• Breaking News

    Menaker Sebut Ada 23 Juta Pekerjaan yang Akan Digantikan Robot

    JAKARTA, - Tatanan kehidupan baru, membuat manusia harus bersiap. Termasuk harus kehilangan puluhan juta lapangan kerja. Pasalnya, ke depan akan ada 95 juta lapangan kerja di dunia yang akan digantikan oleh robot. Ada pula 85 juta pekerjaan baru yang akan tumbuh.

    Dalam laporan terbaru World Economic Forum (WEF), McKinsey mengungkap di Indonesia, ada 23 juta lapangan kerja yang akan terdampak otomatisasi. Tenaga manusia bakal digantikan oleh robot.

    Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengungkap itu dalam virtual event Kompasianival. Menurut Ida, itu konsekuensi dalam memasuki era revolusi industri 4.0. Menurutnya, itu ditandai dengan penggunaan teknologi digital akan ada banyak jenis usaha yang tidak berkembang bahkan hilang.

    Dia menyebutkan, industri padat karya bakal digantikan dengan mesin. Proses otomatisasi diperkirakan akan semakin masif dalam beberapa waktu ke depan.

    Kementerian Ketenagakerjan sendiri kata Ida, pada 2017 lalu telah melakukan kajian pasar kerja, yang memperkirakan bahwa industri teknologi, komunikasi, dan informasi akan menjadi industri yang paling tinggi pertumbuhannya.

    "Dalam kajian tersebut juga memproyeksikan jenis pekerjaan yang berkaitan dengan kedua sektor industri tersebut seperti programer, analis data, dan perancang kecerdasan buatan akan menjadi pekerjaan yang tumbuh pesat," katanya.

    Pekerjaan tradisional lanjut Ida, perannya akan digantikan oleh teknologi digital seperti tukang cetak, pengantar surat, dan resepsionis akan semakin menurun permintaannya di masa depan.

    Ida menuturkan, adanya pandemi Covid-19 ini, membuat masyarakat maupun industri membentuk tatanan kehidupan baru. Tidak hanya industri yang menerapkan Work From Home (WFH) tapi juga pola konsumsi masyarakat berubah. Perubahan ini tentu memberikan efek yang besar terhadap perilaku industri dan pekerja sehingga tercipta sebuah tatanan baru dalam dunia kerja.

    Teknologi juga membuat pekerjaan menjadi sangat fleksibel baik secara waktu ataupun tempat, sehingga pekerjaan tidak lagi harus dikerjakan dari kantor dengan jam kerja yang monoton. Perubahan ini mempercepat transformasi ketenagakerjaan yang terus bergerak ke arah revolusi industri 4.0.

    Riset WEF, kata Ida, sudah memprediksi kemampuan yang akan semakin dibutuhkan ke depannya. Yakni, pemikiran kritis dan analitis, kreativitas dan inovasi, penggunaan dan desain teknologi, kemampuan menyelesaikan masalah, fleksibilitas, kemampuan menghadapi stres, serta kepemimpinan dan pengaruh sosial.

    Oleh karena itu lanjut Ida, pada saat ini kompetensi dan fleksibilitas kerja menjadi poin utama. Tenaga kerja juga dituntut menguasai perkembangan teknologi dengan soft skills yang memadai. Selain itu, kreativitas, inovasi dan kewirausahaan akan menjadi poin penting bagi perkembangan dunia usaha ke depannya.

    Sumber : https://bukamatanews.id/read/2020/12/06/menaker-sebut-ada-23-juta-pekerjaan-yang-akan-digantikan-robot
     

    No comments

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad