• Breaking News

    Cerita Pekerja di Tiongkok, Tak Boleh Berbagi Dispenser Air sampai Gunakan Robot untuk Antarkan Makan

    KEGIATAN di perkantoran Tiongkok kini jauh berbeda dengan hari biasanya, banyak protokol yang harus dipenuhi.* /AFP
    Beberapa tempat kerja di Tiongkok kini mendapati aturan baru ketika pegawainya sudah bisa masuk kerja seperti sedia kala.

    Salah satunya adalah pengalaman dari pegawai pemerintah Tiongkok Jin Yang kembali bekerja di Beijing minggu ini, bahwa kantornya telah melarang praktik makan siang di kantin bersama kolega.

    Bahkan aturan perusahaan mengharuskan Jin Yang dan koleganya makan makanan di kotak nasi yang dibawa sebagai bekal dari rumah, lalu baru bisa dimakan di kantor.

    Baca Juga: Penantian 8 Tahun Berakhir Bahagia, Shandy Aulia Ceritakan Proses Kelahiran Anak Pertamanya

    "Ini sama sekali tidak normal," kata pria 28 tahun itu, pada Jumat, 14 Februari 2020, dikutip Pikiran-Rakyat.com dari Reuters.

    Selain itu, kegiatan bekerja seperti rapat pun diadakan online, bukan secara langsung.

    Karyawan juga diharuskan memakai masker sepanjang hari dan melaporkan suhu tubuhnya sebanyak dua kali sehari.

    Jin hanyalah salah satu dari jutaan pekerja yang mulai berkegiatan kembali pada minggu ini selepas dari liburan Tahun Baru Imlek yang diperpanjang 10 hari karena Tiongkok yang masih harus mengendalikan wabah virus.

    Adapun virus corona Covid-19 itu pun telah menewaskan 1.380 orang dan menginfeksi hampir 64.000 orang.

    Akan tetapi, suasana di jalanan dan kereta bawah tanah kini sebagian besar terlihat sepi, khususnya di kota-kota besar yang biasanya padat penduduk seperti Beijing, ibukota Tiongkok dan Shanghai, sebagai pusat bisnis.

    Dilaporkan bahwa banyak toko dan restoran kosong bahkan tertutup. Sementara, dilaporkan pula banyak pegawai kantor bekerja dari rumah.

    Hal itu terjadi secara tidak kondusif lantaran masih banyak tempat yang memberlakukan tindakan penahanan.

    Belum lagi, perusahaan-perusahaan pun mengadopsi aturan itu demi mencegah infeksi dan menghilangkan ketakutan karyawan.

    Meski sudah banyak pekerja yang kembali berkegiatan, tidak semua perusahaan kembali beroperasi seperti biasanya.

    Beberapa dari mereka dikabarkan meminta karyawan yang kembali pulang dari perjalanan ke luar negeri atau bahkan dari provinsi lain diminta untuk mengkarantina diri sendiri di rumah hingga 14 hari.

    Seorang manajer di salah satu perusahaan multinasional asing mengatakan, bahwa sangat prihatin terhadap stafnya, terutama setelah pemerintah Tiongkok mengunci Wuhan, kota dengan jumlah penduduk 11 juta jiwa di mana wabah virus corona dimulai.

    Manajer itu pun menceritakan bagaimana aturan perusahaannya yang melarang karyawan menggunakan toilet kantor, tidak diadakannya rapat atau duduk berdekatan, bahkan tidak diperbolehkan berbagi air minum dari dispenser.

    "Beberapa ingin orang duduk dengan kursi kosong di antara mereka pada pertemuan (rapat), kunjungan toilet ditugaskan pada waktu yang hanya ditentukan, dan tidak (boleh) berbagi dispenser air," tambahnya, mendaftar tindakan pencegahan yang ingin diikuti staf.

    Sementara itu, media Tiongkok juga telah memposting foto-foto kantin kantor di mana lembaran plastik dan papan kayu menjadi pembatas meja sehingga sekat digunakan untuk membentuk ruang makan terpisah.

    Tidak hanya itu, bahkan sebuah perusahaan di Tiongkok sampai menggunakan robot tak berawak untuk mengirimkan makanan demi hindari kontak langsung, menurut surat kabar People's Daily yang dikelola pemerintah.

    Sumber : https://www.pikiran-rakyat.com/internasional/pr-01340269/cerita-pekerja-di-tiongkok-tak-boleh-berbagi-dispenser-air-sampai-gunakan-robot-untuk-antarkan-makan
     

    No comments

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad