    Namun tim peneliti kini telah mengembangkan AI untuk dapat mendiagnosis sleep apnea yang disebabkan oleh gangguan tidur. Dr Ning Ma, peneliti di Departemen Ilmu Komputer Universitas Sheffield menjelaskan bagaimana program tersebut bekerja.

    "Tidur nyenyak adalah masalah yang mempengaruhi banyak orang di seluruh negeri - apakah itu karena pasangan yang mendengkur keras, masalah kesehatan yang mendasarinya. Masalah atau karena faktor gaya hidup seseorang atau rutinitas malam hari yang mempengaruhi berapa banyak tidur yang mereka dapatkan setiap malam," katanya.

    "Kami memahami bahwa menemukan rahasia tidur malam yang nyenyak dapat membuat stres dan membingungkan, jadi apa yang kami coba lakukan dengan penelitian kami adalah menggunakan kecerdasan buatan tercanggih untuk membantu orang memahami dasarnya. apa yang mencegah mereka mendapatkan tidur malam yang nyenyak semudah mungkin," tambahnya.

    Sleep apnea menyebabkan pernapasan seseorang berhenti dan mulai saat mereka tidur dan mereka juga dapat membuat suara terengah-engah, mendengus atau tersedak, sering bangun dan mendengkur keras.


    Tanpa pengobatan, kondisi ini dapat menyebabkan tekanan darah tinggi, kemungkinan lebih tinggi terkena stroke, depresi, perubahan suasana hati, kesulitan berkonsentrasi di sekolah atau tempat kerja, dan peningkatan risiko mengalami kecelakaan serius karena kelelahan.

    Banyak penderita gangguan tidur tidak teridentifikasi sampai masalah medis lainnya menjadi jelas, yang berarti bahwa mereka cenderung tidak melakukan perubahan gaya hidup yang dapat memperbaiki kondisi mereka tanpa memerlukan pengobatan.

    Akibatnya, peneliti Universitas Sheffield meluncurkan proyek untuk meningkatkan AI yang telah mereka kembangkan untuk SoundSleep, sehingga dapat mengidentifikasi gangguan tidur dari suara yang dibuat orang saat tidur.

    Sumber: https://www.indozone.id/tech/AqsekE7/artificial-intelligence-generasi-berikutnya-dapat-mengontrol-jam-tidur-dan-bangun-manusia/read-all

    No comments

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad