• Breaking News

    Tips Sebelum Trading Forex Pakai Robot

    Sebelum berinvestasi trading forex menggunakan robot, perhatikan risiko yang mungkin timbul, mengingat pengembangnya juga seorang manusia. (CNN Indonesia/Hesti Rika).


    Jakarta, Robot trading forex mulai dilirik sebagian orang. Robot trading atau expert advisor (EA) bisa menjadi penyelamat dalam berdagang forex. Pasalnya, EA bisa bekerja sendiri mencari peluang open trade, open sell, stop loss, dan buy di pasar forex.

    Bahkan, Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) disebut bakal meregulasi penggunaan EA karena semakin naik daun. Seorang sumber menyatakan regulasi sedang digodok dan diharapkan rampung akhir tahun ini.

    Namun, tidak hanya peluang, trading forex dengan robot juga bisa jadi menjadi petaka bila tidak digunakan dengan baik.

    Direktur PT Solid Gold Berjangka Dikki Soetopo menyebutkan memang sistem robot dapat mengeksekusi sesuai instruksi. Namun, perlu diingat kalau kemampuan robot trading forex sangat dipengaruhi oleh si pengembangnya alias manusia.

    Untuk mereka yang sibuk dan tidak memiliki waktu memantau pasar seharian, ia menilai menggunakan robot trading bisa menjadi solusi tepat.

    Hal yang tidak disadari oleh para pemula adalah trading secara otomatis bakal membuat mereka tidak terlatih untuk melakukan analisis pasar dan memprediksi harga di pasar.

    Sehingga, tidak mendapatkan pengalaman yang cukup untuk melakukan trading di pasar forex yang sesungguhnya.

    Karena alasan itu, ia saran untuk melakukan trading secara manual dan belajar untuk memprediksi pasar yang ada dan membuka posisi berdasarkan analisia yang mendalam.

    "Pengalaman yang didapatkan saat melakukan trading secara manual tidak bisa digantikan dengan trading yang dilakukan secara otomatis," katanya kepada CNNIndonesia.com, Selasa (7/9).

    Selain itu, hal yang perlu diperhatikan lainnya adalah robot trading tidak bisa menyesuaikan diri dengan gejolak pergerakan pasar. Hal ini, berbeda dengan trading manual yang mengetahui update berita dan fundamental pasar.

    Dikki juga mewanti-wanti soal gangguan, seperti lag dan freeze (error) yang berpotensi merugikan. "Hal tersebut dikarenakan proses trading tidak dapat dilakukan secara maksimal baik melalui pair maupun tidak melalui pair. Sehingga pastikan untuk memperhatikannya" jelasnya.

    Dia mengingatkan Bappebti telah memblokir beberapa domain yang menawarkan robot system trading forex yang tak memiliki perizinan dari Bappebti. Menurut dia, hal ini harus menjadi perhatian para trader.

    Analis Pasar Uang Ariston Tjendra menjabarkan setidaknya ada empat hal yang perlu diperhatikan sebelum memilih robot trading. Pertama, performanya.

    Ariston menyebut Anda harus mengecek kinerja robot minimal dalam 1 tahun-3 tahun terakhir, apakah menghasilkan untung atau malah buntung. Lalu, berapa besar presentase ruginya dibandingkan modal/deposit.

    Kedua, cek kurva ekuitasnya. Cari tahu apakah stabil naik atau terlalu fluktuatif naik dan turunnya. "Kalau terlalu fluktuatif berarti tingkat risikonya tinggi," imbuh dia.

    Ketiga, cek risk to reward ratio-nya. Bila risiko di bawah reward atau keuntungan, ia menyebut dalam jangka panjang performa robot berpotensi bagus.

    Keempat, cek jumlah maksimum drawdown atau maksimal penurunan ekuitas/deposit. Ini bisa membantu kebutuhan jumlah deposit dalam menggunakan robot terkait.

    "Di sisi lain, ini juga bisa memperlihatkan tingkat risiko memakai robot ini. Semakin besar drawdown, semakin tinggi risikonya," kata Ariston.

    Salah satu hal terpenting dalam memilih robot trading, lanjut Arisotn, adalah layanan memberi investor atau trader kendali untuk menghentikan penggunaan robotnya bila tidak sesuai harapan lagi.

    Sumber : https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20210907120019-92-690787/tips-sebelum-trading-forex-pakai-robot

    No comments

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad