• Breaking News

    China Bangun Pusat Karantina Canggih dengan 5.000 Kamar, Pelayannya Robot

    Guangzhou International Health Station. Foto: Guangzhou International/gz.gov.cn
    Jakarta - China membangun fasilitas kamar karantina covid-19 sebanyak 5.000 unit senilai US$ 260 juta atau senilai Rp 3,7 triliun. Kamar ini untuk mereka yang baru datang dari luar negeri di Guangzhou.

    Pusat karantina canggih itu terdiri dari bangunan tiga lantai dengan atap abu-abu bergaya tradisional China. Kompleks besar ini membentang seluas 46 lapangan sepak bola. Dibutuhkan waktu kurang dari tiga bulan untuk membangun fasilitas yang terletak di pinggiran kota.

    Fasilitas ini akan menggantikan hotel-hotel yang selama ini ditunjuk menjadi pusat karantina covid-19 di Guangzhou. Pendatang dari luar negeri akan dipindahkan dengan bus langsung dari bandara. Mereka dikarantina selama dua minggu.

    Setiap kamar dilengkapi dengan kamera video dan termometer dengan kecerdasan buatan. Makanan dikirimkan tiga kali sehari oleh robot. Semua fasilitas dirancang untuk meminimalkan kontak langsung dengan anggota staf.

    "Ini bisa dibilang pusat karantina paling canggih di dunia," kata Yanzhong Huang, rekan senior untuk kesehatan global di Council on Foreign Relations.

    Selama lebih dari 18 bulan, China telah menutup perbatasannya untuk sebagian besar orang asing guna menghindari penyebaran covid-19. Hanya beberapa orang yang diizinkan masuk.

    Warga China yang kembali dari luar negeri diharuskan menjalani setidaknya dua minggu karantina, diikuti satu minggu karantina terpusat atau isolasi di rumah. Aturan itu berlaku pula bagi mereka yang telah divaksinasi penuh.

    Fasilitas karantina baru itu akan dibuka tepat menjelang pameran Impor dan Ekspor China, yang dimulai 15 Oktober. Acara dua tahunan yang juga dikenal sebagai Canton Fair, adalah pameran perdagangan terbesar di China. Pameran dihadiri puluhan ribu perusahaan dari seluruh dunia.

    Selama pandemi, pameran dilaksanakan secara online. Namun bulan depan pameran akan digelar secara terbatas di GuangZhou. Setiap tamu yang datang harus menjalani karantina dari 14 hari menjadi 21 hari.

    Huang, pakar di Dewan Hubungan Luar Negeri, mengatakan meskipun ukurannya sangat besar, fasilitas itu kemungkinan tidak akan cukup besar untuk menampung semua kedatangan asing. "Satu penerbangan internasional biasanya membawa 300 orang. Mereka semua harus dikarantina dan tinggal setidaknya 21 hari," katanya.

    Sumber : https://dunia.tempo.co/read/1511907/china-bangun-pusat-karantina-canggih-dengan-5-000-kamar-pelayannya-robot/full&view=ok
     

    No comments

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad