• Breaking News

    8 Robot Militer yang Harus Diwaspadai Pada Tahun 2021


     Foto: Analytics India Ma

    Robot otonom diketahui banyak digunakan untuk mencapai tugas-tugas militer seperti pengawasan, dukungan logistik, pelucutan senjata peledak, dan aplikasi lainnya. Namun, saat ini, militer negara-negara di dunia mulai mencari alternatif tentara manusia yang dapat ditempatkan di medan perang. Robot menjadi salah satu alternatif tentara manusia yang paling mungkin digunakan di masa depan.

    Dilansir dari Analytics India Mag, banyak perusahaan yang tengah mengembangkan robot untuk keperluan militer. Robot-robot ini semakin canggih dan cerdas dengan kemajuan AI dan teknologi baru lainnya. Karena hal ini, industri robot militer bahkan diprediksi tumbuh pada CAGR 12,9% antara 2017 hingga 2022.

    Karena semakin canggih, beberapa negara pun telah melakukan pemesanan terhadap robot-robot militer canggih tersebut. Hal ini tentu perlu diwaspadai oleh negara lain yang masih belum mempunyai robot militer sebagai alat pertahanan. Penasaran robot militer apa saja yang sedang dikembangkan? Berikut 8 robot militer yang harus diwaspadai pada tahun 2021.

    1. Centaur


    Foto: FLIR System

    Centaur merupakan robot militer yang dikembangkan oleh FLIR Systems. Centaur mampu membantu tentara untuk mendeteksi, mengkonfirmasi, mengidentifikasi, dan membuang bahaya. Robot ini berbentuk seperti kendaraan darat tak berawak (UGV) berukuran sedang yang dapat dioperasikan dari jarak jauh. Centaur memiliki sasis standar yang dapat dipasang dengan sensor dan muatan yang berbeda untuk mendukung misi saat ini dan masa depan.

    Dilengkapi dengan kamera Pan Tilt Zoom yang kuat, membuat robot ini mampu mengidentifikasi objek dalam semua kondisi cuaca dengan menggunakan rangkaian kamera EO / IR.

    FLIR dikabarkan telah menerima pesanan gabungan senilai $ 32 juta pada November tahun ini dari Angkatan Darat AS. FLIR akan mengirimkan 250 Centaurus sebagai bagian dari kesepakatan ini.

    2. MUTT


    Foto: Defense News

    Multi-Utility Tactical Transport (MUTT) adalah sebuah robot berbentuk kendaraan darat tak berawak (UGV) yang berfungsi untuk mengikuti tentara dan membawa perlengkapan untuk mereka dalam perjalanan. MUTT merupakan robot yang dikembangkan oleh General Dynamics.

    MUTT diketahui dapat membawa tentara yang terluka di medan perang sehingga tentara lain dapat melanjutkan operasinya. MUTT yang dikendalikan dari jarak jauh dapat mengamati suatu daerah sebelum manusia dan juga dapat digunakan untuk meluncurkan senjata. Militer AS telah menandatangani kontrak dengan General Dynamics dan dilaporkan akan membeli 5.700 robot pada tahun 2024.

    3. TheMIS


    Foto: National Defense Magazine

    THeMIS (Tracked Hybrid Modular Infantry System) adalah sebuah robot berbentuk kendaraan darat tak berawak (UGV) multi-peran yang dimaksudkan untuk mengurangi jumlah pasukan di medan perang. Robot ini memiliki desain terbuka di atas yang dapat dilengkapi dengan senapan mesin ringan atau berat, peluncur granat 40 mm, autocannons 30 mm, dan sistem misil antitank.

    TheMIS memiliki sistem senjata kendali jarak jauh yang dapat menstabilkan diri, memberikan presisi tinggi di area yang luas dan juga dapat berfungsi pada siang dan malam hari. Diakuisisi oleh 9 negara, 7 di antaranya merupakan anggota NATO, pabrikan Milrem Robots akan melakukan demonstrasi untuk tentara Italia pada bulan November.

    Dalam waktu yang sama, IrvinGQ, sebuah perusahaan yang bekerja di sistem pengiriman udara, juga akan mengembangkan sistem tetesan udara multi-peran modular ATAX yang dapat digunakan untuk menyebarkan THeMIS ke medan perang atau lingkungan yang tidak bersahabat.

    4. Nano Bug Drone


    Foto: BAE Systems

    Diproduksi oleh BAE Systems bersama dengan UAVtec, Nano Bug Drone adalah drone pengintai berukuran kecil yang berbentuk seperti lebah. Dengan berat hanya 196 gram, kendaraan udara tak berawak (UAV) ini hanya seukuran smartphone. Nano Bug Drone memiliki jangkauan 2 kilometer dan masa pakai baterai hingga 40 menit.

    Bahkan dengan ukuran sekecil itu, drone dapat berfungsi dengan kecepatan angin 80 kilometer per jam dan memiliki kamera resolusi tinggi yang akan segera memiliki kemampuan deteksi inframerah.

    Kementerian Pertahanan Inggris dikabarkan telah membeli 30 drone ini pada bulan Desember. Pembelian ini digunakan untuk proyek robotik yang sedang dilakukan.

    5. Pitbull-3


    Foto: Afrid Fransisco

    Pitbull-3 adalah robot anti-drone baru yang dapat dikendalikan dari jarak jauh. Pitbull-3 dikembangkan oleh General Robotics dan akan diluncurkan pada tahun ini. Pitbull-3 memiliki 70 kg yang dapat ditempatkan di kendaraan tak berawak atau berawak, dan platform udara atau maritim termasuk kendaraan ultra-ringan.

    Robot ini memiliki algoritma real-time 'anti-drone track and shoot' yang dapat mendeteksi drone pada jarak 5 kilometer dan menembak jatuh dari 500 meter jika bergerak, atau 800 meter jika melayang.

    6. aunav.NEO


    Foto: aunav

    aunav.NEO merupakan robot yang dibuat untuk menetralkan alat peledak improvisasi (IED), amunisi atau ancaman Kimia, Biologis, Radiologi, Nuklir (CBRN) di ruang sempit. Robot ini rencananya akan diresmikan oleh firma Everis ADS pada bulan September tahun ini.

    Maksimal 20 kamera dapat dipasang ke robot, dan dapat menghasilkan peta 3D dari lingkungan tempat robot ini bekerja. aunav.NEO adalah robot pertama di dunia dengan sistem geometri yang dapat disesuaikan sehingga dapat menyesuaikan lebarnya.

    Hal ini membuat aunav.NEO dapat untuk beroperasi di tempat yang berbeda walau dalam skenario misi yang sama. Robot ini bekerja pada sistem kendali jarak jauh dan dapat kembali ke titik pemulihan jika kehilangan kendali.

    7. Throwbot 2.0


    Foto: ReconRobotics

    Throwbot 2.0 adalah robot yang dapat dilempar buatan ReconRobotics. Robot ini memiliki berat hanya 0.6 kilogram dan dapat berfungsi di lingkungan indoor maupun outdoor.

    Throwbot 2.0 dapat menyampaikan informasi intelijen dan pengintaian secara real-time. Selain itu, robot ini juga merupakan robot tahan air yang sangat ringan yang dapat dilempar ke mana saja di lapangan dan dirancang untuk dapat merangkak di berbagai medan.

    Robot ini didesain untuk dapat tahan banting walaupun terjatuh berulang kali hingga 30 kaki (9 m) ke beton. Selain itu, robot ini juga memiliki kamera yang dapat melihat objek di depan serta di sekitar sudut.

    Tahun ini, Throwbot 2.0 diadopsi oleh pangkalan angkatan udara di Florida, AS.

    8. RCV-L


    Foto: DefPost

    The Robotic Combat Vehicle - Light (RCV-L) adalah kendaraan tempur darat tak berawak hybrid-electric (UGCV) yang dibuat secara khusus. Robot ini dibuat oleh dua perusahaan yaitu QinetiQ dan Pratt Miller Defense.

    Memanfaatkan kematangan Pratt Miller dalam Expeditionary Modular Autonomous Vehicle (EMAV) dan sistem kontrol robotik Modular Open System Architecture (MOSA) QinetiQ, robot ini dibuat agar sangat fleksibel dan dapat diintegrasikan dengan 20 muatan yang berbeda.

    Pada bulan November, perusahaan akan mengirimkan RCV-L pertama dari empat RCV-L ke Angkatan Darat AS yang telah disetujui untuk disuplai. Pengadaan ini dapat diperpanjang hingga 16 sistem RCV-L tambahan.

    Sumber : https://teknologi.id/technology/8-robot-militer-yang-harus-diwaspadai-pada-tahun-2021

    No comments

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad