• Breaking News

    Dari Korek Bekas, Edi Santoso Buat Robot Gundam Hingga Transformers

    KREATIF: Edi Santoso saat membuat robot mecha dari bahan bekas korek api gas di rumahnya, Desa Tiron, Kecamatan Banyakan, Selasa (29/8). (Iqbal Syahroni - radar kediri)

    Kreativitas Edi Santoso benar-benar jempolan. Pemuda asal Desa Tiron, Kecamatan Banyakan ini membuat robot mainan dari korek api bekas. Ratusan robot yang terinspirasi dari Gundan, Evangelion dan Transformers itu sudah dipasarkan hingga Sumatera.

    IQBAL SYAHRONI, KABUPATEN, JP Radar Kediri

    Pemuda berkaos hitam itu duduk santai di kursi roda di depan teras rumahnya, Dusun Sumberejo, Tiron, Banyakan, Selasa (31/8). Tampak tangannya ada bekas sisa cat air. Dan, di sebelah kursi rodanya ada lincak (kursi panjang dari bambu) dengan peralatan miliknya.

    Dia adalah Edi Santoso. Siang itu, Edi memegang robot mainan buatannya. Robot tersebut berwarna dominan hijau-hitam. Ada sayap yang menghiasi dan kaki kanan dari robotnya masih dicat oleh lelaki berusia 22 tahun itu. Edi menjelaskan, robot tersebut adalah pesanan tetangganya. Setelah jadi, harga jualnya Rp 150 ribu per buah.

    Apa menariknya? Jika dilihat dengan saksama, robot tersebut terbuat dari korek api. Yang sudah dipotong, dibongkar, hingga dicat ulang. Mulai dari pemantik, tempat gas, gir korek, hingga besi pelindung. Semua komponen dari korek gas bekas.

    Kreativitas Edi membuat robot dari korek api bekas justru ketika dirinya mengalami keterbatasan fisik. Saat usia sembilan tahun, tulang ekornya terluka. “Saat itu tahun 2008. Sakit saat jatuh sepak bola di kampung sama teman-teman,” ujarnya.

    Setelah terjatuh, Bejo, sang ayah, sempat membawanya ke rumah sakit (RS) beberapa kali. Namun, kakinya tak terselamatkan. Sejak saat itu, untuk beraktivitas, anak semata wayang ini harus menggunakan bantuan kursi roda.

    Edi awalnya terkejut dengan keadaannya. Hari-harinya hanya diisi dengan duduk di rumah dan menonton tv. Bahkan, setelah itu, dia juga putus sekolah.

    Tetapi, dari situlah kreativitasnya dimulai. Peralatan sekolahnya yang sudah tidak dipakai disulap menjadi sebuah robot mainan. “Saya lihat di internet dan improvisasi saja,” ungkapnya.

    Dia mulai mencoba mencari bahan baku lain. Akhirnya, korek api gas menjadi pilihannya. Sebab, dari barang tersebut, semua komponennya bisa dibuat robot mainan. “Mulai dari badan sampai penutupnya dapat dimanfaatkan,” kata Edi.

    Dari bulan ke bulan, Edi semakin mahir. Dia pun mulai serius membuat robot mainan dari korek api bekas. Karenanya, Edi berupaya mendapatkan bahan bakunya.

    Dari mana bahan baku tersebut didapat? Edi menyebut, salah satunya mencari di jalan dan tumpukan sampah. “Biasanya bapak yang mencarikan sepulang kerja. Bisa bawa korek bekas ratusan,” ungkapnya.

    Dia mengatakan, satu robot mainan yang dibuat biasanya menghabiskan 50-100 korek api. Harga jualnya Rp 150 ribu – Rp 200 ribu per buah. Harga tergantung ukurannya.

    Selain di Kediri, Edi juga menjualnya ke luar kota. Seperti Tangerang, Banten dan Bekasi, Jawa Barat. Bahkan, robotnya laku hingga Lampung, Sumatera. Edi dibantu sang ayah untuk memasarkan robot mainannya. Bejo rela menjadi kurir pengiriman.

    Kreativitas Edi mendapat apreasiasi dari Pemkab Kediri. Kabid Rehabilitasi Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Kediri Dyah Satiana mengatakan, bakat Edi bisa dikembangkan menjadi lebih baik. “Robot buatanya sangat bagus,” ujar perempuan yang akrab disapa Nana ini.

    Dia sudah berkomunikasi dengan Bejo agar Edi mau disekolahkan di sekolah khusus tunadaksa secara gratis dengan biaya dari Pemkab Kediri. “Kami akan terus kami komunikasi dengan keluarganya,” ungkapnya. (baz)

    Sumber : https://radarkediri.jawapos.com/read/2021/09/06/287663/dari-korek-bekas-edi-santoso-buat-robot-gundam-hingga-transformers

    No comments

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad