• Breaking News

    Pandemi dan Revolusi Industry 4.0, Yuk Menyongsong Society 5.0

     

    Istilah Revolusi Industri 4.0 pertama kali digemakan pada Hannover Fair 4-8 April 2011,istilah ini digunakan oleh pemerintah Jerman untuk memajukan bidang Industry ke tingkat selanjutnya dengan bantuan teknologi,Industry 4.0,pelaku Industry membiarkan komputer saling terhubung satu sama lainnya.

    Revolusi Industry dapat dipandang sebagai suatu perubahan cara hidup manusia dan proses kerja pada era industry 4.0 tercipta kemajuan teknologi yang menghubungkan kehidupan seharisehari dengan dunia digital,lewat Revolusi Industry 4.0 banyak menciptakan perubahan-perubahan dan membuka peluang bisnis baru,hal ini didorong dengan makin banyaknya penggunaan internet.

    Saat ini Indonesia sedang beradaptasi dengan perkembangan Industri 4.0,situasi Pandemi yang melanda seluruh penjuru dunia mendukug adaptasi Industri 4.0 di Indonesia,Penyebaran Covid-19 yang belum berhenti hingga saat ini telah mengubah kebiasaan hidup masyarakat menjadi bergantung pada teknologi,beragam kegiatan telah dilakukan secara virtual atau daring,seperti kebijakan belajar dirumah bagi siswa,dimulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi,salah satu nya berdirinya Universitas Siber Asia sebagai Perguruan tinggi pertama yang sepenuhnya daring,Selain itu adanya kebijakan Work from Home(WFH),yang pada mulanya dilakukan karena mengikuti kebijakan pemerintah untuk memutus mata rantai penularan wabah Virus Covid-19,Sejak mewabahnya Virus Covid-19 dan masyarakat diimbau untuk dirumah saja kegiatan belanja pun dilakukan secara online,kegiatan belanja online pun semakin meningkat pesat,Perusahaan E-commerce pun mendapatkan banyak keuntungan.

    Di era Revolusi Industri 4.0 yang didukung dengan situasi pandemi ini banyak sekali mengubah kebiasaan sehari-hari yang kita harus terus menyesuaikan selain Work from Home(WFH),Belajar secara daring,belanja secara online,ada pula Konsultasi kesehatan secara online (Telemedicine) dengan ini Dokter dan pasien tidak memerlukan tatap muka,kebijakan ini telah di sahkan sesuai peraturan KKI (Perkonsil) Nomor 74 Tahun 2020 tentang kewenangan klinis dan Praktek kedokteran melalui Telemedicine pada masa Pandemi Covid-19 di Indonesia dimana pasien yang ingin melakukan konsultasi tidak harus datang dan bertemu langsung dengan dokter tetapi bisa melalui virtual online consultation dan setelah selesai konsultasi obat yang diresepkan dokter dapat disiapkan dan dikirimkan langsung kepada pasien,selain itu kegiatan PerBankan pun kini telah beranjak ke digital dimana semua kegiatan perbankan menjadi lebih mudah dan cepat.

    Revolusi Industri 4.0 ini pun banyak memunculkan jenis pekerjaan baru seperti Influencer,youtuber,Tiktokers dengan ini setiap orang dan dimanapun bisa menghasilkan penghasilan tanpa terikat oleh instansi pekerjaan asalkan memiliki jaringan internet dan memiliki gadget.

    Selain banyak keuntungan dari Teknology 4.0 kemajuan ini pun tidak luput dari kekurangan karena semua kegiatan serba gadget dapat mempengaruhi pola interaksi dan komunikasi diantara manusia yang akan menyebabkan seseorang menjadi Anti-sosial dengan adanya smartphone sekarang ini yang mampu mendekatkan yang jauh tetapi efek negatifnya bisa menjauhkan yang dekat karena masing-masing sibuk dengan smartphone atau gadgetnya.Selain itu karena perkembangan Industry 4.0 membuat berkurangnya kebutuhan tenaga kerja manusia yang lambat laun mulai digantikan fungsi nya dengan mesin dan robot yang canggih,Era tersebut bukan tidak mungkin akan datang lebih awal,karena dengan adanya penerapan physical distancing dan efisiensi perusahaan maka pengurangan karyawan pun tak bisa terelakkan.Selain itu sudah banyak perusahaan yang melengkapi fasilitasnya dengan fitur Intelligent virtual assistance 24 hours.

    Dengan ini Manusia sekarang tidak akan bisa lepas dari Teknologi dan kehidupan masyarakatpun sangat bergantung pada teknologi,kedepannya perkembangan teknologi akan membentuk masyarakat dunia baru yaitu masyarakat "Era digital".

    Society 5.0 adalah era saat semua teknologi adalah bagian dari manusia. Internet tak hanya digunakan sebagai informasi, melainkan untuk menjalani kehidupan. Dengan demikian, perkembangan teknologi dapat meminimalisir adanya kesenjangan pada manusia dan masalah ekonomi di kemudian hari.

    Berdasarkan penelitian "Memahami Tren Konsumen Masa Kini" yang ditulis oleh Technology International, Neurosensum, ditemukan bahwa 60% milenial cenderung melakukan pembelian yang mendukung mereka untuk berekspresi. Artinya, karakteristik pasar di era selanjutnya akan lebih mendambakan produk yang spesifik, unik, dan adjustable (personalisasi). Dengan demikian, era ini tidak akan dikenal sebagai era industri, namun era Society 5.0, saat semua teknologi adalah bagian dari manusia itu sendiri.

    Tingginya generasi milenial sebagai konsumen utama, membuat society 5.0 semakin unik sehingga berdampak pada perubahan industri di masa depan. Menurut Kilber, J., Barclay, A., & Ohmer, D., dalam penelitiannya berjudul Seven tips for managing Generation Y (2014), milenial merupakan generasi internet minded dengan kepercayaan diri tinggi serta lebih terbuka dan toleransi terhadap perubahan.

    Sumber: https://www.kompasiana.com/nina542168/60f060dd1525102aaa748042/pandemi-dan-revolusi-industry-4-0-yuk-menyongsong-society-5-0

    No comments

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad